Komparatif Pendapatan Usahatani Padi Sistem Panen Tradisional Dan Modern Di Kecamatan Bp Peliung Di Kabupaten Oku Timur
Keywords
Rice Farming Harvesting System, Income, Break-Even PointAbstract
Rice is an agricultural crop and is one of the main crops in Indonesia and around the world. As a major commodity in our country, it is important to understand the development and conditions of rice farmers through rice farming activities. One of the factors affecting rice farming is the harvesting system. Agricultural mechanization is expected to play an important role in increasing productivity and work efficiency, improving product quality and competitiveness, reducing losses, and lowering production costs. The traditional harvesting system is a method that has been used for generations, whereas the use of agricultural machinery can reduce farming costs and increase farmers’ profits, thereby contributing to the achievement of food self-sufficiency. Therefore, the government has provided various forms of agricultural technology assistance to farmer groups, one of which is harvesting machinery, particularly the combine harvester. The objective of this study was to analyze the differences in cost structure and income between rice farming using the traditional harvesting system and the combine harvester system, as well as to analyze the Comparative Break-Even Point (BEP) of rice farming under both harvesting systems. The results showed that Cost Structure and Income: rice farming using the modern harvesting system with a combine harvester had more efficient costs and higher income than the traditional system. Consequently, the ratio under the modern system was higher, indicating greater profitability. Break-Even Point (BEP): Both harvesting systems were above their respective break-even points, indicating that both were economically feasible. However, the difference between income and the BEP was greater under the modern system, indicating a higher profit margin and a lower risk of loss compared with the traditional harvesting system
References
Dalam Upaya Percepatan Produksi Pangan di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 34 (2): 163-177
Amrullah, Eka Rastiyanto dan Ani Pullalla. 2019. Dampak Penggunaan Combine Harvester Terhadap Kehilangan Hasil Panen Padi di Provinsi Banten. Jurnal Agro Ekonomi, Volume 37 No. 2. http://dx.doi.org/10.21082/jae.v37n2.2019.113-12
Ananto E. E., A. Setyono dan Sutrisno. 2003. Panduan Teknis Penanganan Panen dan Pascapanen Padi Dalam Sistem Usahatani Tanaman-Ternak. Puslitbangtan, Bogor.
Andi Muhammad Akbar Alamsyah (2021). Perbandingan Pendapatan Usahatani Padi Sistem Panen Tradisional Dan Mesin Combine Harvester (Studi Kasus Di Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur). Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar 2021.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Manajemen Penelitian. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta. hal. 98
Boy., D, Yossie., Y, Andriani E (2024). Pengaruh Penggunaan Combine Harvester Terhadap Produktivitas. Jurnal Ilmu Tanaman, Sains dan Teknologi PertanianVolume. 1. No. 2.
BPS. 2012. Staistik Ketahanan Pangan. Badan Pusat Statistik Kabupaten OKU Timur.
Dewi, S. R. ( 2018). Analisis Pendapatan Usaha Tani Manggis TErhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani Manggis Didesa Cikalong, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. AGROINFO GALUH , IV (3), 936 945.
Hasibuan, F. 1999. Kajian Teknis dan Ekonomis Pemakaian Head Feed Combine harvester(CA 385 EG) di Daerah Sukamadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Skripsi. Jurusan Mekanisasi Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. IPB. Bogor.
Kunuti, S. A., Rauf, A., & Saleh, Y. (2020). Perbandingan Hasil Panen Usahatani Padi Sawah Menggunakan Combine Harvester Dan Sistem Bawon Di Kabupaten Gorontalo. Jambura Agribusiness Journal, 1(2), 63-70.
Kurnia (2022). Analisis Perbandingan Pendapatan Usahatani Padi Antara Petani Yang Menggunakan Alat Panen Combine Harvester Dan Petani Yang Tidak Menggunakan Alat Panen Combine Harvester Di Kec. Ujungjaya, Kab. Sumedang. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat, Jalan Kayuambon no. 80, Lembang, Bandung (BPTP)
Listiana, I., & Rangga, K. (2020). Respons Petani terhadap Penggunaan Combine Harvester pada Waktu Panen Padi Sawah di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 23(3), 259-269.
M, R. M. (2017). Kontribusi Usaha Tani Madu Sialang Terhadap Pendapatan Keluaraga Petani (Studi kasus Di Desa Gunung Sahilan Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar. JOM Fekon , IV (1), 1073-1082.
Purwantini TB, Susilowati SH. 2018. Dampak Penggunaan Alat Mesin Panen Terhadap Kelembagaan Usaha Tani Padi. Analisis Kebijakan Pertanian. 16(1): 73-88. DOI: http://dx.doi.org/10.21082/akp.v16n1.2018.73-88
Sabirin, Adi Suyatno dan Novira Kusrini (2024). Pengaruh Penggunaan Mesin Panen (Combine Harvester) Terhadap Biaya Dan Pendapatan Usaha Tani Padi Sawah Di Kabupaten Sambas. Jurnal Ilmiah Agribisnis Vol 7 (2), 2024.
Saputra, H. (2021). Analisis Kelayakan Mesin Combine Harvester dari Aspek Teknis, Finansial dan Sosial Budaya pada Usaha Tani Padi di Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Journal of Global Sustainable Agriculture, 1(2), 46-55.
Sudarti (2020). Prospek Penggunaan Mesin Panen Padi Combine Harvester Di Desa Karang Mulya Semendawai Timur OKU Timur. Jurnal Bimas STIPER Belitang
Sukirno MS. 1999. Mekanisasi Pertanian: Pokok Bahasan Alat Mesin Pertanian dan Pengelolaannya. Diktat Kuliah UGM. Yogyakarta (ID): Universitas Gadjah Mada.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan 16. CVAlfabeta. Bandung.
Yusun., M, Fariadi., H dan Andriani., E (2024). Komparasi Biaya Panen Padi Sawah Antara Petani Mengadopsi dan Tidak Mengadopsi Teknologi Harvester Combine Machine di Desa Padang Siring Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan. Jurnal Ilmu Tanaman, Sains dan Teknologi Pertanian. Vol 1 No. 3.
Zainuddin, Mursalim dan Waris, A. (2016). Analisis Ekonomi Penggunaan Combine Harvester Tipe Crown CCH 2000 Star. Agri Techno , IX (1), 36-43.





