GAYA KOMUNIKASI HOST DALAM PODCAST “SUDUT PANDANG” DINAS KOMINFO KUTAI KARTANEGARA

  • Aji Fadhila Ratna Fitri Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik/Universitas Mulawarman
  • Silviana Purwanti Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik/Universitas Mulawarman
  • Dony Kristian Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik/Universitas Mulawarman
  • Harry Isra Muhammad Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik/Universitas Mulawarman

Keywords

gaya komunikasi, structuring style, equalitarian style, podcast pemerintahan,, komunikasi publik, Sudut Pandang

Abstract

Penelitian ini menganalisis gaya komunikasi host dalam podcast “Sudut Pandang” Dinas Kominfo Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai bentuk inovasi komunikasi publik berbasis media digital. Podcast ini dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menyampaikan informasi kebijakan publik, program pembangunan, dan pelayanan masyarakat secara edukatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis tiga episode podcast yang dihost oleh Rahmawati, Tina Alfara, dan Aji Fadhila Ratna Fitri. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap komunikasi verbal dan nonverbal host, kemudian dianalisis menggunakan teori gaya komunikasi Tubbs dan Moss (2008).

Hasil penelitian menunjukkan dominasi structuring style pada ketiga host, didukung oleh equalitarian style dan controlling style secara moderat. Gaya komunikasi ini efektif dalam menyampaikan informasi secara sistematis, jelas, dan kredibel. Namun, minimnya dynamic style, relinquishing style, serta kurangnya probing mendalam menyebabkan interaksi cenderung formal, satu arah, dan kurang dinamis sehingga berpotensi mengurangi keterlibatan audiens.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi gaya komunikasi yang terstruktur dan setara mendukung transparansi pemerintahan, tetapi perlu diimbangi dengan pendekatan yang lebih interaktif dan dinamis untuk meningkatkan efektivitas komunikasi publik di era digital.

References

[1] We Are Sosial. (2023). Digital 2023-We Are Sosial Indonesia. Diakses pada 10 Agustus 2024, https://wearesocial.com/id/blog/2023/01/digital-2023/

[2] Tubbs, S., & Moss, S. (2008). Human Communication, buku 1: Prinsip-prinsip Dasar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

[3] Hartina Batoa, S. P. (2024). Teori-teori Komunikasi. Komunikasi Sosial Dan Lintas Budaya.

[4] Ariyanto, E. (2020). Pengantar Ilmu Komunikasi. Diva Press.

[5] Kustiawan, W., Hidayati, J., Daffa, V., Hamzah, A., Harmain, M., Fadli, A., & Kuswananda, E. (2022). Keberadaan Ilmu Komunikasi dan Perkembangan Teori

[6] Verita Simanjuntak, R. N. (2024). Gaya Komunikasi Nadhifa Allya Tsana Dalam Podcast Rintik Sedu di Spotify. Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Medan. Diakses dari 10 Agustus 2024.

[7] Kusumawati, T. I. (2019). Komunikasi Verbal dan nonverbal. Jurnal Pendidikan dan Konseling.

[8] Sobur, A. (2003). Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Karya

[9] Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

[10] Milles & Huberman, A. M. (1994). Analis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

[11] Ruliana, P. (2014). Komunikasi organisasi: Teori dan studi kasus. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

2026-06-22