OPTIMASI DOSIS ENTRANCE SURFACE DOSE (ESD) MELALUI VARIASI FAKTOR EKSPOSI DENGAN PHANTOM PADA RADIOGRAFI ABDOMEN KONDISI KEGAWATDARURATAN
Keywords
Abdomen, Entrance Surface Dose (ESD), Faktor Eksposi, KegawatdaruratanAbstract
Abstract: Latar Belakang: Pemeriksaan radiografi abdomen pada kondisi kegawatdaruratan menuntut kecepatan penegakan diagnosis. Namun, tantangan klinis sering menyebabkan penggunaan faktor eksposi yang tidak optimal, yang berisiko meningkatkan paparan radiasi bagi pasien. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan nilai faktor eksposi dalam menghasilkan ESD paling optimal pada pemeriksaan radiografi Abdomen kondisi kegawatdaruratan. ESD (Entrance Suface Dose) merupakan indikator langsung dosis radiasi yang diterima kulit pasien. ESD perlu diteliti karena berhubungan dengan keselamatan pasien. Digunakan untuk evaluasi proteksi radiasi pasien. Menjadi dasar perbandingan dengan standar seperti DRL/IDRL, dan mambantu menerapkan prinsip ALARA tetap diterakan.
Metode: Penelitian eksperimentan dengan pengambilan data secara kuantitatif. Di Laboratorium Radiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta bulan Februari 2026. Nilai ESD di dapatkan dengan mengkalikan BSF x TO (Tube Output) x FFD/FSD2 x mAs. Pengambilan data menggunakan Pesawat Sinar X, Phantom Abdomen, Dosimeter (Raysafe), Alat tulis/kertas penanda, Handphone (dokumentasi), Penggaris, Meteran, di lakukan dengan 5 kali pengulangan pada setiap variasi faktor eksposi (kV dan mAs) dengan FFD 102 cm.
Hasil: Peningkatan tegangan (kV) yang dikompensasi dengan penurunan arus (mAs) efektif menurunkan nilai ESD. Penggunaan faktor eksposi 70 kV dan 40 mAs menghasilkan ESD 5,2 mGy, 75 kV dan 35 mAs menghasilkan 4,8 mGy, 80 kV dan 25 mAs menghasilkan 4,3 mGy, 85 kV dan 20 mAs menghasilkan 3,9 mGy, dan 90 kV dan 16 mAs menghasilkan 3,5 mGy. Nilai paling optimal dengan nilai ESD terendah sebesar 3,5 mGy (90 kV dan 16 mAs), dibandingkan teknik konvensional (70 kV dan 40 mAs) yang menghasilkan ESD sebesar 5,2 mGy. Seluruh hasil pengukuran berada di bawah standar acuan Diagnostic Reference Level (DRL). Nilai IDRL (Indonesia Diagnostic Referance Level) yang umum digunakan adalah + 5 mGy.
Kesimpulan: Nilai faktor eksposi yang dapat menghasilkan nilai ESD paling optimal pada pemeriksaan radiografi abdomen kondisi kegawatdaruratan menggunakan phantom adalah penggunaan variasi 90 kV dan 16 mAs dengan hasil ESD 3,5 mGy.
References
[1] Akhir, Tugas, Program Studi, Radiologi Program, Dipolma Tiga, and Fakultas Ilmu Kesehatan. 2024. “Evaluasi ESD (Entrance Surface Dose) Pada Pemeriksaan High kV Pemeriksaan Radiologi Abdomen.”
[2] Entrance, Estimasi, Surface Dose, E S D Sebagai, and Profil Dosis. 2020. “Journal of Vocational Health Studies Dose Profile For Patients Undergoing Radiography.” 04: 72–77. doi:10.20473/jvhs.V4.I2.2020.72-77.
[3] Gupta, Ashok, Bruttendu Moharana, Reeti Saini, and Arjun Gupta. 2022. “Pretreatment with Systemic Corticosteroid Can Mask Early Symptoms of Hypersensitivity Reaction to Hyaluronidase Following Peribulbar Block.” : 2021–23. doi:10.1136/bcr-2021-247208.
[4] Lampignano, John P, and Leslie E Kendrick. 2018. Bontrager’s Text Book of Radiographic Postitioning and Related Anatomy.
[5] Lim, Woo-taek, and Sang-hyun Kim. 2022. “Study on Dose Reduction by Source to Image Distance in Lateral X-Ray Examination of the Sternum.” 6(May): 8772–82.
[6] Luthfiyah, dkk. 2024. “Prosedur Pemeriksaan Abdomen 3 Posisi Proyeksi Left Lateral Decubitus (LLD) Pada klinis Kolik Abdomen.”
[7] Peiro, A, A Danyaei, N Chegeni, M Tahmasbi, and J Fatahiasl. 2021. “Evaluation of Entrance Surface Dose and Scattered Dose to the Pelvis for Common Radiological Examinations in Analog and Digital Radiography : A Phantom Study.” 19(4). doi:10.29242/ijrr.19.4.937.
[8] Pron, Supin. 2017. “Radiation Dose Obtained from Abdominal Computed Radiography : Comparison Between Supine and Prone Positions.” 15(2): 173–78.
[9] Prosiding Seminar Keselamatan Nuklir 2024 (BAPETEN).
[10] Ratio, Cardiothoracic, C T R Dan, and Signal-to-noise Ratio Snr. 2024. “Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ( STIKes ) Cirebon Pengaruh Focus Film Distance (FFD) Terhadap.” 15: 123–29. doi:10.38165/jk.v15i2.4.
[11] Samaila, B, and A Bello. 2024. “Investigation of Radiation Doses and Diagnostic Reference Level among the Patients with Abdominal Pains Undergoing X-Ray Examinations.” : 49457–60. doi:10.26717/BJSTR.2024.57.009029.
[12] Weledji, E.P. “Learning Objectives.”
[13] X-ray, A P P A Canon. 2023. “Analisis Nilai DRL Parameter ESAK / INAK Pemeriksaan Abdomen AP X-RAY CANON.” 3(2): 61–68.





