INTEGRASI KADER KESEHATAN DAN PERAWAT KOMUNITAS DALAM PENCEGAHAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NAIONI, KOTA KUPANG
Keywords
Petugas Kesehatan, Perawat Komunitas, Tuberkulosis Paru, Pencegahan TBC, Kesehatan MasyarakatAbstract
Abstract: Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Tingkat penularan TB paru yang tinggi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti rendahnya kesadaran masyarakat, diagnosis yang terlambat, pengobatan yang buruk, kondisi lingkungan yang tidak sehat, dan pendekatan perawatan kesehatan berbasis masyarakat yang kurang optimal. Upaya pengendalian TB paru tidak hanya bergantung pada layanan kuratif di fasilitas kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui penguatan peran kader kesehatan dan perawat komunitas. Kader kesehatan memiliki ikatan sosial yang erat dengan komunitas atau lingkungan mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk bertindak sebagai penghubung antara petugas kesehatan dan keluarga pasien TB. Selain itu, perawat komunitas memiliki kompetensi profesional dalam pendidikan kesehatan, dukungan pasien, dan pengendalian penyakit menular di masyarakat.
Tujuan: Menganalisis integrasi kader kesehatan dan perawat komunitas dalam pencegahan TB paru di Puskesmas Naioni, Kota Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 92 responden yang terdiri dari kader kesehatan, keluarga pasien TB, dan anggota masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur dan lembar observasi lapangan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05.
Hasil Studi: menunjukkan bahwa integrasi kader kesehatan dan perawat komunitas berada dalam kategori baik dengan persentase 58,7%. Sebagian besar responden juga memiliki perilaku pencegahan TB paru yang baik dengan persentase 65,2%. Uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara integrasi kader kesehatan dan perawat komunitas dengan pencegahan TB paru dengan nilai p 0,001. Pelayanan kesehatan berbasis komunitas yang kolaboratif telah terbukti meningkatkan pendidikan kesehatan, kepatuhan pasien terhadap pengobatan, pelacakan kontak rumah tangga, dan perilaku pencegahan TB di masyarakat.
Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi kader kesehatan dan perawat komunitas memainkan peran penting dalam mendukung pengendalian TB paru berbasis komunitas. Rekomendasi: Penguatan koordinasi program, pelatihan kader kesehatan, dan peningkatan kegiatan pencegahan dan promosi diperlukan untuk lebih meningkatkan efektivitas program TB di tingkat layanan kesehatan primer
References
[1] Adisasmito, W. (2020). Sistem kesehatan. Rajawali Pers.
[2] Agustina, R., Darmayanti, A. T., & Nugroho, H. (2022). Community-based tuberculosis prevention model in Indonesia. International Journal of Public Health Science, 11(3), 887–895.
[3] Andarmoyo, S. (2021). Keperawatan komunitas konsep teori dan praktik. Graha Ilmu.
[4] Arikunto, S. (2020). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
[5] Azwar, A. (2021). Pengantar administrasi kesehatan. Binarupa Aksara.
[6] Budiman, & Riyanto, A. (2021). Kapita selekta kuesioner pengetahuan dan sikap dalam penelitia kesehatan. Salemba Medika.
[7] Creswell, J. W. (2021). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
[8] Datiko, D. G., Yassin, M. A., Theobald, S. J., Cuevas, L. E., & Yassin, M. A. (2021). Health extension workers improve tuberculosis case detection and treatment success in Ethiopia. BMC Health Services Research, 21(1), 1–9.
[9] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman nasional penanggulangan tuberkulosis. Depkes RI.
[10] Donsu, J. D. T. (2021). Metodologi penelitian keperawatan. Pustaka Baru Press.
[11] Effendy, N. (2020). Dasar-dasar keperawatan kesehatan masyarakat. EGC.
[12] Friedman, M. M. (2021). Buku ajar keperawatan keluarga. EGC.
[13] Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2020). Health promotion planning: An educational and environmental approach. Mayfield Publishing Company.
[14] Hidayat, A. A. A. (2021). Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis data. Salemba Medika.
[15] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan Indonesia tahun 2020. Kemenkes RI.
[16] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2021. Kemenkes RI.
[17] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman nasional penanggulangan tuberkulosis. Kemenkes RI.
[18] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Strategi nasional eliminasi tuberkulosis di Indonesia 2020–2030. Kemenkes RI.
[19] Kozier, B., Erb, G., Berman, A., & Snyder, S. (2021). Fundamentals of nursing: Concepts, process and practice. Pearson Education.
[20] Lestari, D., Handayani, S., & Putra, R. (2023). Family support and medication adherence among pulmonary tuberculosis patients. Jurnal Keperawatan Indonesia, 26(1), 12–20.
[21] Loveday, M., Cox, H., & Evans, D. (2022). Community health worker integration in tuberculosis treatment programs. International Journal of Tuberculosis and Lung Disease, 26(4), 312–320.
[22] Lönnroth, K., Jaramillo, E., Williams, B. G., Dye, C., & Raviglione, M. (2020). Drivers of tuberculosis epidemics: The role of risk factors and social determinants. Social Science & Medicine, 68(12), 2240–2246.
[23] Mubarak, W. I. (2021). Promosi kesehatan untuk kebidanan. Salemba Medika.
[24] Notoatmodjo, S. (2020). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
[25] Notoatmodjo, S. (2021). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
[26] Nugraheni, D., & Widodo, S. (2022). The role of community health volunteers in tuberculosis prevention and treatment adherence. Jurnal Keperawatan Komunitas, 10(2), 115–123.
[27] Nursalam. (2021). Metodologi penelitian ilmu keperawatan pendekatan praktis (5th ed.). Salemba Medika.
[28] Polit, D. F., & Beck, C. T. (2021). Nursing research: Generating and assessing evidence for nursing practice. Wolters Kluwer.
[29] Potter, P. A., & Perry, A. G. (2021). Fundamentals of nursing. Elsevier.
[30] Putri, M., Sari, F., & Handayani, L. (2023). Public knowledge and household tuberculosis transmission risk in Indonesia. Indonesian Journal of Public Health, 18(3), 201–210.
[31] Rahmawati, I., & Yusuf, H. (2023). Community nursing intervention in improving tuberculosis prevention behavior among family members. Nurse Media Journal of Nursing, 13(1), 56–67.
[32] Reeves, S., Pelone, F., Harrison, R., Goldman, J., & Zwarenstein, M. (2020). Interprofessional collaboration to improve professional practice and healthcare outcomes. Cochrane Database of Systematic Reviews, 6(6), 1–47.
[33] Rosenstock, I. M. (2020). Historical origins of the Health Belief Model. Health Education Monographs, 2(4), 328–335.
[34] Sari, N., Kusuma, A., & Dewi, R. (2022). Community health cadres assistance and medication adherence among tuberculosis patients. Jurnal Ners, 17(2), 134–142.
[35] Setiadi. (2021). Konsep dan praktik penulisan riset keperawatan. Graha Ilmu.
[36] Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2020). Brunner and Suddarth’s textbook of medical surgical nursing. Lippincott Williams & Wilkins.
[37] Stanhope, M., & Lancaster, J. (2021). Public health nursing: Population-centered health care in the community. Elsevier.
[38] Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
[39] Swarjana, I. K. (2022). Metodologi penelitian kesehatan. Andi Offset.
[40] Uplekar, M., Creswell, J., Ottmani, S. E., Weil, D., & Sahu, S. (2021). Programmatic approaches to screening for active tuberculosis. The Lancet Infectious Diseases, 21(5), 652–662.
[41] Wahyuni, S., Pratama, R., & Kurniawan, H. (2023). Interprofessional collaboration in community tuberculosis prevention programs. Jurnal Keperawatan Komunitas Indonesia, 11(1), 44–53.
[42] Widoyono. (2021). Penyakit tropis epidemiologi, penularan, pencegahan dan pemberantasannya. Erlangga.
[43] World Health Organization. (2022). Global tuberculosis report 2022. WHO.
[44] World Health Organization. (2023). Global tuberculosis report 2023. WHO.
[45] World Health Organization. (2024). Global tuberculosis report 2024. WHO.
[46] Yusuf, A., Fitryasari, R., & Nihayati, H. (2021). Buku ajar keperawatan kesehatan jiwa. Salemba Medika.





