TAHAPAN KOREKSI PADA ANAK YANG MENGALAMI MIOPIA ASTIGMAT DISERTAI DENGAN AMBLIOPIA
Keywords
Ambliopia, Astigmat Miopia, Kelainan Refraksi, Terapi AmbliopiaAbstract
Ambliopia didefinisikan sebagai penurunan ketajaman penglihatan pada satu atau kedua mata yang tidak dapat langsung dikembalikan ke kondisi normal (misalnya 6/6 atau 20/20) hanya dengan pemberian kacamata, tanpa adanya kerusakan struktural pada mata itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan secara teori mengenai Miopia Astigmat, menganalisis bagaimana Ambliopia terjadi, menguraikan langkah-langkah pemeriksaan mata pada anak, dan merumuskan pedoman penentuan ukuran kacamata yang paling tepat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian dengan pendekatan kualitatif pada studi kasus tunggal atau satu orang dengan penyakit Retinitis Pigmentosa (RP) penyebab low vision. Hasil penelitian ini menunjukkan pemeriksaan ketajaman penglihatan tanpa koreksi menunjukkan visus 3/60 pada mata kanan dan visus 20/200 pada mata kiri, yang mengindikasikan penurunan tajam penglihatan yang signifikan. Setelah diberikan koreksi berdasarkan hasil refraksi objektif dari rumah sakit dan refraksi subjektif ulang oleh optometris, visus terbaik yang dapat dicapai hanya 20/60 pada kedua mata. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan tajam penglihatan tidak semata-mata disebabkan oleh kelainan refraksi, tetapi juga akibat gangguan perkembangan sistem penglihatan, yaitu ambliopia. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya astigmat miopia compositus bilateral, dengan derajat lebih tinggi pada mata kanan. Dengan koreksi yang tepat dan sesuai standar optometri, kualitas penglihatan dan kualitas hidup pasien dapat meningkat secara signifikan. Untuk kontrol ulang sesuai dengan anjuran dokter untuk manajemen miopia astigmat dan terapi ambliopia.
References
[1] AllAboutVision. (2020). Optic nerve. Diambil 14 November 2025 dari https://www.allaboutvision.com/eye-care/eye-anatomy/eye-structure/opticnerve/
[2] American Academy of Ophthalmology. (2020). Basic and clinical science course:
[3] Clinical optics. San Fransisco, CA : Author
[4] Benjamin, W. J. (2006). Borish's clinical refraction. St. Louis, MO: Elsevier.
[5] Brooks, C. W., & Borish, I. M. (2007). System for ophthalmic dispensing (3rd ed.). St. Louis, MO: Butterworth-Heinemann Elsevier.
[6] Chelvin (2022). Myopia. Diambil 12 Januari 2026 dari https://www.drchelvinsng.com/myopia/
[7] Flickr. (2016) Fungsi Skler a dan Kornea pada Mata. Diambil 17 November 2025 dari https://www.flickr.com/photos/144582922@N02/31527196432
[8] Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2021). Textbook of medical physiology (14th ed.). Philadelphia, PA: Elsevier.
[9] Hello Sehat (2025). Proses Melihat. Diambil 28 Desember 2025 dari https://share.google/cofJkFFZVZbENCGXP
[10] Khurana, A., & Indu, K. (2017). Anatomy and physiology of eye (3rd ed.). New Delhi, India: CBS Publishers.
[11] Kompas.com. (2023). Aqueous humor: pengertian dan fungsinya. Diambil 03
[12] Desember 2025 dari https://www.kompas.com/skola/read/2023/03/14/150
[13] 000569/aqueous-humor--pengertian-dan-fungsinya
[14] Maksus, A. I. (2024). Penatalaksanaan penglihatan binokuler tidak normal (diagnosis & koreksi kacamata). Depok: UI Publishing.
[15] National Eye Center. (2024). Kornea . Diambil 10 Januari 2026 dari https://nationaleyecenter.id/kornea/
[16] National Eye Center. (2024). Lensa mata. Diambil 19 Desember 2025 dari https://nationaleyecenter.id/lensa-mata/
[17] Orami.co.id. (2020). Retina mata. Diambil 07 Januari 2026 dari https://www.orami.co.id/magazine/retina-mata
[18] ScienceLearn (2023). Theories of eye accommodation. Diambil 23 November 2025 dari https://www.sciencelearn.org.nz/images/54-theories-of-eyeaccommodation
[19] Sidarta, I., & Yulianti, S. R. (2022). Ilmu penyakit mata. Jakarta: Universitas Indonesia Publishing.
[20] Suhardjo., Supanji., & Sasongko, M. B. (2023). Buku ilmu kesehatan mata. Yogyakarta: Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKKMK UGM
[21] WebMD. (2023) Astigmatism eyes. Diambil 30 Desember 2025 dari https://www.webmd.com/eye-health/astigmatism-eyes
[22] Wikimedia Commons. (2025). Myopia diagram. Diambil 21 November 2025dari https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f3/Myopia_Diagram.jpg
[23] World Health Organization. (2023). Blindness and vision impairment. Diambil 26 Desember 2025 dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/blin dness-and-visual-impairment
[24] Yuliana, J. (2022). Aspek klinis ambliopia. Cermin Dunia Kedokteran, 49(1), 19– 22.





