KOPI, IDENTITAS DAN RUANG SOSIAL: DAMPAK MODERNISASI TERHADAP KEBERLANJUTAN KEDAI KOPI LEGENDARIS DAN TRADISIONAL DI KOTA MEDAN
Keywords
Kedai Kopi, Identitas, Ruang Sosial, Moderniasi, KeberlanjutanAbstract
Abstract: Pertumbuhan kedai kopi modern yang pesat pada sebagian perkotaan besar di Indonesia telah memunculkan dinamika baru pada gaya hidup dan ruang sosial masyarakat saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kedai kopi legendaris dan tradisional di Kota Medan sebagai ruang sosial, tempat bertemu, berkumpul yang mempresentasikan identitas budaya lokal, sebuah warisan sejarah serta menganalisis bagaimana proses modernisasi mempengaruhi keberlanjutan dan eksistensi kedai kopi tradisional. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan metode etnologi, dimana data dikumpulkan melalui wawancara kepada pemilik, karyawan, pelanggan beberapa kedai kopi legendaris dan tradisional serta mengumpulam data melalui observasi lapangan dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjuhkan bahwa eksistensi kedai kopi legendaris dan tradisional di Kota Medan hingga saat ini merupakan bukti warisan budaya dan sejarah pada masa lalu. Dan tentu pastinya ada dampak modernisasi itu sendiri terhadap pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat modern saat ini. Meskipun demikian, kedai kopi legendaris dan tradisional tetap bertahan melalui upaya dan strategi adaptasi dan preferensi konsumen, melalui inovasi, pelayanan, pelestarian cita rasa autentik dan penguatan narasai sejarah. Ada upaya lain yang ditunjuhkan lewat komunitas kedai kopi tradisional di tengah perubahan sosial-ekonomi. Dengan demikian, pengaruh moderniasi terhadap kedai kopi legendaris dan tradisional adalah sebagai upaya dan contoh dalam adaptasi berperan penting sebagai simbol resiliensi budaya lokal di tengah perubahan.
References
[1] C. M. Tucher, “Coffee Culture: Local Experience, Global Connections”.
[2] “LP_3811026701_PANDUAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DAN KONEKTIVITAS DESTINASI WISATA KOPI_2020”.
[3] M. Hakim and A. S. Amir, “The Function of a Coffee Shop as a Social Cultural Entity.” [Online]. Available: www.intechopen.com
[4] Badan Pusat Statistik, “Kuliner dan Peluang Bisnis Cuan di Tahun Ular Kayu 2025,” pp. 1–5, 2023.
[5] Grand View Research, “Analysis Coffee Market (2025-2030).”
[6] Media Indonesia (2025), “Konsumsi Naik, Kedai Kopi Diperkirakan 10 Ribu”.
[7] P. Kuliner Lokal Jengkol Tahilala Sebagai Warisan Dan et al., “Preservation Of Local Culinary Jengkol Tahilala As A Banjar Cultural Heritage In Pingaran Village.” [Online]. Available: http://journal.umpalangkaraya.ac.id/index.php/anterior
[8] A. Purwasih, A. Lisdiana, K. Kunci:, S. Kopi, K. Lokal, and G. Hidup, “SECANGKIR KOPI : POTRET ANTARA KEARIFAN LOKAL DAN GAYA HIDUP MASA KINI Informasi artikel ABSTRAK Sejarah artikel: Diterima Revisi Dipublikasikan,” Social Pedagogy: Journal of Social Science Education, vol. 3, no. 1, 2022, [Online]. Available: https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/social-pedagogy
[9] R. Oldenburg, The Great Good Place: Cafe, Coffee Shops, bookstores, bars, hair salons, and other hangouts at the heart of a community. New York: Marlowe & Company. 1999.
[10] “Research Design_ Qualitative, Q - John W. Creswell”.





