ANALISIS KOMPREHENSIF PERUBAHAN VISKOSITAS DAN DEGRADASI KIMIAWI MINYAK PELUMAS MESIN DIESEL GENERATOR BERDASARKAN DURASI JAM OPERASIONAL PADA KM. TRANS MITRAMAS 5 BITUNG

  • Doly Andrian Harahap Program Studi Permesinan Perikanan, Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta
  • Ade Hermawan Program Studi Permesinan Perikanan, Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta
  • Wanda Pamungkas Program Studi Permesinan Perikanan, Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta

Keywords

Viskositas Kinematik, Mesin Diesel Generator, Logam Aus (Fe), Total Base Number, Jelaga (Soot)

Abstract

Sistem pelumasan pada mesin generator kapal merupakan komponen vital penunjang kelancaran operasional penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik degradasi fisis dan kimiawi minyak pelumas multigrade Shell Rimula R4 X 15W-40 pada Mesin Diesel Generator Yanmar M200 AL-ST di KM. Trans Mitramas 5, PPS Bitung. Pengambilan sampel pelumas dilakukan secara berkala pada interval 0 jam (oli baru), 500 jam, 1000 jam, dan 1500 jam kerja mesin, dilanjutkan dengan pengujian laboratorium menggunakan instrumen ASTM standar meliputi viskositas kinematik, Total Base Number (TBN), analisis Fourier Transform Infrared (FTIR) untuk jelaga, serta Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectroscopy (ICP-OES) untuk deteksi logam aus. Hasil analisis menunjukkan fluktuasi viskositas kinematik 100°C dari nilai awal 15,85 cSt menjadi 13,94 cSt (500 jam) akibat shear thinning mekanis, kemudian meningkat menjadi 15,11 cSt (1500 jam) seiring melonjaknya densitas jelaga sisa pembakaran karbon hingga 1,60 Abs/01mm (Status Urgent). TBN mengalami depresiasi dari 10,67 mg KOH/g ke level 8,94 mg KOH/g, mencerminkan kejenuhan aditif alkali dalam menetralkan asam. Konsentrasi logam aus Besi (Fe) meningkat ekstrem hingga 149 ppm pada 1500 jam yang mengindikasikan keausan liner silinder dan roda gigi. Disimpulkan bahwa batas kritis penggunaan pelumas tercapai antara 1000 hingga 1500 jam. Direkomendasikan pemangkasan interval penggantian oli menyeluruh maksimal pada 1000 jam operasional kapal demi mengantisipasi kerusakan katastropik permesinan.

References

[1] ASTM International. (2020). ASTM D445: Standard Test Method for Kinematic Viscosity of Transparent and Opaque Liquids (and Calculation of Dynamic Viscosity). West Conshohocken, PA: ASTM International.

[2] ASTM International. (2018). ASTM D2896: Standard Test Method for Base Number of Petroleum Products by Potentiometric Perchloric Acid Titration. West Conshohocken, PA: ASTM International.

[3] ASTM International. (2022). ASTM D5185: Standard Test Method for Multielement Determination of Used and Unused Lubricating Oils and Base Oils by Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry (ICP-OES). West Conshohocken, PA: ASTM International.

[4] ASTM International. (2021). ASTM E2412: Standard Practice for Condition Monitoring of In-Service Lubricants by Trend Analysis Using Fourier Transform Infrared (FT-IR) Spectrometry. West Conshohocken, PA: ASTM International.

[5] Yanmar Co., Ltd. (2018). Operation and Maintenance Manual for Marine Diesel Generator Model M200 AL-ST. Osaka: Product Support Division.

[6] PT. Petrolab Service. (2025). Laboratory Test Report No: PL-2025-0218-WM (KM. Trans Mitramas 5). Jakarta: Technical Department.

[7] Shell Global Lubricants. (2021). Technical Data Sheet: Shell Rimula R4 X 15W-40 Heavy Duty Diesel Engine Oil. London: Shell Technical Centre

2026-06-25