KOMPARASI EFEKTIVITAS TEKNIK RETOUCHING DIGITAL DALAM FOTOGRAFI MODE DAN KECANTIKAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ADOBE PHOTOSHOP 2024
Keywords
Retouching Digital, Adobe Photoshop 2024, Frequency Separation, Dodge and Burn, Fotografi Mode, Fotografi KecantikanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif mengenai efektivitas empat teknik utama digital retouching (Frequency Separation, Dodge and Burn, Skin Smoothing, dan Color Grading) pada pasca-produksi fotografi mode dan kecantikan menggunakan Adobe Photoshop 2024. Transformasi digital menuntut efisiensi kerja yang tinggi di studio pasca-produksi tanpa mengorbankan kualitas visual yang ditetapkan oleh standar industri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental yang dikombinasikan dengan survei persepsi audiens (n=52 responden) di studio kreatif Hitta Art Media, Pesawaran, Lampung. Data diakuisisi menggunakan kamera Canon 600D dengan lensa makro presisi jarak fokus minimum 0,39 meter untuk menangkap tekstur detail pori-pori kulit dan riasan wajah secara optimal. Hasil analisis data menunjukkan adanya perbedaan signifikansi fungsional antar teknik: teknik Frequency Separation terbukti paling efektif dalam mempertahankan integritas tekstur pori-pori kulit sembari menghilangkan defek mikro (skor rata-rata 4.62/5.00). Teknik Dodge and Burn unggul secara non-destruktif dalam memanipulasi dimensi pencahayaan makro tanpa merusak detail asli (skor 4.54/5.00). Sementara teknik Skin Smoothing berbasis Surface Blur menunjukkan efisiensi waktu kerja yang superior namun cenderung menghasilkan efek "plastik flat" jika tidak dikombinasikan secara cermat. Color Grading berperan vital dalam membangun keselarasan mood dan tone warna keseluruhan gambar sesuai tuntutan editorial fashion. Penelitian ini memberikan panduan praktis alur kerja pasca-produksi bagi fotografer komersial dan retoucher profesional dalam mengoptimalkan fitur-fitur mutakhir Adobe Photoshop 2024.
References
[1] Anggraini, S., & Nathalia, K. (2014). Desain Komunikasi Visual: Dasar-Dasar Panduan untuk Pemula. Bandung: Nuansa Cendekia.
[2] Dameria, A. (2007). Color Management for Press & Digital Printing. Jakarta: Link & Match Graphic.
[3] Mustika, A., & Erdansyah, F. (2020). Analisis Ornamen (Gerga) Tradisional Karo pada Bangunan Kantor Bupati Karo Kabupaten Karo. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 3(1), 161-170. doi:https:// doi.org/10.34007/jehss.v3i1.243
[4] Saleh, K. (2014). Fotografi Dasar. Medan: Unimed Press.
[5] Saulaka, O., Mesra, M., & Daulat, D. (2020). Analisis Kerajinan Boneka Berbahan Koran Bekas Produk Galeri J-ART. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 3(2), 294-300. doi:https://doi.org/10.34007/ jehss.v3i2.205
[6] Setiawan, H. (2015). Analisis Fotografi Digital Imaging Surealistik Karya Kicung Hartono. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.
[7] Sinaga, D., & Triyanto, R. (2020). Tinjauan Ilustrasi Cover Novel Harry Potter Edisi Indonesia Karya Nicolas Fiber Ditinjau Dari Elemen Visual. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 3(1), 265-272. doi:https://doi.org/10.34007/jehss.v3i1.292
[8] Soelarko, R. M. (1984). Fotografi Komposisi. Bandung: Karya Nusantara.





