PENINGKATAN KEMAMPUAN ENTREPRENEUR MUDA PADA SANTRI PONDOK PESANTEREN AL QURTHUBIYAH KABUPATEN TEGAL

  • Muammar Afif Al Qusaeri Program Studi S-I Kewirausahaan, Universitas Bhamada Slawi
  • Wiliyanto Wiliyanto Program Studi S-I Kewirausahaan, Universitas Bhamada Slawi
  • Muthi’atul Khasanah Program Studi S-I Kewirausahaan, Universitas Bhamada Slawi
  • M. Wahab Khasbulloh Program Studi S-I Kewirausahaan, Universitas Bhamada Slawi
  • Fatkhurozaq Fatkhurozaq Program Studi S-I Kewirausahaan, Universitas Bhamada Slawi
  • Dani Puji Pangesti Program Studi S-I Kewirausahaan, Universitas Bhamada Slawi
  • Bahtiar Bahtiar Program Studi S-I Kewirausahaan, Universitas Bhamada Slawi
  • Aminudin Qurtubi Program Studi S-I Kewirausahaan, Universitas Bhamada Slawi

Keywords

Kewirausahaan, Literasi Keuangan, Entrepreneur

Abstract

Pondok Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kemandirian santri, termasuk dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan. Namun demikian, hasil identifikasi kebutuhan di Pondok Pesantren Al Qurthubiyah Kabupaten Tegal menunjukkan bahwa sebagian besar santri masih memiliki keterbatasan dalam pemahaman kewirausahaan, literasi keuangan, serta pola pikir yang cenderung berorientasi sebagai pencari kerja (job seeker). Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi pelatihan, diskusi, simulasi, praktik penyusunan laporan keuangan sederhana, penyusunan business plan, serta pendampingan peserta. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan 50 santri sebagai peserta. Evaluasi program dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta pada aspek kewirausahaan dan literasi keuangan. Rata-rata nilai pre-test peserta sebesar 56,08 meningkat menjadi 84,92 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 51,43%. Selain itu, peserta mampu mengidentifikasi peluang usaha, menyusun rencana usaha sederhana, melakukan pencatatan keuangan dasar, serta menunjukkan perubahan pola pikir yang lebih berorientasi sebagai job creator. Partisipasi aktif dari pihak pesantren dan santri turut mendukung keberhasilan pelaksanaan program.

References

[1] Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Indonesia 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

[2] Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. (2023). Data Statistik Pondok Pesantren Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.

[3] Kasmir. (2019). Kewirausahaan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

[4] Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. (2023). Laporan Perkembangan UMKM Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Koperasi dan UKM.

[5] Mardiasmo. (2018). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi Offset.

[6] Pembentukan Mindset Entrepreneur pada Generasi Muda Berbasis Pesantren. (2023). Pembentukan Mindset Entrepreneur pada Generasi Muda Berbasis Pesantren. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 5(3), 201–210.

[7] Pengembangan Kewirausahaan di Lingkungan Pesantren. (2022). Pengembangan Kewirausahaan di Lingkungan Pesantren. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(2), 112–120.

[8] Peningkatan Literasi Keuangan Santri melalui Program Pelatihan Keuangan Sederhana. (2023). Peningkatan Literasi Keuangan Santri melalui Program Pelatihan Keuangan Sederhana. Jurnal Abdimas, 8(1), 45–54.

[9] Riyanti, Benedicta Prihatin Dwi. (2020). Kewirausahaan dari Sudut Pandang Psikologi Kepribadian. Jakarta: Grasindo.

[10] Scarborough, Norman M.., & Cornwall, Jeffrey R.. (2019). Essentials of Entrepreneurship and Small Business Management (9th ed.). New York: Pearson.

2026-07-01