TANGGUNG JAWAB HUKUM APOTEKER DALAM PENJUALAN OBAT YANG MENGANDUNG DEXTROMETHORPHAN DI APOTEK
Keywords:
Apotek, Apoteker, Dextromethorphan, Tanggung Jawab HukumAbstract
Abstract: Dextromethorphan (DMP) merupakan obat bebas terbatas yang memiliki potensi penyalahgunaan tinggi di masyarakat, terutama di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan penjualan obat yang mengandung DMP dan mengidentifikasi tanggung jawab hukum apoteker serta apotek dalam penjualan yang melebihi batas edar. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan penjualan DMP diatur secara ketat melalui UU Kesehatan, UU Narkotika, dan regulasi BPOM mengenai obat-obat tertentu yang sering disalahgunakan. Tanggung jawab hukum apoteker bersifat individual berdasarkan perbuatan melawan hukum (Pasal 1365 KUHPerdata) dan kelalaian profesional (Pasal 308 UU No. 17/2023). Selain itu, pertanggungjawaban dapat meluas ke korporasi apotek melalui doktrin corporate fault (Pasal 447 UU No. 17/2023 dan PERMA No. 13/2016) jika terjadi kegagalan sistemik dalam pengawasan distribusi obat. Perlunya sinkronisasi sanksi administratif, disiplin, dan pidana menjadi instrumen krusial dalam melindungi kesehatan masyarakat dari penyalahgunaan obat.
References
N. K. Sadli, E. Halimah, R. Winarni, and L. Widyatmoko, “Implementasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik pada Beberapa Rumah Sakit di Indonesia: Kajian Literatur Mengenai Kualitas dan Tantangannya,” J. Sains Farm. Klin., vol. 9, no. 3, pp. 227–236, Jan. 2023, doi: 10.25077/jsfk.9.3.227-236.2022.
Humas BNN, “Ancaman Narkotika Golongan III,” Diakses pada tanggal 21 Agustus 2025, Jam 00.30 WIB. [Online]. Available: https://bnn.go.id/ancaman-narkotika-golongan-iii/
BPOM, “Siaran Pers Nomor Nomor HM.01.1.2.05.25.125 Tanggal 28 Mei 2025 Tentang BPOM Perketat Pengawasan Obat-Obat Tertentu yang Sering Disalahgunakan,” Diakses pada tanggal 20 Agustus 2025, Jam 13.03 WIB. [Online]. Available: https://sijunjung.pom.go.id/hot-issue/bpom-perketat-pengawasan-obat-obat-tertentu-yang-sering-disalahgunakan
V. Komalasari, “Tanggung Jawab Apoteker Dalam Pelayanan Obat Dengan Resep Dokter,” J. Poros Huk. Padjadjaran, vol. 1, no. 2, pp. 226–245, May 2020, doi: 10.23920/jphp.v1i2.242.
Khomsiyah, “Konsekuensi Hukum Penjualan Obat Antibiotik Tanpa Resep Dokter di Apotek,” 2024.
M. F. Winarsih, “Tanggung Jawab Hukum Apoteker Menjual Obat Keras Tanpa Resep Dokter,” 2019.
V. H. Zhornokui, “Legal liability: seven doctrinal approaches to understanding its essence,” Law Saf., vol. 92, no. 1, pp. 90–100, 2014, doi: 10.32631/pb.2024.1.08.
Y. I. Sari, R. Januarita, and R. I. Sundary, “Accountability of Peer to Peer Lending Organizers to Lenders from a Responsibility Theory Perspective,” Krtha Bhayangkara, vol. 19, no. 2, pp. 637–648, Aug. 2025, doi: 10.31599/krtha.v19i2.4023.
A. Baikovs, “NATURE AND FORMS OF REALIZATION OF LEGAL LIABILITY,” Adm. Crim. Justice, vol. 4, no. 85, pp. 115–137, May 2019, doi: 10.17770/acj.v4i85.4015.
A. Supryadi and N. Oktaviani, “Tugas dan tanggung jawab hukum apoteker dalam pelayanan kefarmasian duties and legal responsibilities of pharmacists in pharmaceutical,” Media Keadilan J. Ilmu Huk., vol. 14, no. 1, pp. 110–125, 2023, doi: https://doi.org/10.31764/jmk.v14i1.14281.
S. Bîrsanu, O. Banu, and C. Nanu, “ASSESSING LEGAL RESPONSIBILITY IN ROMANIAN PHARMACEUTICAL PRACTICE,” Farmacia, vol. 70, no. 2382, pp. 557–564, 2022, doi: https://doi.org/10.31925/farmacia.2022.3.24.
G. Reiner, S. L. Pierce, and J. Flynn, “Wrong drug and wrong dose dispensing errors identified in pharmacist professional liability claims,” J. Am. Pharm. Assoc., vol. 60, no. 5, pp. 50–56, Sep. 2020, doi: 10.1016/j.japh.2020.02.027.
M. Hatta, S. Sumiadi, Z. Zulfan, J. Johari, H. Husni, and M. Z. Mohd Zahir, “Criminal Liability Towards Corporations Acting As Narcotics Traffickers In Indonesia,” Int. J. Law, Environ. Nat. Resour., vol. 3, no. 1, pp. 55–66, Apr. 2023, doi: 10.51749/injurlens.v3i1.61.
F. Romanelli and K. M. Smith, “Dextromethorphan abuse: Clinical effects and management,” J. Am. Pharm. Assoc., vol. 49, no. 2, pp. 20–27, Mar. 2009, doi: 10.1331/JAPhA.2009.08091.
D. C. Spangler, C. M. Loyd, and E. E. Skor, “Dextromethorphan: a case study on addressing abuse of a safe and effective drug,” Subst. Abuse Treat. Prev. Policy, vol. 11, no. 1, p. 22, 2016, doi: 10.1186/s13011-016-0067-0.
A. Supryadi, “Duties and Legal Responsibilities of Pharmacists in Pharmaceutical,” Media Keadilan J. Ilmu Huk., vol. 14, no. 1, pp. 110–125, 2023, doi: https://doi.org/10.31764/jmk.v%vi%i.14281.
S. Latu, K. Aswanto, and M. Arie, “Criminal Responsibility of the Pharmaceutical Services in Indonesia Pharmacist in the,” Pharm. Rep., vol. 1, no. 2, pp. 46–52, 2022, doi: https://doi.org/10.33096/pharmrep.v1i2.171.
H. S. Disemadi, “Lenses of Legal Research: A Descriptive Essay on Legal Research Methodologies,” J. Judic. Rev., vol. 24, no. 2, pp. 289–304, 2022, doi: 10.37253/jjr.v24i2.7280.
