OPTIMASI DOSIS ENTRANCE SURFACE DOSE (ESD) MELALUI VARIASI FOCUS TO FILM DISTANCE (FFD) DENGAN PHANTOM PADA RADIOGRAFI THORAX KONDISI KEGAWATDARURATAN MENGGUNAKAN PESAWAT SINAR-X MOBILE
Keywords
Entrance Surface Dose (ESD),, Focus to Film Distance (FFD), Pesawat Sinar-X Mobile, PhantomAbstract
Abstract: Latar Belakang: Pemeriksaan radiografi thorax menggunakan pesawat sinar-X mobile dalam situasi darurat merupakan modalitas diagnostik penting untuk mendeteksi kelainan seperti pneumothorax, hemothorax, dan fracture tulang rusuk. Namun, situasi darurat membutuhkan Focus to Film Distance (FFD) yang lebih pendek daripada standar karena keterbatasan ruang dan posisi pasien, yang dapat meningkatkan Entrance Surface Dose (ESD). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai FFD yang dapat menghasilkan nilai ESD paling optimal pada pemeriksaan pada kondisi kegawatdaruratan thorax.
Metode: Metode penelitian eksperimental, pengambilan data diambil secara kuantitatif dengan menggunakan phantom. Menggunakan variasi FFD yaitu 100 cm, 120 cm, 150 cm, dan 180 cm serta faktor eksposi 65 kV dan 16 mAs. Dosimeter ditempatkan di titik tengah 3 inch di bawah jugular notch, dan setiap variasi FFD diulang lima kali. Nilai ESD dihitung dengan mengalikan output radiasi, mAs, FFD, ketebalan objek, dan (BSF), kemudian dibandingkan dengan standar International Diagnostic Reference Level (IDRL) 2021 menggunakan Microsoft Excel.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ESD menurun seiring peningkatan FFD. Nilai ESD pada FFD 100 cm sebesar 1,21 mGy, FFD 120 cm sebesar 0,97 mGy, FFD 150 cm sebesar 0,49 mGy, dan FFD 180 cm sebesar 0,31 mGy. Hanya pada FFD 180 cm nilai ESD berada di bawah batas IDRL 2021 (≤0,4 mGy), nilai FFD paling optimal yang digunakan pemeriksaan thorax pada kasus kegawatdaruratan menurut (Tjuanda, 2021) adalah 120 cm.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, nilai FFD yang dapat menghasilkan nilai ESD paling optimal pemeriksaan radiografi thorax pada kondisi kegawatdaruratan menggunakan phantom adalah 120 cm, nilai ESD 0,97.
References
[1] Badan, K., & Tenaga, P. (2003).. 1–28.
[2] Cicillia Artitin, Chairun Nisa, Oktavia Puspita Sari, N. A. (2024). Uji Kesamaan Berkas Kolimator Dengan Variasi Jarak Ffd (Focus Film Distance) Pada Pesawat Sinar-X.November. http://dx.doi.org/10.30633/jsm.v7i2.2849
[3] Fitzgerald, A., & Lockwood, P. (2025). The effect to dose and diagnostic quality of limiting source-to-image distance on anterior-posterior semi-erect adult chest X-rays. Journal of Medical Imaging and Radiation Sciences, 56(4), 101986. https://doi.org/10.1016/j.jmir.2025.101986
[4] Hikmah, H., Astari, F. M., Utami, A. P., Jl, A., No, S., Sawah, A., Gamping, K., & Sleman, K. (2025). Studi Kasus Pemeriksaan Radiografi Kegawatdaruratan Abdomen Akut pada Kasus Ileus Obstruktif di RSI Sultan Agung Semarang. VOLUME 9,. https://doi.org/https://doi.org/10.57214/jka.v9i2.908
[5] I Nyoman Yosua, Gusti Ngurah Sutapa, I Ketut Putra, Ida Bagus Suryatika, Hery Suyanto, & Ida Bagus Alit Paramarta. (2024). The Effect of Focus Film Distance Variation on Patient Absorbed Dose in Thorax Examination with Roentgen Machine in Radiology Installation of Sanjiwani Hospital Gianyar. Kappa Journal, 8(3), 446–450. https://doi.org/10.29408/kpj.v8i3.28113
[6] Kenneth L, B. and Lampignano, J.P. (2018) Text Book Of Radiographic Positioning and Related Anatomy Eighth Edition, Elsevier.Kenneth L, B. and Lampignano, J.P. (2014) Text Book Of Radiographic Positioning and Related Anatomy Eighth Edition, E. (2018).
[7] Kenneth L, B. and Lampignano, J. P. 2018. (2018). Bontranger 2018 E-Book.
[8] Manik, J. W. (2022). Evaluasi Kesesuaian Lapangan Kolimasi pada Alat Mobile X-.1(1),26–31. https://doi.org/https://doi.org/10.59032/jpsi.v1i1.7321
[9] Prosiding Seminar Keselamatan Nuklir 2024 (BAPETEN). (n.d.).
[10] Reni, & Muasisatul Khoirot, Muhammad Helmi Hakim, Yuniar Alam, R. S. A. . (2023). Analisis Nilai Drl Parameter Esak / Inak Pemeriksaan Thorax Ap / Pa X-Ray Canon. 3(2), 61–68.
[11] Santoso, B., Apriantoro, N. H., & Anita, F. (2014). Analisis Optimasi Citra Radiografi Pada Pemeriksaan Thorax Sistem Computed Radiography ( CR ) Terhadap Entrance Surface Dose ( ESD ). Ilmiah GIGA, 17(1), 1–8.
[12] Seeram, E., & Brennan, P. C. (2017). RADIATION in Diagnostic X-Ray Imaging. 1–26.
[13] Sugianto, Rammang, S., & Rahman, A. (2023). Hubungan Beban Kerja terhadap Waktu Tanggap Perawat Gawat Darurat Menurut Persepsi Pasien di Ruang IGD Rumah Sakit Banggai Laut. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 21685–21693.
[14] Suyudi, I., Utomo, Y. A., Susilawati, S., Agustin, S. A., Studi, P., Radiodiagnostik, D. I. I. I., & Cirebon, S. (2022). Analisa Perbandingan Radiograf Pada Pemeriksaan Thoraks Dengan Menggunakan Teknik Kv Standar Dan Teknik Kv Tinggi Di Instalasi. 3(03), 96–102.
[15] Tjeerd S Aukema, Ludo FM Beenen, Falco Hietbrink, L. P. L. (2012). Initial assessment of chest X-ray in thoracic trauma patients: Awareness of specific injuries. 4(2), 48–52. https://doi.org/10.4329/wjr.v4.i2.48
[16] Tjuanda, Y. (2021). Quality Analysis Of Thorax Radiography Images In Postero Anterior Projection ( PA ) With Focus Film Distance ( FFD ) Variations In The Radiology Installation Of Sundari General Hospital. 2(2), 653–660. https://doi.org/10.53695/injects.v2i2.1072
[17] Wulandari, P. I., Kadek, N., Adi, R., & Bayu, M. (2024). Analisis Nilai Esak Pada Pemeriksaan Radiografi Thorax Pa : Studi Pengaruh Faktor Eksposi Dan. 8, 3605–3612. https://doi.org/https://doi.org/10.59032/jpsi.v1i1.7321





