EFEK MINUMAN SERBUK HYTENSOL TERHADAP KADAR NA+, K +, CL- DAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI POSBINDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAKRANEGARA KOTA MATARAM
Keywords:
Hytensol, Hipertensi, Tekanan Darah, ElektrolitAbstract
Diet rendah natrium dan tinggi kalium merupakan salah satu alternatif pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Hypertension solution (Hytensol) merupakan minuman serbuk yang menggabungkan 4 bahan pangan (pisang ambon, tomat, jagung dan tempe) yang mengandung tinggi kalium (1.388 mg) dan rendah natrium (15 mg) per 100 g bahan. Hal ini memberikan peluang minuman serbuk hytensol sebagai terapi untuk membantu menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek minuman serbuk Hytensol terhadap kadar elektrolit Na+, K+, Cl- darah dan tekanan darah penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan rancangan post test only control group design. Sampel penelitian adalah penderita hipertensi yang memenuhi kriteria berjumlah 30 orang. Data tekanan darah sampel dikumpulkan menggunakan alat tensimeter digital, kadar elektrolit Na+, K+, Cl- melalui pemeriksaan laboratorium dengan pengambilan sampel darah, data konsumsi minuman serbuk hytensol dikumpulkan dengan cara food weighing. Sampel berusia antara 40-60 tahun, dengan jenis kelamin sebagian besar (80%) adalah perempuan. Sebagian besar sampel kelompok perlakuan (60%) dan sampel kelompok control (66,67%) termasuk dalam katogeri dengan onset penyakit < 12 bulan, sedangkan dari aktifitas Sebagian besar sampel kelompok perlakuan (80%) dan sampel kelompok control (66,7%) memiliki aktifitas ringan. Hasil pemeriksaan tekanan darah kelompok perlakuan sebelum dan sesudah perlakuan terdapat perbedaan yang siginifikan (sistolik p = 0.001 < 0.05; diastolic p=0.021 < 0.05). Hasil pemeriksaan kadar elektrolit darah Na+, K+, Cl- pada kelompok perlakuan sebelum dan sesuadah perlakuan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p = >0,05).
Minuman serbuk hytensol memberikan efek terhadap penurunan tekanan darah (sistolik dan diastolic) pada penderita hipertensi, namun tidak memberikan efek terhadap kadar elektrolit Na+, K+, Cl-, Darah.
References
Adam L. ( 2019). Determinan hipertensi pada lanjut usia.;1(2):82–9.
Afriani, B., Camelia R., & Astriana, W. (2023). Analisis Kejadian Hipertensi pada Lansia. Jurnal Gawat Darurat, 5(1), 1–8. https://doi.org/10.32583/jgd.v5i1.912
Anggraini P, Rusdi R, Ilyas Ei. (2016). Kadar Na+, K+, Cl-, Dan Kalsium Total Serum Darah Serta Hubungannya Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi.. 2016;12(1):50–66.
Ardiningsih M, Soleha NZ, & Rahmi UN. (2017). Formulasi Minuman Serbuk Berbasis Pangan Lokal sebagai Pangan Alternatif untuk Penderita Hipertensi. KTI Jurusan Gizi pada PPKM Poltekkes Kemenkes Mataram,
Arum YTG. (2019). Hipertensi pada Penduduk Usia Produktif (15-64 Tahun). Higeia Journal of Public Health Research and Development.
Astawan M, Wresdiyati T, Maknun L. 2017. Tempe: Sumber Zat Gizi dan Komponen Bioaktif Untuk Kesehatan. Bogor: IPB Press
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2013
Blaustein MP, Zhang J, Chen L, Hamilton BP. 2006. How does salt retention raise blood pressure? Am J Physiol Regul Integr Comp Physiol 290: 514–23
Dinas Kesehatan Provinsi NTB. 2015. Profil Kesehatan Provinsi NTB. Mataram: Dinas Kesehatan Provinsi NTB.
Ferrari P, Ferrandi M, Valentini G, Bianchi G. 2006. Rostafuroxin: an ouabain antagonist that corrects renal and vascular Na+-K+-ATPase alterations in ouabain and adducin-dependent hypertension. Am J Physiol Regul Integr Comp Physiol 290: 529-35.
Fitri Y, Rusmikawati R, Zulfah S, & Nurbaiti N. (2018). Asupan natrium dan kalium sebagai faktor penyebab hipertensi pada usia lanjut. AcTion: Aceh Nutrition Journal.
Grillo, A., Salvi, L., Coruzzi, P., Salvi, P., & Parati, G. (2019). Sodium intake and hypertension. Nutrients, 11(9), 1–16. https://doi.org/10.3390/nu11091970
He, F. J., Tan, M., Ma, Y., & MacGregor, G. A. (2020). Salt Reduction to Prevent Hypertension and Cardiovascular Disease: JACC State-of-theArt Review. Journal of the American College of Cardiology, 75(6), 632–647. https://doi. org/10.1016/j.jacc.2019.11.055
Hidayat DM. 2016. USSEC Soyfood Pragramme Indonesia-Forum Tempe Indonesia di dalam: Kuliah Tamu Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mataram, Mataram, September 16-27.
Horacio J. Adrogue, M.D., and Nicolaos E. Madias, M.D. 2007. Mechanisms Of Disease: Sodium and potassium in the pathogenesis of Hypertension. The new england journal of medicine 356: 1966-78
Kemenkes RI. (2019). Hipertensi Si Pembunuh Senyap. Kementrian Kesehatan RI, 1–5. https://pusdatin. kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/ infodatin/infodatin-hipertensi-si-pembunuh-senyap. pdf [Diakses tanggal 10 Februari 2025).
K. Preyadarsheni and T. Komalavalli. (2025). HR LC-MS FOR THE MANAGEMENT OF SYSTEMIC HYPERTENSION (RATHTHA KOTHIPPU NOI). International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research (IJPSR). 2025; Vol. 15(3): 741-751. E-ISSN: 0975-8232; P-ISSN: 2320-5148
Meneton P, Jeunemaitre X, de Wardener HE, MacGregor GA. 2005. Links among dietary salt intake, renal salt handling, blood pressure, and cardiovascular diseases. Physiol Rev 85: 679-715.
Nainggolan R. Asupan Natrium, Kalium dan Tekanan Darah Penderita Hipertensi (Studi Literatur) Tahun 2021. Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang; 2021
Nakajima N, Nozaki N, Ishihara K, Ishikawa A, Tsuji H. (2005). Analysis of Isoflavone Content in Tempeh, a Fermented Soybean, and Preparation of a New Isoflavone-Enriched Tempeh. Journal of Bioscience and Engineering.;100:685- 689.
Octarini, D. L., Meikawati, W., & Purwanti, I. A. (2023). Hubungan Kebiasaan Konsumsi Makanan Tinggi Natrium dan Kalium Dengan Tekanan Darah Pada Usia Lanjut. Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat, 1(9), 10–17. https://doi.org/10.26714/pskm.v1iseptember.186
Peni T, Sulisdiana. 2015. Efektifitas Jus Pisang dan Air Kelapa Muda Terhadap Tensi Lansia Penderita Hipertensi. Hospital Majapahit 7: Hal 1-10.
Perki. 2015. Pedoman Tatalaksana Hipertensi pada Penyakit Kardiovaskular. Jakarta.
Pescatello LS, Buchner DM, Jakicic JM, Powell KE, Kraus WE, (2019) et al. Physical Activity to Prevent and Treat. Med Sci Sport Exerc.;51(6):1314–23.
Rohatin A, Prayuda CW. (2020). Hubungan Asupan Natrium, Kalium Dengan Hipertensi Pada Lansia Di Poliklinik Penyakit Dalam. Jurnal Fakultas Ilmu Kesehatan
Sangadah, K. (2023). Hubungan Asupan Zat Gizi (Natrium, Kalium, Kalsium, Magnesium) dan Aktifitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi. Nutrizione: Nutrition Research And Development Journal, 2(3), 12-20. https://doi.org/10.15294/nutrizione.v2i3.61280
Septiananda, R. (2021). Hubungan Asupan Natrium, Magnesium dan Kalium Dengan Kadar Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Skripsi. Kendari: Politeknik Kesehatan Kendari
Suarni S, Yasin M. 2011. Jagung Sebagai Sumber Pangan Fungsional. IPTEK Tanaman Pangan 6(1): Hal 41-56.
Tangkilisan, dkk. 2013. Pengaruh Terapi Diet Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var. Sapientum Linn) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Klien Hipertensi Di Kota Bitung. Ejournal keperawatan (e-Kp) 1: Hal 1-6
Triyanto E. (2014). Pelayanan Keperawatan bagi penderita hipertensi secara terpadu. Yogyakarta: Graha Ilmu.
WHO. (2023). Global report on hypertension: The Race Against A Silent Killer. In World Health Organization, 1.
Yanti R. (2019). Hubungan Kadar Natrium, kalium, kalsium terhadap hipertensi pada pasien CAPD di RSUD Dr. Moewardi.
