PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KAROSSA MELALUI PROGRAM KULIAH KERJA NYATA BERBASIS EDUKASI, KEWIRAUSAHAAN, DAN KESEHATAN
Keywords
Pemberdayaan Masyarakat, Potensi Lokal, Kewirausahaan, Pengelolaan Lingkungan, Kuliah Kerja Nyata, Desa KarossaAbstract
Program pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, melalui pendekatan pemberdayaan berbasis potensi lokal. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat meliputi belum optimalnya pemanfaatan potensi hasil pertanian, rendahnya kesadaran terhadap pengelolaan lingkungan, terbatasnya edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, serta perlunya penguatan pendidikan keagamaan dan kelembagaan masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan pemerintah desa, kelompok PKK, sekolah, puskesmas, tokoh agama, dan masyarakat sebagai mitra utama. Program yang dilaksanakan meliputi pelatihan kewirausahaan melalui pengolahan buah pepaya menjadi produk bernilai tambah berupa selai dan dodol, sosialisasi kesehatan reproduksi bagi remaja, pembinaan baca tulis Al-Qur'an, kegiatan kebersihan lingkungan, pembuatan papan edukasi adab ziarah kubur, renovasi ikon desa, serta kegiatan senam bersama untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal, tumbuhnya motivasi berwirausaha melalui diversifikasi produk pertanian, meningkatnya pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi, serta meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan kegiatan sosial-keagamaan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan program. Kegiatan ini membuktikan bahwa model pengabdian berbasis pemberdayaan masyarakat mampu memperkuat kapasitas sosial, ekonomi, dan lingkungan desa secara berkelanjutan serta mendukung pembangunan desa yang partisipatif
References
[1] Adisasmita, R. (2013). Pembangunan perdesaan: Pendekatan partisipatif, tipologi, strategi, konsep desa pusat pertumbuhan. Graha Ilmu.
[2] Chambers, R. (1994). Participatory rural appraisal (PRA): Analysis of experience. World Development, 22(9), 1253–1268. https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90003-5
[3] Cohen, J. M., & Uphoff, N. T. (1980). Participation's place in rural development: Seeking clarity through specificity. World Development, 8(3), 213–235. https://doi.org/10.1016/0305-750X(80)90011-X
[4] Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Panduan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat edisi XIII. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
[5] Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2019). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.
[6] Mulyawan, R. (2016). Masyarakat, wilayah, dan pembangunan. UNPAD Press.
[7] Nasdian, F. T. (2014). Pengembangan masyarakat. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
[8] Nugroho, R. (2018). Public policy. Elex Media Komputindo.
[9] Pranarka, A. M. W., & Moeljarto, V. (1996). Pemberdayaan (Empowerment): Konsep, kebijakan, dan implementasi. CSIS.
[10] Sulistiyani, A. T. (2017). Kemitraan dan model-model pemberdayaan. Gava Media.
[11] Sumodiningrat, G. (2016). Membangun perekonomian rakyat. Pustaka Pelajar.
[12] Sutrisno, E. (2020). Pemberdayaan masyarakat melalui program kuliah kerja nyata berbasis potensi lokal. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 102–111.
[13] Wibowo, A., & Suryani, N. (2021). Pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat desa. Jurnal Abdimas, 25(1), 45–53. https://doi.org/10.15294/abdimas.v25i1.30218
[14] World Health Organization. (2023). Adolescent sexual and reproductive health. World Health Organization.
[15] Zimmerman, M. A. (2000). Empowerment theory: Psychological, organizational, and community levels of analysis. In J. Rappaport & E. Seidman (Eds.), Handbook of Community Psychology (pp. 43–63). Springer.








