PESUGIHAN ALA NYI BLORONG MASA KINI (STUDI PADA GROUP TELEGRAM DUKUN PESUGIHAN TANPA TUMBAL)

Authors

  • Hamirul Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Setih Setio
  • Nanang Al Hidayat Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Setih Setio
  • Nova Elsyra Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Setih Setio
  • Joko Sunaryo Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Setih Setio
  • Ipik Permana Universitas Swadaya Gunung Djati Cirebon
  • Widya Pratiwi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Setih Setio

Keywords:

Fenomena, Pesugihan, Nyi Blorong, Telegram, Tanpa Tumbal

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui fenomena yang terjadi saat ini tentang pesugihan yang dilakukan di era digitalisasi saat ini dengan menggunakan studi fenomenologi dengan pendekatan kualitatif serta pengumpulan data menggunakan hasil percakapan di group telegram Dukun pesugihan tanpa tumbal. Perkembangan Media sosial saat ini terutama telegram menjadi salah satu media dalam penyampain informasi termasuk salah satunya adalah grup pesugihan tanpa tumbal yang dijadikan obyek mencari korban untuk melakukan ritual pesugihan dan tak sedikit dari anggota grup menjadi korban dari praktek pesugihan sehingga diperlukan mental yang sehat untuk tidak tertipu dan menjadi korban dari salah satu praktek pesugihan karena hal tersebut tidak real dan hanya mimpi dan angan-angan dari orang yangg tidak mau berproses dan bekerja keras dalam mencapai kekayaan maunya serba instan sehingga dengan mudahnya tergiur dengan janji-jani manis dukun pesugihan dan diperlukannya mental yang sehat agar tidak tertipu pada hal-hal yang tidak masuk akal.

References

Abdau. (2013). Ritual Pesugihan Di Gunung Kemukus (Studi Deskriftip Tentang Ritual di Gunung Kemukus). Surabaya: Universitas Airlangga.

Asmaran. (2002). Pengantar Studi Akhlak. Rajawali: Jakarta Press.

Boomgaard. (1993). Illicit Riches: Economic Development and Changing attitudes toward money and wealth as reflected in Javanese Popular belief". 197-215.

Danandjaya. (1984). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, Dongeng dan Lain-Lain. Jakarta: Grafiti.

Depdiknas. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional dan Balai Pustaka.

Djuwens. (1988). Metode Kajian Tradisi Lisan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan Yayasan Asosiasi Tradisi Islam.

Geertz. (1983). Abangan, Santri, Priyayi Dalam Masyarakat Jawa . Jakarta: Pustaka Jaya.

Guillot, C. L. (2007). Ziarah dan Wali Di dunia Islam ( Penerjemah: Jean Couteau dkk). Jakarta: Serambi.

Hadi. (2016). Fenomena Psugihan di Pesarean Gunung Kawi Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang dan Muatan Pendidikannya. Malang: Universitas Negeri MALANG.

Harris. (2009). Ziarah In The Javanese Context. Illionis.

HarthDorn. (1860). Dezending op java en meerbepald die van Malang" Dalam Madedelingen Van het . Nederlandsch: Zendelingen Genootschap 4.

Hien, V. (1896). De Javaansche gestinWereld En de betrekking, die tussen de geesten ende zinnelijk wereld Verduidelijkt door petangan's Of Telingen big de Javanen In gebruik. Nederlandh.

Hooykay. (1929). Volksoverlevering In Beeld Dalam Djawa IX. Surakarta: Secretariaat Van Het Java Institut.

Jalaludin. (2012). Psikologi Agama. Jakarta: PT.Raja Grafindo.

Kodiran. (1987). Manusia dan Kebudayaan Di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Koentjaraningrat. (1994). Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.

Kremeer. (1904). BlorongOf The Geldgodin Der Javanen. Nederlandsche: Zendilingge Nootschap.

Magnis-Suseno. (1993). Etika jawa, Sebuah Analisa Falsafah tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: Gramedia.

Mulder. (1983). Mysticicm In Java Ideology In Indonesia. Amsterdam: The Pepin Pers.

Onghokham. (2002). Dari Soal Priayi Sampai Nyi Blorong Refleksi Historis Nusantara. Jakarta: KPG.

Pamberton. (2003). Jawa: On The Subject Of Java. Yogyakarta: Matabangsa.

Pudentia. (1992). Transformasi Sastra, Analisis Atas Cerita Rakyat" Lutung Kasarung". Jakarta: Balai Pustaka.

Roibin. (2008). Mitos Pesugihan Dalam Tradisi Keberagaman Masyarakat Muslim Kejawen: Studi Konstruksi Sosial Mitos Pesugihan Para Peziarah Muslim Kejawen di gunung Kawi Malang. Malang: IAIN Malang.

Runyon, H. d. (1984). Psychology of Adjustment, Home wood. Illionis: The Dorsey Press.

Sari, D. (2016). Makna Ritual Pesugihan Bagi Peziarah Makam Roro Kembang Sore Gunung Bolo Tulung Agung. Jurnal Komunitas.

Soembodo. (tt). Kitab Primbon Qurasyn Adam Malina. Yogyakarta: CV. Buana Raya.

Subagya. (1981). Agama Asli Indonesia. Jakarta: Sinar Harapan dan Yayasan Cipta Loka Caraka.

Warga. (1984). Personal Awareness: Psychology Adjustment, 3 th. Boston: Houghton Muffin Company.

Wessing. (1997). A Princess From Sunda: Some Aspect Of Nyi Roro Kidul. Asian Folklore Studies.

Yogyakarta, T. B. (2011). Kamus Bahasa Jawa. Yogyakarta: Kanisius.

Downloads

Published

2022-09-27

How to Cite

Hamirul, H., Hidayat, N. A., Elsyra, N., Sunaryo, J., Permana, I., & Pratiwi, W. (2022). PESUGIHAN ALA NYI BLORONG MASA KINI (STUDI PADA GROUP TELEGRAM DUKUN PESUGIHAN TANPA TUMBAL). JISOS: JURNAL ILMU SOSIAL, 1(8), 839–852. Retrieved from https://bajangjournal.com/index.php/JISOS/article/view/3563

Issue

Section

Articles