MEMBANGUN KEPUASAN WISATA RELIGI MELALUI ISLAMIC BRANDING, PENGALAMAN SPIRITUAL, DAN WORD OF MOUTH PADA DESTINASI WALISONGO
Keywords
Islamic Branding, Pengalaman Spiritual, Word Of Mouth, Kepuasan Wisatawan, Wisata ReligiAbstract
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Islamic branding, pengalaman spiritual, dan word of mouth terhadap kepuasan wisatawan pada destinasi wisata religi Walisongo. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang pernah berkunjung ke destinasi Walisongo, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan jumlah responden sebanyak 120 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan software IBM SPSS Statistics. Hasil uji instrumen menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan valid dan reliabel, serta telah memenuhi uji asumsi klasik yang meliputi normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Islamic branding, pengalaman spiritual, dan word of mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan, baik secara parsial maupun simultan. Pengalaman spiritual merupakan variabel yang paling dominan dalam memengaruhi kepuasan wisatawan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,672 menunjukkan bahwa 67,2% variasi kepuasan wisatawan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengelolaan wisata religi perlu mengintegrasikan aspek citra Islami, pengalaman spiritual, dan komunikasi antar wisatawan untuk meningkatkan kepuasan serta keberlanjutan destinasi wisata religi.
References
[1] Agitasari, D. A., Krisnanda, R., & Sani, F. E. A. (2022). Pengaruh promosi dan word of mouth terhadap minat berkunjung ke wisata religi makam Sunan Giri Gresik. Jurnal Pariwisata Tourista.
[2] Dwihantoro, P., & Vianto, A. (2022). Spiritual marketing sebagai strategi pemasaran destinasi wisata religi. Borobudur Communication Review.
[3] Eid, R., & El-Gohary, H. (2015). Muslim tourist perceived value in the hospitality and tourism industry. Journal of Travel Research.
[4] Hasan, A. (2015). Tourism Marketing. CAPS.
[5] Henderson, J. C. (2010). Sharia-compliant hotels. Tourism and Hospitality Research.
[6] Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management. Pearson.
[7] Kotler, P., Bowen, J., & Makens, J. (2017). Marketing for Hospitality and Tourism. Pearson.
[8] Nanggong, et al. (2023). The influence of religiosity and experience on tourist satisfaction. Journal of Tourism Research.
[9] Setyani, N. H., Bintarawati, F., & Fittria, A. (2024). Pengembangan wisata halal dan destination branding. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat.
[10] Setyani, N. H., et al. (2024). Destination branding dalam wisata halal. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat.
[11] Silverman, G. (2011). The Secrets of Word-of-Mouth Marketing. AMACOM.
[12] Warapsari, D., & Rusfian, E. (2020). Electronic word of mouth pada wisata halal. Religious Journal.
[13] Warapsari, D., & Rusfian, E. (2020). Electronic word of mouth turis Muslim mengenai pariwisata halal di Lombok. Religious: Jurnal Studi Agama.





