KONFLIK SOSIAL PETANI PADI AKIBAT MODERNISASI PERTANIAN DI DESA SIDORAHAYU KECAMATAN BELITANG KABUPATEN OKU TIMUR

  • Nely Larasati Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik , Universitas Sriwijawa
  • Rudy Kurniawan Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik , Universitas Sriwijawa

Keywords

Social Conflict, Agricultural Modernization, Conflict Resolution

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik sosial dan upaya penyelesaian konflik antara pemilik lahan dan buruh tani yang disebabkan oleh modernisasi pertanian melalui penggunaan mesin pemanen gabungan (yang dikenal secara lokal sebagai "kombet") di Desa Sidorahayu, Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan strategi studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan 15 informan, termasuk pemilik lahan, buruh tani, pejabat desa, dan pihak terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mesin pemanen gabungan telah secara fundamental mengubah sistem kerja pertanian, khususnya dengan mengurangi kesempatan kerja bagi buruh tani selama musim panen, sehingga menciptakan konflik kepentingan antara pemilik lahan dan buruh tani. Bentuk-bentuk konflik yang diidentifikasi meliputi protes dan penolakan, ketegangan sosial dan penurunan interaksi sosial, pemogokan kerja dalam penanaman padi, tuntutan kenaikan upah, dan kecemasan ekonomi di kalangan buruh tani. Studi ini juga menemukan bahwa penyelesaian konflik dicapai melalui musyawarah desa, negosiasi, dan kompromi, yang menghasilkan kesepakatan baru tentang pembagian kerja panen (antara operator mesin pemanen dan perontok manual) serta penyesuaian upah penanaman. Penelitian ini menegaskan bahwa konflik sosial yang timbul akibat modernisasi pertanian tidak selalu destruktif; sebaliknya, konflik tersebut dapat mendorong penyesuaian struktural baru yang lebih seimbang jika dikelola melalui dialog dan partisipasi semua pihak yang terlibat.

References

[1] Ajib, M., & Habiburrahman Aksa, A. (2023). Dampak Perkembangan Teknologi Pertanian Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat Petani. Al-I’timad: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat Islam, 1(1), 19–41.

[2] Creswell. (2019). Research Desain Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Sugiyono (4th ed.). Pustaka Belajar.

[3] Malida, P., Muryani, & Faristiana, A. R. (2023). Dampak Perkembangan Teknologi Pertanian Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat di Kabupaten Madiun. Student Scientific Creativity Journal (SSCJ), 1(4), 349–365. https://doi.org/https://doi.org/10.55606/sscj-amik.v1i4.1650

[4] Nulhaqim, S. A., Fedryansyah, M., & Hidayat, E. N. (2019). Resolusi Konflik Agraria Berbasis Komunitas Kecamatan Sukasari Kebupaten Sumedang. Kolaborasi Resolusi Konflik, 1(2).

[5] Pranadji, T., & Simatupang, P. (2016). Konsep Modernisasi dan Implikasinya terhadap Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 17(1), 1. https://doi.org/10.21082/fae.v17n1.1999.1-13

[6] Ramadani, F. E., & Harianto, S. (2020). Konflik Sosial Perebutan Lahan Perkebunan. Jurnal Kontruksi. https://doi.org/10.1017/cbo9780511719899.021

[7] Sabriani, Faraadibba, A. A., & Yusman. (2024). Pola Penyelesaian Konflik: Studi Kasus Pemetaan Wilayah Adat Papua Pegunungan. Jurnal Honai : Jurnal Pendidikan, Administrasi, Sains, Ekonomi, Dan Pemerintahan, 4(1), 26–34. https://doi.org/://doi.org/10.61578/honai.vol4.no1.art4 Jurnal

[8] Umi, F., Febriana, S. A., Maulana, S. A. B., Sudarti, & Kendid, M. (2024). Analisis Konsep Mekanika Pada Mesin Combine Harvester Dalam Pemrosesan Padi Untuk Peningkatan Efisiensi Dan Kualitas Hasil Panen. Jurnal Agro Indragiri, 9(2), 78–84. https://doi.org/10.32520/jai.v9i2.3204

[9] Yudha, E. P., Tedjalaksana, V., & Eka, K. (2021). Dampak Modernisasi Terhadap Kesejahteraan Petani. 62–67.

[10] Yulianda, R., Tjoetra, A., & Mursyidin. (2022). Resiliensi Komunitas Petani Terhadap Konflik Sumber Daya Alam Akibat Perubahan Lanskap Ekologi Di Indonesia. Konferensi Nasional Sosiologi IX APSSI 2022, 1–3.

2026-07-06