PEMBERDAYAAN PETANI HORTIKULTURA MELALUI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DENGAN PENERAPAN IPTEK MEKANISASI ALAT PENGGEMBUR TANAH SEBAGAI TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA KELOMPOK HIDRO PONTI DI KECAMATAN PONTIANAK SELATAN, KOTA PONTIANAK
Keywords
Cultivator, pengabdian masyarakat, penggembur tanah, pemberdayaan petani,, mekanisasi pertanianAbstract
Pertanian hortikultura di Kecamatan Pontianak Selatan menghadapi isu rendahnya produktivitas akibat pengolahan tanah manual yang memakan waktu dan tenaga besar, khususnya pada Kelompok Tani Hidro Ponti. Fokus pengabdian ini adalah penerapan IPTEK mekanisasi alat penggembur tanah (cultivator) sebagai teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi dan hasil panen. Tujuan utama meliputi pemberdayaan petani melalui desain, implementasi, pelatihan operasi, dan perawatan alat berbasis mesin rumput. Metode pendekatan mencakup survei lapangan, observasi masalah, perancangan prototipe cultivator (komponen: rangka, shaft, roda, dll.), serta pendampingan teknis di lokasi mitra. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan efisiensi pengolahan lahan secara signifikan, dengan umpan balik positif dari mitra yang merasakan pengurangan waktu kerja dan kemudahan perawatan, sehingga mendukung transformasi usaha tani berkelanjutan.
References
[1] BPS-lndonesian Statistic (2005), Statistik Indonesia 2005, Badan Pusat Statistik, Kubu Raya.
[2] Bobihoe, J., 2013. Sistem tanam padi jajar legowo. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi. Balai Besar Pengkajian Dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertanian. 22 hal.
[3] Koswara, S. 2009. Teknologi pengolahan beras (teori dan praktek). Ebok pangan. Com. http://tekpan.unimus.ac.id/wp-content/uploads/2013/07/Tekno. Di akses tanggal 29 Agustus 2017.
[4] Kristamtini, dkk. 2011. Sistem tanam jajar legowo (tajarwo) selama pelaksanaan SLPTT padi tahun 2009 di Bantul. Prosiding Seminar Ilmiah Hasil Penelitian Padi 2010. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementrian Pertanian. 1173 hal.
[5] Lalla, H. Saleh, Ali, Saadah. 2012. Adopsi petani padi sawah terhadap sistem tanam jajar legowo 2:1 di Kecamatan PolongBangkeng Utara, Kabupaten Takalar. J. Sains dan Teknologi. 3(12):255-264.
[6] Rusdi, N., & Uswatul, H. M. (2023). Optimalisasi dan pengembangan mesin penggembur tanah inovatif untuk meningkatkan produktivitas lahan kering. Jurnal Teknik Mesin Indonesia, 18(2), 45-52.
[7] S. Uslianti, T. Wahyudi Universitas Tanjungpura, and J. ProfDrH Hadari Nawawi Pontianak, “TRAKTOR CULTIVATOR MINI UNTUK GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) LIMBUNG INDOMAKMUR,” Univ. Muhammadiyah Pontianak, vol. 15, no. 1, pp. 8–13, 2018.
[8] Une, S., Akuba, S., & Liputo, B. (2021). Rancang bangun mesin penggembur tanah menggunakan mesin pemotong rumput. JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo), 6(2), 52-56.







