Law Enforcement Against Perpetrators Of Forest-Fire Crimes Within The Criminal Justice System In Indonesia

  • Daniel Jayabaya University
  • Mohamad Ismed Jayabaya University
  • Tofik Yanuar Chandra Jayabaya University

Keywords

Legal Sanctions, Forest Burning, Legal Certainty

Abstract

This research highlights the gap between stringent regulations and the reality of court decisions, while seeking an ideal law enforcement model for individual and corporate perpetrators of forest burning. The research questions addressed in this thesis are: how are legal sanctions applied to perpetrators of forest-burning crimes within the criminal justice system, and what is the ideal concept for the application of legal sanctions against perpetrators of forest-burning crimes within the criminal justice system in Indonesia? The theories employed in this research are the theory of law enforcement and the theory of punishment.

The results of the research indicate that Indonesia's criminal justice system has formulated layered sanctions for perpetrators, both individuals and corporations, in the form of imprisonment and fines. However, in practice, the application of these sanctions still faces a number of obstacles, such as weak coordination among law enforcement agencies, difficulties in proving the element of intent, and law enforcement against intellectual actors or corporations, which is often not yet optimal. Therefore, optimization of progressive and comprehensive law enforcement is required, including the utilization of scientific evidence and firm sanctions to restore environmental losses

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Andi Hamzah, Pengantar Hukum Acara Pidana Indonesia, Ghana Indonesia, Jakarta, 1985.

[2] Agus Rahardjo, Cybercrime Pemahaman dan Upaya Pencegahan Kejahatan Berteknologi, Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2003.

[3] Andi Hamzah and S. Rahayu, Suatu Tinjauan Ringkas Sistem Pemidanaan di Indonesia, Jakarta: Akademika Pressindo Kencana, 1983.

[4] Andi Hamzah, Asas-Asas Hukum Pidana, Jakarta: Rineka Cipta, 1991.

[5] Asikin Zainal, Pengantar Tata Hukum Indonesia, Rajawali Press, Jakarta, 2012.

[6] Awaludin Marwan, Teori Hukum Kontemporer Suatu Pengantar Posmoderenisme Hukum, Yogyakarta: Rangkang Education, 2010.

[7] Bahder Johan Nasution, Metode Penelitian Ilmu Hukum, Mandar Maju, Bandung, 2002.

[8] Barda Nawawi Arief, Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Kejahatan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2007.

[9] Barda Nawawi Arief, Teori-teori dan Kebijakan Pidana: Kebijakan Penanggulangan Kejahatan dengan Hukum Pidana, Alumni, Bandung, 1992.

[10] Chaerudin et al., Strategi Pencegahan Dan Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi, Refika Editama, Bandung, 2008.

[11] Chairul Huda, Dari Tiada Pidana Tanpa Kesalahan Menuju Kepada Tiada Pertanggungjawaban Pidana Tanpa Kealahan: Tinjauan Kritis Terhadap Teori Pemisahan Tindak Pidana dan Pertanggungjawaban Pidana, Kencana Prenada Media, Jakarta, 2006.

[12] Darwan Prinst, Hukum Acara Pidana Dalam Praktik, Djambatan, Jakarta, 1998.

[13] Djoko Prakoso, Surat Dakwaan, Tuntutan Pidana dan Eksaminasi Perkara di Dalam Proses Pidana, Yogyakarta: Liberty, 2007.

[14] Dellyana Shant, Konsep Penegakan Hukum, Sinar Grafika, Yogyakarta, 1988.

[15] Darmodiharjo Darji, Pokok-Pokok Filsafat Hukum, PT Gramedia Pustaka Umum, Jakarta, 2002.

[16] Darwan Prinst, Hukum Acara Pidana Dalam Praktik, Djambatan, Jakarta, 1998.

[17] Edgar Bodenheimer, Treatise on Justice, New York: Philosophical Library Inc., 1970.

[18] Gunther Teubner, “Substantive and Reflexive Elements in Modern Law,” Law and Social Review, Volume 17, Number 2. Cited by Teguh Prasetyo and Abdul Halim Barkatullah, Filsafat, Teori, dan Ilmu Hukum, Jakarta: Raja Grafindo, 2012.

[19] Hermin Hadiati, Asas-asas Hukum Pidana, Ujung Pandang: Lembaga Percetakan dan Penerbitan Universitas Muslim Indonesia, 1995.

[20] Judith N. Shaklar, Legalism: Law, Morals, and Political Trials, Cambridge, Massachusetts, USA: Harvard University Press, 1986.

14-10-2026