Teknik Pemeriksaan Radiografi Nasofaring Dengan Kasus Hipertropi Adenoid Di Instalasi Radiologi Rsud Dr. Gondo Suwarno

  • Rizka Amelya Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Ari Anggraeni Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Ildsa Maulidya Mar'atush Nasokha Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Keywords

Cervical Lateral, Open Mouth Extension, Calculation

Abstract

Pemeriksaan radiografi nasofaring pada kasus hipertrofi adenoid di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Gondo Suwarno menggunakan proyeksi ekstensi servikal lateral. Terdapat perbedaan teori dalam penggunaan proyeksi kranial lateral kepala dengan ekstensi penuh dan pasien membuka mulut. Tujuan dari Teknik Pemeriksaan Radiografi Nasofaring pada Kasus Hipertrofi Adenoid di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Gondo Suwarno adalah untuk mengetahui mengapa pemeriksaan radiografi pada kasus hipertrofi adenoid di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Gondo Suwarno menggunakan proyeksi servikal lateral dengan ekstensi mulut terbuka. Pemeriksaan dilakukan menggunakan teknik jaringan lunak dengan faktor paparan 60–70 kV dan 6–10 mAs, sehingga pembesaran adenoid dapat terlihat lebih jelas dan detail pada radiografi. Metode: Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang didukung oleh perhitungan sederhana. Subjek penelitian terdiri dari tiga radiografer, satu ahli radiologi, dan satu pasien anak dengan hipertrofi adenoid. Penggunaan satu pasien disebabkan oleh kelangkaan pemeriksaan radiografi nasofaring dengan hipertrofi adenoid klinis di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Gondo Suwarno. Objek penelitian adalah pemeriksaan radiografi nasofaring dengan kasus hipertrofi adenoid di Unit Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Gondo Suwarno. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pemeriksaan Radiografi Nasofaring dengan Kasus Hipertrofi Adenoid di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Gondo Suwarno menggunakan proyeksi ekstensi lateral servikal mulut terbuka karena citra adenoid lebih terlihat dengan posisi berdiri menyamping dengan kepala ekstensi penuh. Metode pengukuran adenoid menggunakan pembanding berdasarkan skala usia. Rasio normal adenoid nasofaring pada anak usia 8,6 tahun = 0,568 dan rasio adenoid pada anak usia 9,6 tahun = 0,536. Jadi An. Kesimpulan: Radiografi nasofaring di Rumah Sakit Daerah Dr. Gondo Suwarno untuk hipertrofi adenoid hanya memerlukan pengangkatan benda logam, dan pasien diposisikan miring (ekstensi mulut terbuka). Sinar diarahkan tegak lurus menggunakan proyeksi servikal lateral, dan hasilnya diukur terhadap skala usia normal.

References

Anwar Latif.Pdf, n.d.) Ahmad, Z., Krüger, K., Lautermann, J., 30 Lippert, B., Tenenbaum, T., Tigges, M., & Tisch, M. (2023). Adenoid e Vegetationen – Diagnostik und Therapie – die neue S2k-Leitlinie. Hno, 71(June), 67–72.

Artur Niedzielski, Lechosław Paweł Chmielik, Grażyna Mielnik-Niedzielska , Anna Kasprzyk, (2023)

Bordoni, N. L. M. ; B. (2023). Anatomi, Kepala dan Leher, Nasofaring. 8 Agustus 2023.

Bontranger, Kenneth L. 2018. Textbook Of Positioning And Related Anatomy, Eight Edition. CV.Mosby Company: ST.Louis.

Cut Vani, & Andrian Andrian. (2023). Laporan Kasus Karsinoma Sel Skuamosa Nasofaring. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran, 2(2), 163–191.

Cleveland,(2022)my.clevelandclinic.org/health/body/23181-adenoid s

Imas Masturoh, N. A. T. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. In Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (Vol. 53, Issue 9).

Kintawati, S., Darjan, M., & Yohana, W. (2017). Analysis of Ki-67 expression as clinicopathological parameters in predicting the prognosis of adenoid cystic carcinoma. Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi), 50(4), 205.-210

Long, B. W., Rollins, J. H., & Smith, B. J. (2016). Merrill’s Atlas Of Radigraphic Positioning and Procedures. In Elsevier.

Nugroho, P. S., Falerina, R., Rakhma, H. K., & Nurfaizi, A. (2023). Correlation of Clinical Score, Radiological Examina tion, and Nasopharyngeal Endoscopy in Adenoid Hypertrophy Patients as a Consideration of Adenoid ectomy. Korean Journal of Otorhinolaryngology-Head and Neck Surgery, 66(5), 315–321.

Nurvan, H., Wardani, A. K., & Palupi, N. E. (2023). Karakteristik Pemeriksaan Pasien Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Ananda Babelan Bekasi Periode Agustus 2021–Juli 2022: Studi Retrospektif. Jurnal Pandu Husada, 4(4), 1–14.

Sari, M. S., & Zefri, M. (2019). Pengaruh Akuntabilitas, Pengetahuan, dan Pengalaman Pegawai Negeri Sipil Beserta Kelompok Masyarakat (Pokmas) Terhadap Kualitas Pengelola Dana Kelurahan Di Lingkungan Kecamatan Langkapura. Jurnal Ekonomi, 21(3), 311.

Undari Sulung, M. M. (2024). MEMAHAMI SUMBER DATA PENELITIAN : PRIMER, SEKUNDER, DAN TERSIER. Jurnal Edu Research, 5.

Wijaya, J. H., Surjotomo, H., & Sp, T. H. T. K. L. K. (n.d.). Laporan Kasus Hipertrofi Adenoid Residu Perbandingan Teknik Adenoid ektomi Kuretase Dan Kauter Suction Dengan Endoskopi. 1–5.

(Wijaya et al., n.d.) Ahmad, Z., Krüger, K., Lautermann, J., Lippert, B., Tenenbaum, T., Tigges, M., & Tisch, M. (2023). Adenoid e Vegetationen – Diagnostik und Therapie – die neue S2k-Leitlinie. Hno, 71(June), 67–72.

Tresnaningtyas, Luthfiana (2024). Teknik Pemeriksaan Radiografi Rasio Adenoid Nasofaring (Ran) Pada Kasus Hipertrofi Adenoid Di Instalasi Radiologi Rsud Ra Kartini Jepara

2026-10-03