KAMPANYE DIGITAL CINTA KASIH BERENCANA MENINGKATKAN PARTISIPASI KELUARGA BERENCANA DI ENDE

Authors

  • Sisilia Leny Cahyani Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Yuliana Dafroyati Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Maximilianus Kolbe Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Suidah Suidah Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Theresia Rani Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Natalia Yestin Demu Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Sutriani D. Andi Poltekkes Kemenkes Kupangin
  • Christin Kasih Laja Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Dewi Komalasari Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Maria Yohana Ari Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Nurlailah Dala Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Gradiana Y. Papebata Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Retno Widayanti Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Rosita Mustafa Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Siti Kamaria H. Abdullah Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Siti Fatimah Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Rosina Bunga Renggi Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Charlin Inda Haji Daud Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Martha Wilhelmina S. Dj. Rada Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Filomena Helena Kelly Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Jubaidah Gefar Poltekkes Kemenkes Kupang

Keywords:

Keluarga Berencana (KB), Kampanye Digital, Media Video, Pasangan Usia Subur (PUS), Puskesmas Kotaratu, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan pilar penting dalam menekan angka kelahiran dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, namun mitos dan kurangnya informasi masih menjadi hambatan besar di wilayah Nusa Tenggara Timur. Program Keluarga Berencana (KB) juga dihadapkan pada tantangan miskonsepsi dan rendahnya partisipasi, khususnya dalam penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), meskipun angka partisipasi KB cukup baik, namun didominasi oleh metode jangka pendek yang berisiko drop out tinggi. Puskesmas Kotaratu, Kabupaten Ende, mencatat capaian akseptor KB aktif sebesar 54,40% dari total Pasangan Usia Subur (PUS). Tujuan: Proyek inovasi Keperwatan “Kampanye Digital Cinta Kasih Berencana” ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) mengenai kontrasepsi melalui kampanye digital "Cinta Kasih Berencana".  Metode : yang digunakan adalah pengembangan konten edukasi audio-visual yang disebarkan melalui platform media sosial Youtube https://youtu.be/0ONR82cQ9x4?si=5rJzc_zDS0FODfVq. Hasil : dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 72% menjadi 98%, atau naik sebesar 26%, Perubahan Sikap dan Motivasi sebnayak 76% peserta menyatakan termotivasi untuk mengikuti KB, Peningkatan Cakupan Akseptor KB yaitu 6 orang WUS  tercatat mendaftar dan melakukan pemasangan kontasepsi jenis imolant seminggu setelah kampanye digital. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media digital mampu menjangkau khalayak yang lebih luas, memberikan akses informasi yang mudah dipahami, serta menjadi jembatan untuk mengklarifikasi mitos-mitos terkait KB yang di Disimpulkan bahwa inovasi edukasi digital sangat efektif dalam mendukung

References

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Pedoman Program Keluarga Berencana Nasional. 2023.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Laporan Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI). Jakarta: BKKBN, 2021.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Jakarta: Kemenkes RI, 2016.

Kementerian Kesehatan RI. Panduan Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja. 2022.

Setiawan, R. Pemanfaatan Media Sosial dalam Promosi Kesehatan. Jakarta: UI Press, 2021.

World Health Organization (WHO). Prevalence of contraceptive use in 2020. Geneva: World Health Organization, 2021.

Downloads

Published

26-01-2026

How to Cite

Sisilia Leny Cahyani, Yuliana Dafroyati, Maximilianus Kolbe, Suidah, S., Theresia Rani, Natalia Yestin Demu, … Jubaidah Gefar. (2026). KAMPANYE DIGITAL CINTA KASIH BERENCANA MENINGKATKAN PARTISIPASI KELUARGA BERENCANA DI ENDE. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 5(5), 341–346. Retrieved from https://bajangjournal.com/index.php/JCI/article/view/12274