Batasan Kewenangan Pengadilan Mengadili Praperadilan Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2025 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)

  • Abdul Hayy Nasution Ilmu Hukum, Pascasarjana, Universitas Pamulang

Keywords

Pretrial Proceedings, Court Authority, Criminal Procedure Code, Law Number 20 of 2025, Human Rights, Criminal Justice System

Abstract

The enactment of Law Number 20 of 2025 concerning the Criminal Procedure Code (KUHAP) brings significant changes to the regulation and authority of pretrial proceedings in Indonesia. This study aims to analyze the authority of Indonesian courts in adjudicating pretrial applications and the implementation of limitations on pretrial proceedings under Law Number 20 of 2025. This study uses a juridical-empirical approach with a descriptive research design. Data were obtained through document studies, interviews, and literature studies using primary and secondary legal materials. The findings show that the new KUHAP expands the objects and subjects of pretrial proceedings, including the examination of coercive measures, termination of investigations or prosecutions, compensation and rehabilitation, unrelated seizures, undue delay, and suspension or postponement of detention. The study also identifies limitations on repeated pretrial applications concerning the same coercive measure and restrictions on appeals against pretrial decisions. These provisions strengthen legal certainty, procedural efficiency, and the protection of human rights in the Indonesian criminal justice system

References

Ajat Rukajat, Pendekatan Penelitian Kuantitatif, CV Budi Utama, Sleman, 2018.

Google AI. (2026)

Kusuma, I. M. W. W., & Karma, N. M. S. (2020). Upaya Hukum Praperadilan dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia. Jurnal Interpretasi Hukum, 1(2), 73-77.

Pasaribu, F. (2021). Asas Nebis In Idem dalam Putusan Praperadilan dan Pelaksanaan Pengajuan Praperadilan Lebih dari Satu Kali bagi Tersangka dalam Hukum Acara Pidana di Indonesia. Banua Law Review, 3(2), 201-213.

Pradikta Andi Alvat. (2026). Transformasi Prap[eradilan dalam KUHAP. https://dandapala.com/opini/detail/tranformasi-praperadilan-dalam-kuhap

Romi Hardhika. (2026). Jangan Keliru, Inilah Tujuh Pembaruan Acara Praperadilan di KUHAP Baru. https://dandapala.com/article/detail/jangan-keliru-inilah-tujuh-pembaruan-acara-praperadilan-di-kuhap-baru

Romi Hardhika. (2026). Kompetensi Relatif Praperadilan Berdasarkan Doktrin dan Praktik. https://www.pn-parepare.go.id/berita/artikel-hukum/kompetensi-relatif-praperadilan-berdasarkan-doktrin-dan-praktik

Sultan Fawwaz. (2026). Praperadilan dalam KUHAP Baru: Mekanisme Hukum Menguji Upaya Paksa Aparat. https://alchemistgroup.co/article/praperadilan-kuhap-baru-uji-upaya-paksa.

Sumadi Suryabrta, Metodologi Penelitian, Rajawali, Jakarta, 1983, hlm. 19.

Susatyo, F. A., Wahyuni, H. H., & Afda’u, F. (2026). Penguatan Praperadilan sebagai Perlindungan Hukum terhadap Penyalahgunaan Kewenangan dalam Upaya Paksa menurut KUHAP 2025. Binamulia Hukum, 15(1), 359-376.

Triana, I. D. S., Irza, M. Y., & Awaludin, A. (2025). Reformasi KUHAP dalam membangun sistem peradilan pidana yang berkeadilan dan perlindungan hak asasi manusia. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6), 8293-8304.

Ulfah Norhani, S.H. (2025). https://hkalawoffice.com/keberlakuan-asas-nebis-in-idem-pada-sidang-pra-peradilan-pidana/

Undang-undang No. 20 Tahuun 2025 tentang KUHAP

2026-08-30