ARAHAN PENINGKATAN FASILITAS KAWASAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA DAMAI BERIMAN

  • Rachmat Romadani Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan
  • Mohtana Kharisma Kadri Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan
  • Bimo Aji Widyantoro Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan
  • Arief Hidayat Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan
  • Maryo Inri Pratama Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Keywords

Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), Fasilitas Lingkungan, SNI 03-7013-2004, Evaluasi Kesesuaian, Balikpapan

Abstract

Pertumbuhan penduduk perkotaan yang pesat akibat arus urbanisasi dan migrasi tenaga kerja berimplikasi langsung terhadap tingginya tekanan spasial dan keterbatasan lahan permukiman. Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) merupakan salah satu solusi strategis yang diimplementasikan pemerintah untuk memitigasi isu backlog perumahan publik bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Evaluasi berkala terhadap keandalan infrastruktur dan fasilitas lingkungan sangat krusial guna memastikan kelayakan huni. Penelitian ini mengkaji kondisi eksisting fasilitas kawasan lingkungan pada Rusunawa Damai Beriman di Kota Balikpapan yang didirikan sejak tahun 1994, menjadikannya objek hunian vertikal tertua di kawasan tersebut. Metode evaluasi menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif-kualitatif melalui komparasi data observasi lapangan dengan parameter teknis SNI 03-7013-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan. Variabel utama yang dianalisis mencakup Ruang Terbuka, Taman, Tempat Bermain, dan Tempat Parkir. Hasil analisis menunjukkan tingkat kesesuaian fasilitas kawasan sebesar 77,8%, di mana fasilitas ruang terbuka, taman, dan lahan parkir secara umum telah memenuhi ambang batas minimal luasan regulasi. Namun, ditemukan ketidaksesuaian fungsional sebesar 22,2% pada fasilitas Tempat Bermain Anak, yang mengalami over-capacity layanan sosial serta defisit luasan area spasial rill. Melalui metode analisis triangulasi data dan studi komparatif (benchmark) terhadap praktik pengelolaan rusunawa modern di DKI Jakarta, dirumuskan arahan optimasi tata ruang mikro kawasan, perbaikan geometri sirkulasi, integrasi zonasi keamanan, serta pemanfaatan pola parkir vertikal demi meningkatkan kualitas lingkungan hunian serta kesejahteraan komunitas penghuni secara berkelanjutan.

References

[1] Afsari, S., & Dewi, D. I. K. (2019). Tingkat kepuasan penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Kota Balikpapan. Jurnal Pengembangan Kota, 7(2), 145–154.

[2] Andiyan, A. (2021). Analisis penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum perumahan publik berdasarkan standar nasional Indonesia. Jurnal Infrastruktur Perkotaan, 4(1), 22–31.

[3] Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan. (2020). Kota Balikpapan dalam angka 2020. Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan.

[4] Badan Standardisasi Nasional. (2004a). SNI 03-1733-2004: Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan. Badan Standardisasi Nasional.

[5] Badan Standardisasi Nasional. (2004b). SNI 03-7013-2004: Tata cara perencanaan fasilitas lingkungan rumah susun sederhana. Badan Standardisasi Nasional.

[6] Fatal, A. (2019). Analisis backlog perumahan dan faktor keterbatasan lahan permukiman di kota penyangga ibu kota baru. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 10(2), 112–125.

[7] Hidayat, A., & Santoso, B. (2019). Manajemen parkir vertikal guna mengatasi keterbatasan lahan pada permukiman padat penduduk. Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur, 24(1), 45–56.

[8] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2023). Data backlog perumahan nasional dan daerah. Kementerian PUPR Republik Indonesia.

[9] Pratiwi, E., Hariyani, S., & Subagiyo, A. (2020). Kapasitas parkir dan perilaku parkir penghuni pada kompleks hunian rumah susun sederhana. Jurnal Tata Kota dan Daerah, 12(2), 89–98.

[10] Sari, M. P., & Ramadhan, F. (2022). Evaluasi keamanan fasilitas tempat bermain anak pada lingkungan hunian vertikal tinggi. Jurnal Arsitektur Lansekap, 9(1), 34–45.

[11] Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta. (2023). Profil pengelolaan rumah susun sederhana sewa di DKI Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

[12] Utami, W., Sitorus, S., & Kurnia, I. (2016). Kajian penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) perumahan berdasarkan aspek keselamatan dan aksesibilitas penghuni. Jurnal Permukiman, 11(2), 101–112.

[13] Utami, W., et al. (2019). Evaluasi kelengkapan fasilitas lingkungan di Rusun Cingised berdasarkan regulasi SNI nasional. Jurnal Planologi Unpas, 6(3), 211–224.

2026-07-09