Evaluasi Dampak Lingkungan dan Penerimaan Sosial Pembangunan Kolam Retensi Sempaja, Samarinda, Berbasis Pemantauan UKL-UPL

  • Muhammad Rizky Arifandra Fauzi Program Studi Magister Teknik Sipil, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Indonesia
  • Tukimun Tukimun Program Studi Magister Teknik Sipil, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Indonesia
  • Suratmi Suratmi Program Studi Magister Teknik Sipil, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Indonesia

Keywords

Environmental Monitoring, Retention Pond, Social Acceptance, Sustainability, UKL-UPL

Abstract

Retention ponds are increasingly built to reduce urban flooding in Samarinda, but their construction generates dust, noise, vibration, and social disturbance in surrounding settlements. Evaluations of such projects in Indonesia are typically limited to checking whether parameters meet standards at a single point in time. This study evaluates the environmental performance and social acceptance of the Sempaja Retention Pond construction in North Samarinda by combining two periods of environmental monitoring data from the project's UKL-UPL implementation reports (2024 and 2025), field observation, and a questionnaire survey of 10 residents. Ten ambient air and noise parameters at the haul route and the adjacent settlement were compared with national standards using concentration-to-standard ratios (C/BM), and results were synthesised in a three-pillar sustainability matrix. Compliance improved from 8 of 10 to 9 of 10 parameters. Total suspended particulates on the haul route fell by 40.1% but still exceeded the standard (244.47 versus 230 µg/Nm³; C/BM = 1.06), while route noise dropped by 3.26 dB(A) to within the limit. In the settlement, all parameters complied, although TSP rose by 50.0% and noise by 3.88 dB(A), narrowing the margin to the noise limit to 2.9 dB(A). Social acceptance was complete, with 100% of respondents aware of and supporting the project and no reported conflicts, and local workers increased from 44.4% to 82.8% of the workforce. The project is broadly moving toward sustainable management, but haul-route dust control and settlement-side noise require targeted strengthening, supported by continuous monitoring and community health surveillance.

References

Agresti, A., & Coull, B. A. (1998). Approximate is better than "exact" for interval estimation of binomial proportions. The American Statistician, 52(2), 119–126. https://doi.org/10.1080/00031305.1998.10480550

Alamsyah, C. W., Nurawaludin, I., & Susetyaningsih, A. (2022). Evaluasi penanganan dampak lingkungan pembangunan Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung. Jurnal Konstruksi, 19(2), 473–482. https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.19-2.906

Dinas PUPR Kota Samarinda. (2024). Laporan pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) pembangunan sub sistem Kolam Retensi Sempaja: Semester II tahun 2024 [Dokumen tidak dipublikasikan]. Pemerintah Kota Samarinda.

Dinas PUPR Kota Samarinda. (2025). Laporan pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) pembangunan sub sistem Kolam Retensi Sempaja: Tahun 2025 [Dokumen tidak dipublikasikan]. Pemerintah Kota Samarinda.

Elkington, J. (1997). Cannibals with forks: The triple bottom line of 21st century business. Capstone.

Glasson, J., Therivel, R., & Chadwick, A. (2012). Introduction to environmental impact assessment (4th ed.). Routledge.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2021). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 4 Tahun 2021 tentang Daftar Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup atau Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup.

Kementerian Negara Lingkungan Hidup. (1996a). Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP-48/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan.

Kementerian Negara Lingkungan Hidup. (1996b). Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP-49/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Getaran.

Kusumawati, R. D., Yudistira, Y., Pribadi, A. D., Bintang, S., & Wijaya, A. (2022). Kajian pengendalian banjir di Kota Samarinda melalui pembangunan kolam retensi. In Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) HATHI ke-39 (Jilid 1, pp. 244–256). Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia.

Maulani, I., Susetyaningsih, A., Nugraha, M. S., & Alawiyah, S. R. (2022). Analisis dampak lingkungan kolam retensi Cieunteung di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Jurnal Konstruksi, 20(1), 8–17. https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.20-1.921

Morrison-Saunders, A., & Arts, J. (Eds.). (2004). Assessing impact: Handbook of EIA and SEA follow-up. Earthscan.

Pratiwi, & Ndraha, A. B. (2018). Strategi pengendalian banjir di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal MSDM, 5(2), 141–156.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Saputra, A. W., Hendrayansyah, P. A., & Zahir, L. A. (2024). Evaluasi dampak lingkungan dari proyek pembangunan jalur lintas selatan di Tulungagung. Jurnal Daktilitas, 4(2), 83–92. https://doi.org/10.36563/daktilitas.v4i2.1372

Tukimun, T., Widayanti, D. S., Trias, W. M., Anugrah, R., & Zaman, K. (2023). Environmental impact assessment on the development and operation of Type B Terminal in Bontang City. International Journal of Entrepreneurship and Business Development, 6(3), 507–514. https://doi.org/10.29138/ijebd.v6i3.2253

Wheeler, S. M., & Beatley, T. (Eds.). (2004). The sustainable urban development reader. Routledge.

World Health Organization. (2021). WHO global air quality guidelines: Particulate matter (PM2.5 and PM10), ozone, nitrogen dioxide, sulfur dioxide and carbon monoxide. World Health Organization.

2026-11-05