PENGARUH EDUKASI GIZI TERHADAP PENGETAHUAN STUNTING IBU BAYI DAN BALITA DI DESA PAKUTANDANG

  • Marshella Disty Yustiani
  • Nuri Anggraeni
  • Shadiqa Bilqisthi Aulia Nurrahman
  • Putri Novitasari Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract

Program Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) di Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, bertujuan untuk mengatasi permasalahan stunting pada anak. Meskipun desa ini memiliki potensi pertanian, prevalensi stunting di Dusun Andir memerlukan perhatian serius. Metode yang digunakan dalam program ini adalah penyuluhan gizi untuk ibu bayi dan balita melalui ceramah dan diskusi, yang diikuti oleh 53 peserta. Hasil analisis pretest dan posttest menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu, dengan skor rata-rata meningkat dari 77,9 menjadi 83,0 (p-value 0,021). Penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang stunting, namun masih perlu kolaborasi lebih lanjut untuk menjangkau lebih banyak peserta. Pentingnya edukasi gizi dalam pencegahan stunting harus terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak di masa depan.

References

Azizah, N., Nastia., & Sadat, A. (2023). Strategi Dinas Kesehatan dalam Menekankan Laju Penderita Stunting di Kabupaten Buton Selatan. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(12), 4145-4152.

Deviyanti, Ni W. S. (2013). Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Mengani. (Skripsi Sarjana, Institut Teknologi dan Kesehatan Bali). Kelurahan Pakutandang. (2024). Profil dan Sejarah Desa. Diambil dari https://pakutandang.desa.id/artikel/2016/8/27/sejarah-desa.

Masitah, R. (2022). Pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan ibu berkaitan dengan stunting, ASI eksklusif dan MPASI. Journal of Innovation Research and Knowledge, 2(3), 673-678.

Naulia, R., Hendrawati., & Saudi L. (2021). Pengaruh Edukasi Gizi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Pemenuhan Nutrisi Balita Stunting. 10(2), 95-101.

Noorhasanah, E. & Tauhidah, N. I. (2021). Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting Anak Usia 150-59 Bulan. Jurnal Ilmu Keperawatan, 4(1), 37-42.

Pakpahan, M., Siregar, D., Susilawaty, A., Mustar, T., Ramdany, R., Manurung, E. I., Sianturi, E., Tompunu, M. R. G., Sitanggang, Y. F. & M, Maisyarah. (2021). Promosi Kesehatan & Perilaku Kesehatan. Medan: Yayasan Kita Menulis. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. (2024). Buku Saku Penanganan Stunting di Jawa Barat.

Sari, D. W. J., Wuriningsih, A. Y., Khasanah, N. N. & Najihah, N. (2021). Peran Kader Peduli Stunting Meningkatkan Optimalisasi Penurunan Risiko Stunting. Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan, 7(1), 45-52.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: ALFABETA.

Susilawati, & Ginting, S. O. (2023). Faktor-Faktor Resiko Penyebab Terjadinya Stunting Pada Balita Usia 23-59 Bulan. Indonesian Journal of Public Health, 1(1), 70-78.

Wiliam, & Hita. (2019). Mengukur Tingkat Pemahaman Pelatihan PowerPoint Menggunakan Quasi-Experiment One-Group Pretest-Posttest. JSM STMIK Mikrosil, 20(1), 71-80.

2026-07-06