HUBUNGAN PENGETAHUAN, KEPATUHAN DAN KETERSEDIAAN FASILITAS DENGAN MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3RS) PADA TENAGA PERAWAT DI RS X KOTA BATAM TAHUN 2026
Keywords
Compliance, Facilities, Occupational Health and Safety, Risk Management, KnowledgeAbstract
Abstract: Hospitals are high-risk work environments for nurses due to exposure to biological, chemical, and physical hazards. The objective of this study is to analyze the relationship between knowledge, compliance, and the availability of facilities with Occupational Safety and Health (OSH) risk management at Hospital X in Batam City in 2026. This is a quantitative study using an analytical observational method with a cross-sectional approach, involving 87 respondents through total sampling. The study utilized a questionnaire as the research instrument, and data analysis was performed using the Chi-Square test. The results, obtained from the Chi-Square test, indicate a significant relationship between knowledge (p-value 0.039 < α = 0.05), compliance (p-value 0.000 < α = 0.05), and facility availability (p-value 0.000 < α = 0.05) and OSH risk management. It is concluded that these three variables are significantly associated with Hospital Occupational Safety and Health Risk Management (OSH). It is recommended that hospitals continuously improve education and training related to OSH Risk Management.
References
[1] Ahmad. (2021). Metodologi penelitian kuantitatif. Jakarta: Rajawali Pers.
[2] Amelian, Y. S. V. S. V., & Johan, A. (2024). Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di bagian penyimpanan rekam medis rumah sakit umum daerah X Bandung. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 109–114.
[3] Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2020). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom’s taxonomy. New York: Longman.
[4] Anjaswarni, dkk. (2022). Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit (K3RS) dalam menunjang mutu pelayanan kesehatan. Jurnal Kesehatan.
[5] Antoro, B. (2024). Analisis penerapan formula Slovin dalam penelitian ilmiah: Kelebihan, kelemahan, dan kesalahan dalam perspektif statistik. Jurnal Multidisiplin Sosial dan Humaniora, 1(2), 53–63.
[6] Ardi, S. Z., & Hariyono, W. (2017). Analisa penerapan budaya perilaku keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit. Kes Mas: Jurnal Kesehatan Masyarakat.
[7] Arini, S. Y., & Dwiyanti, E. (2017). Analisis HUBUNGAN Iklim Kerja Panas terhadap Respon Fisiologis Tenaga Kerja di Bagian Produksi. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health.
[8] Ayu, dkk. (2023). Hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan tenaga kesehatan dalam penerapan keselamatan kerja. Jurnal Kesehatan Kerja.
[9] Azwar, S. (2012). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
[10] BPJS Ketenagakerjaan. (2024). Laporan Kinerja Tahunan: Statistik Kecelakaan Kerja Nasional. Jakarta: BPJS Ketenagakerjaan.
[11] Dewi, R. I., & Ilham. (2023). Analisis manajemen risiko pada UMKM menggunakan ISO 31000. Jurnal Bisnis, Manajemen, dan Informatika, 20(2).
[12] Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau. (2025). Profil Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Fasilitas Kesehatan Kepri. Tanjungpinang: Dinas Kesehatan Provinsi Kepri.
[13] Dwi, dkk. (2025). Faktor-faktor yang memengaruhi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan.
[14] Fauziyah. (2018). Statistik untuk penelitian kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.
[15] Fitriani, & Putri. (2024). HUBUNGAN pelatihan terhadap kepatuhan tenaga kesehatan dalam penerapan prosedur keselamatan kerja. Jurnal Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
[16] Fitriani, A., dkk. (2023). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penerapan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Jurnal Kesehatan Masyarakat.
[17] Ghozali, I. (2021). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. Semarang: UNDIP.
[18] Hudoyo, C. P., Rachmanudin, M. E., & Widayanti, D. A. (2025). Manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam proyek konstruksi infrastruktur jalan: Evaluasi dan mitigasi. JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi), 9(1), 51–62.
[19] ILO. (2023). Global Estimates of Occupational Accidents and Diseases. Geneva: International Labour Office.
[20] Ilyas, M. M. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan K3RS di rumah sakit. Jurnal Pemerintahan dan Politik.
[21] Indragiri, S., & Yuttya, T. (2020). Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit. Jurnal Kesehatan.
[22] International Labour Organization (ILO). (2018). Guidelines on Occupational Safety and Health Management Systems.
[23] Ismawarni. (2024). Klasifikasi pengetahuan dalam pembelajaran dan evaluasi pendidikan. Jurnal Pendidikan.
[24] Iswardhani, I., Sandira, N. F. A., & Sarah, N. (2024). Analisis implementasi ISO 31000:2018 sebagai kerangka strategis pengelolaan risiko. JAMEK.
[25] Justiani, J., Ilyas, M., Sanuddin, S., & Zamli, Z. (2025). Analisis faktor yang berhubungan dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada perawat. An Idea Health Journal, 5(1), 97–103.
[26] Justiani. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit (K3RS). Jurnal Administrasi Kesehatan.
[27] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit. Jakarta: Kemenkes RI.
[28] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Manajemen K3 Rumah Sakit. Jakarta: Kemenkes RI.
[29] Kineber, A. F., dkk. (2023). The role of facilities in occupational health and safety management systems (OHSMS). Safety Science Journal.
[30] Maharani, V. S., Nugroho, D., & Nurhayati. (2025). Analisis faktor yang mempengaruhi kepatuhan penerapan keselamatan kerja pada perawat. Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia, 9(1).
[31] Majdina, N. I., Pratikno, B., & Tripena, A. (2024). Penentuan ukuran sampel menggunakan rumus Bernoulli dan Slovin: Konsep dan aplikasinya. Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika, 16(1), 73–84.
[32] Marbun. (2019). Analisis regresi linier dalam penelitian kesehatan. Medan: USU Press.
[33] Mustakim, M., & Allo, A. A. (2025). Analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja dengan metode Job Safety Analysis (JSA) pada tenaga perawat. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(4).
[34] Nanggele, Y. C., Dwicahya, B., & Thirayo, Y. S. (2026). Penerapan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit Berdasarkan Permenkes Nomor 66 Tahun 2016 di RS Pratama Pagimana. Buletin Kesehatan Mahasiswa, 4(2), 101–111.
[35] Nasution, T. A., Indradewa, R., Rahmat Syah, T. Y., & Pamungkas, R. A. (2025). Sistem manajemen risiko berbasis ISO 31000:2018 di rumah sakit. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(5), 1832–1846.
[36] Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
[37] Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
[38] Pramesti, A. K. R., Siboro, I., & Buli, A. D. (2026). Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit (K3RS) serta HUBUNGAN manajemen risiko di RSUD Beriman Balikpapan. EUNOIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 86–96.
[39] Pratama, R., & Lestari, W. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan tenaga kesehatan tentang manajemen risiko K3RS. Jurnal Manajemen Kesehatan, 9(2), 88–95.
[40] Pratama, R., Kusuma, W., & Wijaya, H. (2025). Evaluasi Implementasi Manajemen Risiko K3 pada Rumah Sakit Tipe B di Wilayah Kepulauan. Jurnal Keselamatan Kerja dan Higiene Industri, 15(1), 45-60.
[41] Pratitis. (2024). Kerangka teori dalam penelitian kuantitatif. Jurnal Metodologi Penelitian.
[42] Ramli, S. (2010). Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja OHSAS 18001. Jakarta: PT. Dian Rakyat.
[43] Sari, A. P., dkk. (2025). Analisis Infrastruktur Keselamatan pada Instansi Pelayanan Kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat dan K3, 12(1), 22-35.
[44] Sari, D., Putri, A., & Rahman, F. (2025). Hubungan tingkat pengetahuan dengan penerapan K3RS pada perawat di rumah sakit. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Indonesia, 10(1), 45–52.
[45] Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
[46] Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
[47] Tobing, E. L. (2008). Kepatuhan perawat terhadap penerapan SOP K3RS di rumah sakit. Universitas Gadjah Mada.
[48] Wiyanto, B., Sirait, N. A., Afifah, S. F., & Hasibuan, A. (2025). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit. JIKES: Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(2), 287–293.
[49] World Health Organization. (2009). WHO guidelines on hand hygiene in health care. Geneva: WHO Press.
[50] World Health Organization. (2010). Healthy workplaces: A model for action. Geneva: WHO Press.
[51] World Health Organization. (2021). Health workforce safety and risk management guidelines. Geneva: WHO.
[52] Zahra, L. A., & Lisyaningrum, T. H. (2024). Pengaruh edukasi manajemen risiko K3RS terhadap pencegahan needlestick injury. Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(5), 543–554.





