ANALISIS SOSIAL EKONOMI PETANI YANG MELAKUKAN ALIH FUNGSI LAHAN KARET MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT di DESA SIMPANG KIRI KECAMATAN TENGGULUN KABUPATEN ACEH TAMIANG
Keywords
Alih Fungsi Lahan, Sosial Ekonomi Petani, Karet, Kelapa SawitAbstract
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial ekonomi petani yang melakukan alih fungsi lahan dari tanaman karet menjadi perkebunan kelapa sawit di Desa Simpang Kiri, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling, dan melibatkan 13 responden yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong alih fungsi lahan adalah rendahnya harga jual karet, produktivitas yang menurun akibat serangan hama dan cuaca, serta kebutuhan ekonomi yang mendesak. Sebaliknya, kelapa sawit dinilai lebih menguntungkan karena siklus panen yang lebih cepat, harga yang lebih stabil, dan pendapatan yang lebih teratur. Dampak yang dirasakan oleh petani mencakup peningkatan pendapatan, perubahan pola konsumsi rumah tangga, serta pergeseran status sosial. Namun, ditemukan pula dampak lingkungan seperti degradasi lahan dan potensi penurunan keanekaragaman hayati. Penelitian ini merekomendasikan adanya pengawasan kebijakan konversi lahan dan dukungan program berkelanjutan bagi petani untuk menjaga keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
References
[1] Achmad, B. D. (2015). Analisis Faktor-Faktor Penentu dalam Peningkatan Kondisi An analysis of key factors in improving the social economic condition of private forest in Ciamis District. Jurnal Hutan Tanaman, 63-79.
[2] Candra, K. H. (2019). Analisis Pengaruh Upah, Tingkat Pendidikan, Jenis Kelamin, Dan Usia Terhadap Produktifitas Tenaga Kerja Pada Sektor Industri Tenun Ikat Di Kota Kediri. . JIMEK : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi, 2(1), 38.
[3] Darwanto, D. H. (2015). Ketahanan pangan berbasis produksi dan kesejahteraan petani. Ilmu Pertanian, 152-164.
[4] Hasibuan, A. Y. (2020). Analisis Konversi Lahan Karet Menjadi Kelapa Sawit di Desa Permainan Kecamatan Hutaraja Tinggi. . Agriland, 149-157.
[5] Hastuty, S. (2018). Identifikasi faktor pendorong alih fungsi lahan pertanian. Prosiding, 3 (1).
[6] Hidayah, M. R. (2025). Dampak Perkebunan Kelapa Sawit terhadap Lingkungan : Menyeimbangkan Risiko Ekologis dengan Keuntungan Ekonomi. . 1.
[7] Ilmiah, J. &. (2022). Kajian Sosial Ekonomi DalamUpaya Peningkatan Kesejahteraan Petani Bunga Pada Gapoktan Sekar Mulya Dan Gelora Bunga Desa Sidomulyo, Kec. Batu, Kota Batu. 9-16.
[8] Ilmu, F. D. (2016). Berdasarkan Penguasaan Lahan ( Studi Kasus Di .
[9] Musrifin, A. B. (2019). Faktor-Faktor Penghambat Kesejahteraan Petani Padi Sawah Di Desa Sangia Makmur Kecamatan Kabaena Utara Kabupaten Bombana. . Jurnal Ilmiah Membangun Desa Dan Pertanian, 7-11.
[10] Novita Sari, M. K. (2015). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Karet Menjadi Lahan Sawit pada Anggota Kud Langgeng Kecamatan Logas Tanah Darat Kabupaten Kuantan Singingi. . Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau, 1-9.
[11] Pradnyawati, I. G. (2021). Pengaruh luas lahan, modal dan jumlah produksi terhadap pendapatan petani sayur di kecamatan Baturiti. Ekuitas: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 9(1),, 93-100.
[12] Ramadhan, A. R. (2023). Teori Pendapatan (Studi Kasus: Pendapatan Petani Desa Medan Krio). Penerbit Tahta Media.
[13] Sugiyono. (2016). In Analisis Data Kualitatif. Bandung: Penerbit Pustaka Ramadhan.
[14] Wanimbo, E. (2019). Kehidupan Sosial Ekonomi Keluarga Petani dalam Meningkatkan Taraf Hidup (Studi di Desa Bapa Distrik Bogonuk Kabupaten Tolikara Propinsi Papua). Journal of Social and Culture, 12(3)., 1-18.





