ANALISIS POTENSI TERJADINYA INTERAKSI OBAT PADA PENGOBATAN PASIEN DENGAN DIAGNOSA UTAMA PENYAKIT JANTUNG KORONER DI POLI JANTUNG RSUD ULIN BANJARMASIN
Keywords
Interaksi Obat, Penyakit Jantung Koroner, Interactions CheckerAbstract
Abstrak: Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi akibat penyumbatan atau penyempitan arteri koroner oleh proses aterosklerosis dan penumpukan lemak, yang menghambat aliran darah ke jantung. Interaksi obat merupakan salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi ini.Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui persentase potensi terjadinya interaksi obat pada pengobatan pasien dengan diagnosa utama PJK di poli jantung RSUD Ulin Banjarmasin meliputi potensi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan, dan obat yang paling sering berpotensi berinteraksi. Jenis Penelitian ini adalah penelitian analitik deskriptif yang dilakukan secara retrospektif dengan melihat data resep pasien dengan diagnosa utama PJK di poli jantung RSUD Ulin Banjarmasin bulan januari-desember 2023 dengan menggunakan teknik total sampling, dan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan Interactions Checker (Drugs.com). Berdasarkan analisis potensi interaksi obat yang telah dilakukan diketahui dari total 49 lembar resep pasien yang dianalisis, terdapat 38 lembar resep yang memiliki potensi interaksi obat dan dari 38 lembar resep tersebut didapat hasil total potensi interaksi obat sebanyak 119 potensi interaksi obat. Tingkat keparahan potensi interaksi obat paling banyak pada moderate sebanyak 73,95%, lalu minor sebanyak 19,33%, dan pada mayor sebanyak 6,72%. obat yang paling sering berinteraksi yaitu Atorvastatin+Clopidogrel sebanyak 21 kasus
References
[1] Adondis, J., Mongi, J., Tiwow, G. A. R., & Palandi, R. R. (2019). Studi Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Gagal Jantung Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Advent Manado. Biofarmasetikal Tropis, 2(2), 124–135. https://doi.org/10.55724/jbiofartrop.v2i2.125
[2] Auliafendri, N., & Darmiyani. (2022). Evaluasi Interaksi Obat Jantung Koroner Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan. JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda), 5(2), 43–50. https://doi.org/10.52943/jifarmasi.v5i2.775
[3] Bachtiar, L., Gustaman, R. A., & Maywati, S. (2023). Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Jantung. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 19(1), 52–60. http://103.123.236.7/index.php/jkki/article/view/6862/2649
[4] Drugs.com. (2024). Drugs Interaction Checker https://www.drugs.com/drug_interactions.html
[5] Hanutami, B., & Dandan, K. L. (2019). Identifikasi potensi interaksi antar obat pada resep umum di Apotek Kimia Farma 58 Kota Bandung bulan April 2019. Farmaka, 17(April), 57–64.
[6] Humaira, N., Mursyid, M., & Zahran, I. (2023). Kajian Interaksi Obat pada Pasien Penyakit Jantung di RSUD St. Madyang Palopo. Jurnal Surya Medika, 9(3), 66–70. https://doi.org/10.33084/jsm.v9i3.6469
[7] Kawengian, S., Wiyono, W. I., & Mamarimbing, M. (2019). IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPS) PADA TAHAP ADMINISTRATION PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP Prof. Dr. R. D. KANDOU MANADO. Pharmacon, 8(1), 1. https://doi.org/10.35799/pha.8.2019.29227
[8] Muhammad Raja Fachri Buldan, Umi Yuniarni, & Fetri Lestari. (2023). Analisis Interaksi Obat Pada Pasien Rawat Jalan Penderita Penyakit Jantung Koroner di Salah Satu Rumah Sakit di Kota Bandung. Bandung Conference Series: Pharmacy, 102–111. https://doi.org/10.29313/bcsp.v3i2.8249
[9] Nur’aini, Banu Kuncoro, Y. Y. (2019). Evaluation of Coronary Heart Drug Interactions in Patients Hospitalised in Tangerang General Hospital 2017. Jurnal Farmagazine, VI(1), 38–46.
[10] Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). 2018. Pedoman Tata Laksana Sindrom Koroner Akut. Edisi Keempat
[11] Permenkes RI, 2016. Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasiaan di Rumah Sakit
[12] Rahmawati, D. U., & Mutmainah, N. (2021). Kajian Interaksi Obat Potensial Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap di RSUD Moewardi Tahun 2018. Proceeding of The URECOL, 417–428.
[13] Riskesdas Kalsel. (2018). Laporan Provinsi Kalimantan Selatan RISEKDAS. In Laporan Riskesdas Nasional 2019. https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/lpb/issue/view/253
[14] Saputri, M., & Dewi, S. R. (2023). Potensi Interaksi Polifarmasi Pasien Jantung Koroner (PJK) di Rumah Sakit I.A. Moeis Samarinda. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 5(2), 109–114. https://doi.org/10.25026/jsk.v5i2.1709
[15] Tajudin, T., Faradiba, V., & Nugroho, I. D. W. (2020). Analisis Kombinasi Penggunaan Obat pada Pasien Jantung Koroner dengan Penyakit Penyerta di Rumah Sakit X Cilacap tahun 2019. Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 6–13. http://e-jurnal.stikesalirsyadclp.ac.id/index.php/jp%0AAnalisis
[16] Wang, M., Zeraatkar, D., Obeda, M., Lee, M., Garcia, C., Nguyen, L., Agarwal, A., Al-Shalabi, F., Benipal, H., Ahmad, A., Abbas, M., Vidug, K., & Holbrook, A. (2021). Drug–drug interactions with warfarin: A systematic review and meta-analysis. British Journal of Clinical Pharmacology, 87(11), 4051–4100. https://doi.org/10.1111/bcp.14833
[17] Wiggins, B. S., Saseen, J. J., Page, R. L., Reed, B. N., Sneed, K., Kostis, J. B., Lanfear, D., Virani, S., & Morris, P. B. (2016). Recommendations for Management of Clinically Significant Drug-Drug Interactions with Statins and Select Agents Used in Patients with Cardiovascular Disease: A Scientific Statement from the American Heart Association. Circulation, 134(21), e468–e495. https://doi.org/10.1161/CIR.0000000000000456
[18] Zhao, D. (2021). Epidemiological Features of Cardiovascular Disease in Asia. JACC: Asia, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.1016/j.jacasi.2021.04.007





