RECONSTRUCTION OF CRIMINAL LIABILITY FOR CORRUPTION IN THE FINANCIAL MANAGEMENT OF VILLAGE CREDIT INSTITUTIONS (LPD) IN BALI FROM A LOCAL WISDOM PERSPECTIVE
DOI
https://doi.org/10.53625/ijss.v6i1.12916Keywords
Korupsi, Lembaga Perkreditan Desa, Pertanggungjawaban Pidana, Pluralisme Hukum, Tri Hita KaranaAbstract
Lembaga Perkreditan Desa (LPD) merupakan lembaga keuangan milik Desa Adat yang dibentuk untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat adat Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana. Secara normatif (das sollen), Pasal 1 angka 9 dan Pasal 7 Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2017 menegaskan bahwa LPD dikelola berdasarkan prinsip kebersamaan, kekeluargaan, dan nilai-nilai adat Bali. Namun, dalam praktik (das sein), berbagai kasus korupsi dan penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan LPD telah menimbulkan kerugian keuangan serta mengikis kepercayaan masyarakat adat terhadap lembaga tersebut. Kesenjangan ini berawal dari pengaturan hukum yang masih menempatkan korupsi pada LPD sebagai tindak pidana umum berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, tanpa mengakomodasi karakteristik LPD sebagai lembaga keuangan berbasis masyarakat hukum adat. Akibatnya, pertanggungjawaban pidana hanya berorientasi pada penghukuman pelaku dan pemulihan kerugian finansial, sementara kerugian sosial, budaya, dan spiritual masyarakat adat belum memperoleh pemulihan yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelemahan pengaturan pertanggungjawaban pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan LPD serta merekonstruksi model pertanggungjawaban pidana yang mengintegrasikan hukum pidana nasional dan hukum adat Bali. Penelitian menggunakan metode socio-legal research dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan hukum adat. Hasil penelitian menawarkan Integrative Communal Criminal Liability Model (ICCLM) sebagai model pertanggungjawaban pidana yang mengintegrasikan sanksi pidana negara dan kewajiban adat untuk mewujudkan keadilan substantif berbasis pluralisme hukum dan filosofi Tri Hita Karana.
Downloads
References
[1] Afandi, T., Kristanto, K., & GS, A. A. S. (2026). Pemulihan Kerugian Keuangan Negara dalam Tindak Pidana Korupsi: Konsep dan Implementasi Uang Pengganti. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
[2] Aryanta, I. W. A. (2026). Konflik Hukum Adat & Negara: Pergulatan Hukum, Budaya, dan Wisata Pantai Melasti. PT. Dharma Pustaka Utama.
[3] Banks, C. (2018). Criminal justice ethics: Theory and practice. Sage publications.
[4] Flambonita, S. (2020). The paradigm of pluralism in Indonesia: communal vs legal state.
[5] Hughes, G. (2001). Welfare, Rehabilitation and Restorative Justice. Controlling Crime, 2, 257.
[6] Menski, W. (2012). Plural worlds of law and the search for living law. na.
[7] Puger, I. G. N. (2026). MAKNA HARI RAYA TUMPEK DALAM HARMONI TRI HITA KARANA. Dunia Penerbitan buku.
[8] Syamsuddin, S., Mastorat, M., Setiyono, S., & Alputila, M. J. (2026). Buku Ajar Hukum Pidana. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
[9] Afatakpa, O. F. (2025). Traditional Igbo Concepts of Justice and Punishment: A Cultural Analysis. Perinola Journal, 15(11).
[10] Dananjaya, I. B. G., & Putrayasa, I. M. A. (2025, November). Philosophy into Village Economic Development. In Proceedings of the International Conference on Sustainable Green Tourism Applied Science-Social Applied Science 2025 (ICOSTAS-SAS 2025) (p. 141). Springer Nature.
[11] Detiandri, L., Riyanto, A., & Setiawan, I. K. O. (2026). Demarcation of Criminal Liability of Notary Publics in the Falsification of Authentic Deeds: Examination of Supreme Court Decision Number 933 K/Pid/2023. SIGn Jurnal Hukum, 8(1), 117-132.
[12] Dewi, D. P. R., & Sujana, I. K. (2021). The effect of organizational commitment, organization culture based on Tri Hita Karana and Awig-Awig protection on the performance of Lembaga Perkreditan Desa in Bangli Regency. American Journal of Humanities and Social Sciences Research (AJHSSR), 5(1), 168-175.
[13] Fitriati, I., Tegeh, I. M., & Santyasa, I. W. (2026). Analysis of Integration Tri Hita Karana Values in the Philosophy of Maja Labo Dahu and Ngaha Aina Ngoho as a Model for Strengthening Cultural Literacy in Bima Young Generation. Council: Education Journal of Social Studies, 4(1), 41-47.
[14] Haq, A., Sabir, M., Fadli, A., Mattulanreng, A. S., & Hamzah, M. Q. (2026). Legal Schools and the History of Law: Theoretical and Practical Perspectives. Masterpiece Journal Society Service Insight, 2(1), 81-87.
[15] Meher, M., & Abdunayimova, D. (2025). Integration of Customary Law and the Theory of Legal Pluralism of the Parties to a Bank Credit Agreement Based on the Principle of Balance. SASI, 31(4), 344-360.
[16] Nuarta, N., & Pradnyana, D. P. W. J. (2026). INTEGRASI NILAI KEADILAN RESTORATIF DALAM PERSPEKTIF HUKUM ADAT BALI DAN KUHP NASIONAL. Jurnal Yustitia, 22(01), 112-123.
[17] Nurrahmah, F., & Husna, B. A. (2026). Kedudukan Hukum yang Hidup dalam Masyarakat (Living Law) Perspektif Pasal 2 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023. Politika Progresif: Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora, 3(2), 14-21.
[18] PARTIWI, F. (2026). PENDAPAT HUKUM TENTANG PEMBENTUKAN “KAMPUNG RESTORATIVE JUSTICE” DI KABUPATEN GRESIK. Jurnal HUKUM BISNIS, 10(4), 221-230.
[19] Putri, P. M., Martadinata, I. P. H., & Atmaja, I. M. D. (2026). Analisis Kecenderungan Kecurangan Melalui Teori Fraud Hexagon:(Studi Kasus Pada Bumdes Se-Kabupaten Buleleng). JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha, 17(02), 383-397.
[20] Pramesti, I. G. A. A., Endiana, I. D. M., & Dewi, N. K. A. S. (2023). Intellectual Capital, Partisipasi Anggaran, Pengawasan Internal, Komitmen Organisasi, dan Budaya Tri Hita Karana Terhadap Kinerja LPD. Jurnal Bakti Saraswati (JBS), 12(1), 1-9.
[21] Sinulingga, M. W. D., Syahrin, A., Mulyadi, M., & Siregar, M. (2026). CRIMINAL LAW REFORM OF ASSET CONFISCATION SYSTEMS FOR PROCEEDS CORRUPTION AND MONEY LAUNDERING IN INDONESIA. Veredas do Direito, 23(8), e235833-e235833.
[22] Soraya, F. R., & Laksmi, A. C. (2026, February). Model konseptual pengaruh pengendalian internal, kompensasi, dan Good University Governance terhadap pencegahan kecurangan di perguruan tinggi. In Proceeding of National Conference on Accounting & Finance (pp. 244-254).
[23] Quarta, A. P., Muryanto, Y. T., & Fitriono, R. A. (2026, January). Strengthening Legal Oversight to Prevent Financial Mismanagement in Bali’s Village Credit Institutions. In Proceedings of the 3rd International Conference on Law, Economics & Good Governance (IC-LAW 2025) (p. 32). Springer Nature.
[24] Yudiawan, I. D. G. H., Ardhya, S. N., Yasmiati, N. L. W., & Mangku, D. G. S. (2026). Reconstructing The Authority of Customary Villages in the Governance of Culture-Based Tourism in Bali Through the Perspectives of Legal Pluralism and Collaborative Governance. Jurnal Mahkamah: Kajian Ilmu Hukum dan Hukum Islam, 291-308.
[25] Berita Dewata, oleh Gede Sumberta dipublikasikan pada Februari 6, 2019 di: https://beritadewata.com/duh-tiga-oknum-pegawai-lpd-sangsit-gelapkan-uang-nasabah-hingga-ratusan-juta/
[26] Radar Bali, oleh M. Ridwan dipublikasikan pada 12 Oktober 2022 di: https://radarbali.jawapos.com/hukum-kriminal/2210120003/usai-divonis-lpd-desa-adat-kapal-kembali-didatangi-kejaksaan-ini-targetnya













