MANAJEMEN HASIL KRITIS DI INSTALASI RADIOLOGI

Authors

  • Riska Khairunnisa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Ari Anggraeni Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Muhamad Fa’ik Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Keywords:

Hasil Kritis, Standar Prosedur Operasional, Waktu Pelaporan

Abstract

Latar Belakang: Hasil kritis dalam pemeriksaan radiologi merupakan temuan yang harus segera dilaporkan kepada dokter pengirim karena dapat memengaruhi keputusan medis dan keselamatan pasien. Di Instalasi Radiologi salah satu rumah sakit, pelaporan hasil kritis memiliki standar waktu maksimal 60 menit. Namun, kondisi di lapangan tidak selalu berjalan ideal, terutama pada jam tertentu ketika jumlah petugas terbatas. Penelitian dilakukan untuk menggambarkan bagaimana proses pelaporan hasil kritis berlangsung di salah satu rumah sakit, melihat ketepatan waktunya, serta memahami faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan agar pelayanan dapat terus diperbaiki. Metode: Penelitian menggunakan metode mixed methods dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2025. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan radiografer dan dokter radiologi, serta telaah dokumentasi laporan hasil kritis. Analisis kuantitatif digunakan untuk melihat ketepatan waktu pelaporan pada kasus fraktur costae, ileus, dan pneumoperitoneum, analisis kualitatif digunakan untuk memahami kendala dan upaya perbaikan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 16 pasien dengan hasil kritis, sebanyak 14 laporan (87,5%) berhasil disampaikan dalam waktu ≤ 60 menit. Dua laporan yang melebihi batas waktu terjadi pada malam hari ketika dokter radiologi tidak berada di instalasi, sehingga proses konfirmasi membutuhkan waktu lebih lama. Faktor lain yang berpengaruh antara lain jumlah pasien yang tinggi, antrean pelayanan, serta kendala teknis komunikasi. Kesimpulan: Pelaksanaan pelaporan hasil kritis sudah mengikuti Standar Prosedur Operasional (SPO) dengan waktu pelaporan yang ditetapkan ≤ 60 menit. Faktor-faktor yang mempengaruhi lamanya waktu pelaporan antara lain keterbatasan tenaga dokter spesialis radiologi, tingginya jumlah pasien, antrean pelayanan, serta kendala teknis. Berdasarkan SPO salah satu rumah sakit, pelaksanaan pelaporan hasil kritis di Instalasi Radiologi salah satu rumah sakit ini telah berjalan cukup baik dengan capaian ketepatan waktu sebesar 87,5%. Namun, apabila ditinjau berdasarkan standar nasional KMK HK.01.07/MENKES/1596/2024, pelaksanaan pelaporan hasil kritis tersebut belum sesuai. Saran: Diperlukan penambahan tenaga ahli, penataan jadwal kerja yang lebih proporsional, peningkatan sistem komunikasi agar pelaporan hasil kritis berlangsung lebih cepat, stabil, dan mendukung keselamatan pasien. Perlu dilakukan revisi SPO waktu pelaporan hasil kritis ≤ 30 menit agar selaras dengan KMK Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1596/2024.

References

[1] Akbar, F., Manurung, K., Ketaren, O., & Tarigan, F. L. (2022). Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Tk Ii Putri Hijau Medan Tahun 2021. PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 621–632. https://doi.org/10.31004/prepotif.v6i1.3554

[2] Ali, S., Al, S., Abdullah, H., Sleem, A. Al, Hamad, A., Almansour, S., Dhafer, S., Al, H., Hamad, M., Mohammed, S., Shaman, H., & Mansour, A. (2024). Radiology in Emergency Medicine Critical Imaging Decisions. 7.

[3] Bojonegoro, R. D. R. S. D. (n.d.). SPO Hasil Kritis Rsud Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

[4] Farlinda, S., Nurul, R., & Rahmadani, S. A. (2017). Pembuatan Aplikasi Filling Rekam Medis Rumah Sakit ISSN : 2354-5852. Kesehatan, 5(1), 8–13.

[5] Indonesia, M. K. R. (2024). KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.01.07/MENKES/1596/2024.

[6] Kemenkes RI. (2024). Kemenkes RI,2024. Kementrian Kesehatan, 31–34.

[7] Lasso, C. K. R. (2023). Faktor Hambatan Dalam Akses Pelayanan Kesehatan Pada Puskesmas di Indonesia: Scoping Review. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 13(Oktober), 1–8.

[8] Malik, M. (2015). Effective communication of critical radiology results : The implementation of panic alert mechanism. 65(December), 1310–1314.

[9] Permenkes Republik Indonesia No.4, 11 Sustainability (Switzerland) 1 (2019). http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI

[10] Suhartina, I. (2019). Analisis Efektivitas SOP Pelaksanaan Penyimpanan Berkas Rekam Medis Di Puskesmas Lawang. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 7(2), 128. https://doi.org/10.33560/jmiki.v7i2.226

[11] Taufiq, A. R. (2019). Penerapan Standar Operasional Prosedur (Sop) Dan Akuntabilitas Kinerja Rumah Sakit. Jurnal Profita, 12(1), 56. https://doi.org/10.22441/profita.2019.v12.01.005

[12] Telaumbanua, R. F. (2020). Peran Tenaga Kesehatan dalam Melaksanakan Pelayanan Kesehatan WBP Rutan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 205–212. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.247

Downloads

Published

2026-03-13

How to Cite

Riska Khairunnisa, Ari Anggraeni, & Muhamad Fa’ik. (2026). MANAJEMEN HASIL KRITIS DI INSTALASI RADIOLOGI . Journal of Innovation Research and Knowledge, 5(10), 11619–11636. Retrieved from https://bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/12538

Issue

Section

Articles