Hubungan Pola Makan Plant-Based Dengan Tingkat Keparahan Gejala Menopause Pada Wanita Usia 45-70 Tahun Di Desa Sungai Tuan Ulu Kabupaten Banjar
Keywords
Plant-Based, Pola Makan, Menopause, Gejala Menopause, Menopause Rating ScaleAbstract
Latar Belakang: Menopause merupakan fase fisiologis yang dapat menimbulkan berbagai gejala dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda pada setiap wanita. Pola makan nabati yang tekanan konsumsi pangan nabati diduga dapat berhubungan dengan tingkat keparahan gejala menopause.Tujuan penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makan nabati dengan tingkat keparahan gejala menopause pada wanita usia 45–70 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan melibatkan 80 responden. Instrumen penelitian untuk mengukur pola makan nabati berupa kuesioner konsumsi kelompok pangan yang meliputi padi-padian/umbi, kacang-kacangan, daging, pangan hewani, sayuran, dan buah-buahan. Tingkat keparahan gejala menopause diukur menggunakan Menopause Rating Scale (MRS). Analisis data meliputi analisis univariat dan uji korelasi Spearman. Hasil: Rata-rata usia responden adalah 51-55 tahun dan pendidikan terakhir SD . Rata-rata skor pola makan nabati sebesar 16,88 ± 1,91, dengan mayoritas responden berada pada kategori sedang sebanyak 50 orang (62,5%). Rata-rata skor MRS sebesar 11,01 ± 2,91, dengan sebagian besar responden mengalami gejala menopause kategori sedang sebanyak 58 orang (72,5%). Uji Spearman menunjukkan rₛ = 0,045 dan p = 0,689 (p > 0,05), yang menunjukkan hubungan positif sangat lemah dan tidak bermaksud secara statistik.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pola makan nabati dengan tingkat keparahan gejala menopause pada wanita usia 45–70 tahun dalam penelitian ini. Saran: Wanita menopause tetap dianjurkan menerapkan pola makan seimbang dan beragam serta memperhatikan kebutuhan gizi selama masa menopause.
References
Badan Pusat Statistik. (2019). Katalog: 4104001. Statistik Penduduk Lanjut Usia Di Indonesia
Barnard, N.D. et al. (2021). The Women's Study for the Alleviation of Vasomotor Symptoms (WAVS). Menopause Journal.
Dartiwen, D., & Aryanti, M. (2022). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada Remaja dan Perimenopause. Deepublish.
Kumalasari, & Andhyantoro, I.(2012). Kesehatan Reproduks iuntuk Mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan. Salemba Medika
Mulyani N. Menopause Akhir Siklus Menstruasi pada Wanita di Usia Pertengahan. Kedua. Yogyakarta: Nuha Medika; 2017.
Kusumawati, S. (2019). Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kesiapan Ibu dalam Menghadapi Menopause di Desa Berangas Timur Kab. Barito Kuala. Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan Akbid YLPP Purwokerto, 10(1).
Kemenkes RI. (2019). 8 Faktor Penyebab Menopause Dini. Direktorat Promosi Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat.
Koeryaman, M. T., & Ermiati, E. (2019). Adaptasi gejala perimenopause dan pemenuhan kebutuhan seksual wanita usia 50-60 tahun. MEDISAINS.
Kumalasari, & Andhyantoro,I.(2021). Kesehatan Reproduksi untuk Mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan. Salemba Medika.
Marni,dkk (2024). Kualitas Hidup Wanita Pasca Menopause. Yogjakarta
Notoatmodjo, Soekidjo., 2014. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Setiadi. (2009). Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Graha Ilmu
Suparni, I. E., & Astutik, R. Y. (2020). Menopause masalah dan penanganannya. Deepublish.
Gençtürk N, Bilgiç FŞ, Kaban HÜ. The effect of soy isoflavones given to women in the climacteric period on menopausal symptoms and quality of life: systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Explore. 2024.
Efficacy of plant-derived dietary supplements in improving overall menopausal symptoms in women: an updated systematic review and meta-analysis. Phytotherapy Research. 2024.
Lifestyle Medicine and Vasomotor Symptoms: An Analytic Review. 2024
Construct validity of the Menopause Rating Scale in Indonesia. Menopause. 2019.





