Analisis Dampak Longsoran Gunung Bawakaraeng Terhadap Laju Sedimentasi Waduk Bili-Bili
Keywords
Sedimentation, Musle, Meyer-Peter M, Reservoir ContentAbstract
The landslide in the Bawakaraeng Caldera in March 2004 produced approximately 200–300 million m³ of debris, which flowed into the Jeneberang River and caused sedimentation in the Bili-Bili Reservoir. This study aims to analyse the potential for landslides, the impact of landslides on sediment transport at Sabo Dams 7-7, 7-6, and 7-5, and the rate of sedimentation entering the reservoir. The methods employed include the MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation) for erosion analysis, the Meyer-Peter Müller (MPM) method for bedload sediment transport, and analysis of suspended sediment discharge using AWLR data. The results indicate that the landslide potential reaches 313.349 tonnes/year (830.593 m³/year), classified as very high. The highest sediment transport occurs at Sabo Dam 7-7 at 787.171m³/year, followed by a decrease at Sabo Dam 7-6 at 753.491m³/year and Sabo Dam 7-5 at 228.439 m³/year. Sediment entering the Bili-Bili Reservoir exhibits a seasonal pattern, with total accumulation reaching 799,170,000 m³ by 2025. The conclusions of this study indicate that landslides from Mount Bawakaraeng have a significant impact on increased sedimentation, and that the presence of sabo dams is capable of retaining some sediment, although they are not yet fully optimal
References
Achsan, A., Bisri, M., & Suhartanto, E. (2015). Analisis kecenderungan sedimentasi waduk bili- bili dalam upaya keberlanjutan usia guna waduk.
Anjasmara, N. (2019). Analisis Laju Sedimen Melayang Pada Sungai Saddang.
Arifin, F., Muhibuddin, A., & Saleh, H. (2023). Mitigasi Kawasan Rawan Banjir Pada Daerah Aliran Sungai Jeneberang Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Urban and Regional Studies Journal, 6(1), 71–82.
Asrib, A. R. (2012). Model Pengendalian Sedimentasi Waduk Akibat Erosi Lahan Dan Longsoran Di Waduk Bili-Bili Sulawesi Selatan.
Asrib, A. R., Purwanto, Y. J., & Sukandi, S. (2011). Dampak Longsoran Kaldera Terhdapa Tingkat Sedimentasi Di Waduk Bili-Bili Provinsi Sulawesi Selatan. 2, 135–146.
Hasnawir. (2012). Ambang Batas Curah Hujan Untuk Bencana Sedimen Di Kaldera Bawakaraeng, Sulawesi Selatan. c, 14–24.
Lily Montarcih, L. (2009). Hidrograf Satuan Sintetik Limantara (Studi kasus di sebagian DAS Di Indonesia) Jurnal Rekayasa. Volume.
Limantara, L. M., & Wahyuni, S. (2022). Analisis Volume Limpasan Permukaan dan Erosi Tanah dengan Model Soil Conservation Service ( SCS ) dan Modified Universal Soil Loss Equation ( MUSLE ) Menggunakan Alat Rainfall Simulator. 2(1), 410–423.
Mansida, A., Mut, L., & Irmawati, I. (2018). Pengaruh Variasi Panjang Pipa Isap Flushing Counduit Terhadap Volume Penggelontoran Sedimen di Waduk (Uji Eksperimental). Teknik Hidro, 11(2), 26–37.
Maulana, A. K., Musa, R., & Ashad, H. (2024). Evaluasi Fungsi Bangunan Pengendali Sedimen Sungai Jeneberang Bagian Hulu Waduk Bili-Bili Kab. Gowa (Studi Kasus pada Jebolnya SP. 1 dan SP. 2). Jurnal TESLINK: Teknik Sipil Dan Lingkungan, 6(2), 300–307.
Panguriseng A, M. Altin, P. (2014). Analisis Sedimentasi Sungai Jeneberang Menggunakan Citra SPOT-4. 126–130.
Putra, F. D. I. (2022). Analisis Angkutan Sedimen Dari Tanah Longsoran Tebing Akibat Perubahan Debit Yang Terjadi Pada Saluran Tilting Flume. Rekayasa Teknik Sipil, 10(2).
Ramadhan, M., & Wibowo, H. (2019). (Studi Kasus Dusun Lintang Batang Kecamatan Sungai Ambawang). 1–9.
Sanjaya, E. T., Lukman, M., Tanan, B., Program, M., Teknik, S., Kristen, U., & Paulus, I. (2020). Analisis Volume Sedimen Berdasarkan Hasil Pengukuran Dengan Echosounder Dalam Waduk Bili-bili Kabupaten Gowa. 2(3), 192–196.
Savitri, F. A. (2024). Studi Pengendalian Sedimentasi di Sungai Bangga Palu Watershed Central Sulawesi. August 2023. https://doi.org/10.5614/jts.2023.30.2.3
Sugiyanto, D. (2009). Pemetaan potensi ancaman gerakan tanah longsor di provinsi sumatera utara. 7, 1–14.
Wahyuningrum, C. A. (2025). Strategi Penanganan Sedimentasi Waduk Melalui Reduksi Yil Sedimen Pada Daerah Tangkapan Air Waduk Bili-Bili Kabupaten Gowa.
Yamakoshi, T., Shimizu, Y., Osanai, N., & Sasahara, K. (2008). Proses Erosi Massa Runtuh Akibat Longsor Raksasa Gunung Bawakaraeng, Sulawesi, Indonesia Tahun 2004 yang Terungkap oleh Citra Satelit Multi-Temporal E-4 Proses erosi massa runtuhan longsoran raksasa Gunung Bawakaraeng, Sulawesi, Indonesia pada tahun 2004 yang terungkap melalui citra satelit multitempora. November.




