SOSIALISASI ASAP CAIR SEBAGAI KOAGULAN GETAH KARET YANG RAMAH LUNGKUNGAN DI DESA KEMUJA KECAMATAN MENDO BARAT KABUPATEN BANGKA

  • Yulia Yulia Universitas Bangka Belitung, Pangkalpinang, Indonesia
  • Rostiar Sitorus Universitas Bangka Belitung, Pangkalpinang, Indonesia
  • Rati Purwasih Universitas Bangka Belitung, Pangkalpinang, Indonesia
  • Eni Karsiningsih Universitas Bangka Belitung, Pangkalpinang, Indonesia
  • Rufti Puji Astuti Universitas Bangka Belitung, Pangkalpinang, Indonesia
  • Muntoro Muntoro Universitas Bangka Belitung, Pangkalpinang, Indonesia
  • Evahelda Evahelda Universitas Bangka Belitung, Pangkalpinang, Indonesia
  • Fournita Agustina Universitas Bangka Belitung, Pangkalpinang, Indonesia
  • Eddy Jajang Jaya Atmaja Universitas Bangka Belitung, Pangkalpinang, Indonesia
  • Iwan Setiawan Universitas Bangka Belitung, Pangkalpinang, Indonesia
  • Novyandra Ilham Bahtera Universitas Bangka Belitung, Pangkalpinang, Indonesia

DOI

https://doi.org/10.53625/jabdi.v2i8.4559

Keywords

Sosialisasi, Asap Cair, Koagulan, Getah Karet

Abstract

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi penghasil perkebunan di Indonesia. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (2021) sektor pertanian, kehutanan dan perikanan memberikan kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDRB) di Bangka Belitung sebesar 4,06 persen. Desa Kemuja merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Mendo Barat. Tujuan kegiatan  pengabdian  ini memberikan sosialisasi informasi mengenai koagulan Asap cair tersebut kepada petani dan masyarakat Desa Kemuja. Metode pelaksanaan dilakukan dengan persiapan program, Memberikan sosialisasi tentang asap cair sebagai koagulan (penggumpal) getah karet yang ramah lingkungan serta memberikan pelatihan penggumpalan getah karet menggunakan asap cair kepada petani karet. Analisis  yang  dilakukan  dengan  deskriptif kualitatif.  Hasil  kegiatan  pendampingan  adalah  Petani karet di Desa Kemuja antusias mengikuti kegiatan penyuluhan tentang asap cair sebagai koagulan (penggumpal) getah karet yang ramah lingkungan serta kegiatan pelatihan menggumpalkan getah karet menggunakan asap cair LISA, asap cair Fronthea, dan asap cair Deorub SOP dengan konsentrasi 15%.

References

Arg, M., Ulfah, D., Sari, N. M., Puspita, Y., Kehutanan, F., & Lambung, U. (2017). Kecepatan Beku Lateks Karet. 5(2), 87–92.

Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 2022. Kabupaten Bangka Dalam Angka. Jakarta.

Jaya, J. D., Sandri, D., & Setiawan, A. (2019). Pembuatan Asap Cair Dari Cangkang Biji Karet Dan Aplikasinya Sebagai Koagulan Lateks. Jurnal Teknologi Agro-Industri, 6(2), 100. https://doi.org/10.34128/jtai.v6i2.100

Majid, I. M., AL Hakim, H., & Nugroho, A. (2019). Perbandingan kinerja asap cair dari kayu galam , kayu karet , dan pelepah kelapa sawit sebagai penggumpal lateks pada aspek mutu bahan olah karet. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 11(1), 25–31.

Martrias, D., Edison, R., & Supriyatdi, D. (2015). Penggunaan Asap Cair dan Arang Aktif Tempurung Kelapa pada Mutu Karet Krep ( Utilization of Liquid Smoke and Active Carbon From Coconut Shell on Rubber Crepe Quality ). Agro Industri Perkebunan, 3(1), 1–10.

Telaubanua, Z., Wirjosentono, B., & Eddiyanto. (2013). Pemanfaatan asap cair dari tempurung kelapa sebagai koagulan komersial karet alam Nias Utara. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 2(2), 55–67. http://ft.unimal.ac.id/teknik_kimia/jurnal

Towaha, J., Aunillah, A., & Purwanto, E. H. (2013). Kelapa Untuk Penanganan Polusi Udara Pada Lump. Buletin Ristri, 71–80.

Yulia, Y., Putri, A. K., & Purwasih, R. (2019). Pelatihan Pendampingan Usaha Produksi Ukm “Raja Abon Makmur Lestari” Berbasis Marketing Strategy. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat UBB, 6(2), 6–11.

2023-01-01