GLOWING FROM THE INSIDE: MENJAGA KESEHATAN DARAH REMAJA PUTRI SEBAGAI PENCEGAHAN ANEMIA
Keywords:
Anemia, remaja putri, hemoglobin, kesehatan darahAbstract
Anemia saat ini masih menjadi masalah Kesehatan Masyarakat yang serius terutama di kalangan remaja. Remaja putri lebih berisiko dibandingkan remaja putra. Hal ini disebabkan setiap bulannya remaja putri mengeluarkan darah haid, sehingga membutuhkan zat gizi yang lebih banyak dan berkualitas. Khususnya remaja putri sering mengabaikan Kesehatan mereka terutama dalam pemilihan makanan. Kurangnya pengetahuan mengenai gizi seimbang pada remaja, mengakibatkan pemilihan makanan yang kurang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk pencegahan anemia remaja melalui edukasi cara menjaga kesehatan tubuh di dalam darah melalui makanan yang bergizi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan pertisipatif berupa penyuluhan interaktif, diskusi, tanya jawab, dan pembagian leaflet sebagai media informasi. Kegiatan ini dilakukan di SMA Batik 2 Surakarta dengan melibatkan khusus siswa remaja putri sebagai peserta dengan didampingi guru. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasnya para peserta dalam kegiatan ini dan adanya peningkatan pengetahuan mengenai dampak anemia, gejala, factor risiko, dan pentingnya konsumsi makanan bergizi terutama yang mengandung protein dan zat besi, untuk menjaga kesehatan darah sebagai pencegahan anemia. Saran dalam kegiatan ini, perlu dilakukan edukasi gizi secara berkelanjutan dan pemeriksaan hemoglobin pada remaja secara berkala agar upaya pencegahan anemia lebih optimal.
References
[1] Ansari, M.H., Heriyani, F. & Noor, M.S. (2020) ‘Hubungan Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMPN 18 Banjarmasin’, Homeostasis, d, pp. 209–216.
[2] Briawan, D. (2014) Anemia : Masalah Gizi pada Remaja Wanita. Jakarta: EGC.
[3] Fikawati, Syafiq, V. (2020). Gizi Anak Dan Remaja. Depok : Raja Wali.
[4] Hameed, S., Muskan, G. M., Chethana, K., & Kiran, K. G. (2022). Prevalence of Anaemia among Adolescent Girls on Weekly Iron and Folic Acid Supplementation (WIFS) and Non WIFS Group in Rural Schools of Mangalore, Karnataka; a Comparative Study. National Journal of Community Medicine, 13(2), 104–107. https://doi.org/10.55489/njcm1322022159
[5] Harahap, N.R. (2018) ‘Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri’, Nursing Arts,12(2), pp. 78–90. Available at: https://doi.org/10.36741/jna.v12i2.78.
[6] Kemenkes RI. 2021. Profil Kesehatan Indonesia 2020. Jakarta: Kemenkes RI.
[7] Kumalasari, D. et al. (2019) ‘Pola Menstruasi dengan Kejaidan Anemia pada Remaja’, Wellness And Healthy Magazine, 1(2), pp. 187–192
[8] Nurazizah, Y. I., Nugroho, A., Nugroho, A., Noviani, N. E., & Noviani, N. E. (2022). Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri. Journal Health and Nutritions, 8(2), 44. https://doi.org/10.52365/jhn.v8i2.545
[9] Permatasari Tyas, Briawan Dodik, & Madanijah Siti. (2020). Hubungan Asupan Zat Besi Dengan Status Anemia Remaja Putri Di Kota Bogor. PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4, 95–101.
[10] Suryadinata PYA, Suega K, Wayan I, Dharmayuda TG. 2022. Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Anemia Defisiensi Besi : A Systematic Review. J Med Udayana. 2022;11(2):6-12.
[11] WHO. (2021). WHO Global Anemia Estimates, 2021 Edition. Geneva, Switzerland
