PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI DAN PRAKTIK MAGOT FARMING SEBAGAI SOLUSI EKONOMI BERKELANJUTAN (SDGS) DI DESA BRESELA, GIANYAR, BALI

Authors

  • Agus Purusa Dharma Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Nasional, Denpasar, Bali
  • Andi Nur Azima Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Nasional, Denpasar, Bali
  • Ni Kadek Widya Ristya Dewi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Nasional, Denpasar, Bali
  • Nyoman Bagus Rama Wiradarma Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Nasional, Denpasar, Bali
  • I Putu Krisna Ari Widiantara Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Nasional, Denpasar, Bali
  • Anak Agung Adi Wiryya Putra Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Pendidikan Nasional, Denpasar, Bali

Keywords:

Magot Farming, Black Soldier Fly (BSF), Pengelolaan Sampah Organik, SDGs, Desa Bresela.

Abstract

Permasalahan sampah organik, khususnya sisa rumah tangga dan limbah pertanian, menjadi tantangan utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di Desa Bresela. Metode konvensional seperti penimbunan dan pembakaran tidak sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pilar ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim). Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat Wantilan Desa Bresela melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan praktik Magot Farming (budidaya larva Black Soldier Fly / BSF, Hermetia illucens) sebagai solusi inovatif yang bersifat sirkular. Metode pelaksanaan meliputi: (1) Sosialisasi teoritis tentang konsep 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Replant) dan potensi BSF, (2) Pelatihan teknis meliputi pemeliharaan indukan, penetasan telur, dan pembesaran magot, serta (3) Pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan masyarakat (kenaikan skor rata-rata pre-test dan post-test sebesar 35%) dan terbentuknya kelompok budidaya magot mandiri. Selain mereduksi volume sampah organik hingga 60% per hari di area percontohan, magot yang dihasilkan berhasil diolah menjadi pakan ternak berprotein tinggi (40-50%) dan kasgot (bekas magot) sebagai pupuk organik. Program ini terbukti efektif dalam mendukung ketahanan pangan lokal, menciptakan peluang ekonomi baru, dan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, serta ekonomi menuju Desa Berkelanjutan.

References

Anhar, V. Y., Norhidayah, N., Nabila, A., Sakdiah, H., Hasyyati, Y., & Fatmawati, Z. (2024). Peningkatan Kesadaran dan Kepedulian Masyarakat terhadap Sampah di Desa Bunglai RT 05 melalui Pemberdayaan Masyarakat. Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 209-216.

A'yun, S. I. Q., Rafidah, C. N. N., Kurniawan, G. S., Nafiah, M., & Lukmana, D. I. (2025). Budidaya Maggot Untuk Pengelolaan Sampah Organik Dan Pakan Ternak Sebagai Upaya Kelestarian Lingkungan Di Dukuh Randu Kuning. Journal Of Human And Education (JAHE), 5(1), 15-19.

Djunaidi, I. H., Hamidah, S., Zahro, F. A., Rachmawati, A., & Azizah, S. (2025). Pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kompetensi pengolahan sampah organik dengan budidaya maggot di Kelurahan Bujel, Kota Kediri. Proficio, 6(1), 129-138.

Hakim, L. M., & Syarif, D. (2025). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Budidaya Magot Di Masyarakat Di RW 14 Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Prosiding Seri Praktikum Ilmu-Ilmu Sosial-Politik, 2(1), 138-146.

Irawan, H., Pradanna, S. A., Anggraeni, L., Wijayanti, T., & Anggraeni, A. (2024). PRODEKTIF: Pengolahan Sampah Organik Konsep Pentahelix Menuju Ekonomi Desa Berkelanjutan. Jurnal Sutasoma, 3(1).

Lalander, C., Ermolaev, E., Wiklicky, V., & Vinnerås, B. (2020). Process efficiency and ventilation requirement in black soldier fly larvae composting of substrates with high water content. Science of the Total Environment, 729, 138968.

Priantama, R., Maulana, A., Saputra, M. R. D., & Aulia, F. (2024). Rancang Bangun IoT Sebagai Solusi Inovatif Revitalisasi Sampah Organik Di Desa Puncak. Buffer Informatika, 10(2), 27-36.

Rusadi, T. M., Hardiyanti, S. A., & Ton, S. (2024). Pemberdayaan Masyarakat Desa Benelan Lor Bersama BUMDes Melalui Budidaya Maggot BSF Demi Mendukung Program Desa Bersih. Sinergi dan Harmoni Masyarakat MIPA, 1(1), 34-38.

Setiawan, H., Auralia, M., Aini, H. Q., Puspita, G. A. W., & Valdema, I. (2025). Budidaya Maggot sebagai Solusi Pemanfaatan Limbah Organik dan Alternatif Pakan Ikan di Kelurahan Mangkang Kulon. Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(05), 1935-1943.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Manajemen (Setiyawami (ed.); 6th ed.). Alfabeta..

Suri, I., Halim, U., & Agustina, A. (2025). Pemanfaatan Budidaya Maggot BSF sebagai Solusi Lingkungan dan Peningkatan Ekonomi pada Masyarakat Kelurahan Pulau Tidung. Abdimas Galuh, 7(2), 1786-1794.

Wijaya, F. B., Prasojo, A. A., Zachari, M. T., Rahman, D., & Pangaribuan, I. J. P. (2025). Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik melalui Bank Sampah dan Budidaya Maggot di Kampung Marapit, Desa Sidamukti. Diakoneo: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(2), 78-89

Zen, N. H., Mageiasti, L. & Yulhendri. (2025). Analisis Penerapan Sdgs Dalam Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia: Tinjauan Literatur dan Tantangan Implementasi. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 3(1), 775–785. https://doi.org/10.59435/gjmi.v3i1.1316

Downloads

Published

2026-01-05

How to Cite

Agus Purusa Dharma, Andi Nur Azima, Ni Kadek Widya Ristya Dewi, Nyoman Bagus Rama Wiradarma, I Putu Krisna Ari Widiantara, & Anak Agung Adi Wiryya Putra. (2026). PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI DAN PRAKTIK MAGOT FARMING SEBAGAI SOLUSI EKONOMI BERKELANJUTAN (SDGS) DI DESA BRESELA, GIANYAR, BALI. J-ABDI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(8), 2653–2658. Retrieved from https://bajangjournal.com/index.php/J-ABDI/article/view/12191