SENTUHAN CINTA KELUARGA: KUNCI EMAS STIMULASI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANGASA KOTA MAKASSAR

  • Ros Rahmawaty Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Asmawati Gasma Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Syaniah Umar Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Yulianto Yulianto Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Subriah Subriah Poltekkes Kemenkes Makassar

Keywords

Toddlers, Community Health Cadres, MCH Handbook, Growth and Development Stimulation

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat utama di Indonesia, termasuk di Kota Makassar, di mana prevalensi stunting dan terbatasnya penggunaan Buku KIA (Buku Kesehatan Ibu dan Anak) sebagai alat pemantauan masih menjadi masalah yang signifikan. Kondisi ini menyoroti perlunya intervensi pendidikan dan pemberdayaan keluarga, yang didukung oleh kader kesehatan masyarakat, untuk memastikan stimulasi dini yang optimal. Program Pengabdian Masyarakat (PKM) ini merupakan inisiatif kolaboratif antara dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Makassar dan Puskesm Mangasa. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader kesehatan masyarakat dan orang tua balita dalam menggunakan Buku KIA sebagai instrumen utama untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode pelaksanaannya meliputi sosialisasi, ceramah interaktif, demonstrasi pengisian checklist, praktik stimulasi sesuai usia, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Program ini menargetkan 25 kader kesehatan dan ibu balita di wilayah kerja Puskesm Mangasa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta: sebelum intervensi, 76% dikategorikan sebagai "sedang" dan 24% sebagai "baik," sedangkan setelah intervensi, semua peserta (100%) mencapai kategori "baik". Perubahan perilaku positif juga terlihat dalam penggunaan Buku Pegangan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) secara konsisten dan peningkatan keterlibatan kader dalam membantu orang tua. Hasil program meliputi brosur pendidikan, laporan komprehensif, dan publikasi ilmiah. Dampak sosial yang diharapkan adalah peningkatan kesehatan anak, kesejahteraan keluarga, dan kesiapan balita untuk memasuki pendidikan formal melalui stimulasi dini yang optimal. Program ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara akademisi, profesional kesehatan, kader kesehatan masyarakat, dan keluarga dalam mendukung perkembangan anak secara holistik.

References

American Academy of Pediatrics (2020) Bright Futures: Guidelines for Health Supervision of Infants, Children, and Adolescents.

Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (2020) Profil Kesehatan Sulawesi Selatan 2020.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2021) Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2021.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2021) Pedoman Pemantauan Tumbuh Kembang Anak.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2024) Pedoman Nasional Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Kemenkes RI.

Puskesmas Minasa Upa (2022) Laporan Kegiatan Puskesmas Minasa Upa 2022.

Pusat Promosi Kesehatan (2020) Buku Panduan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak.

Putri, A.R. & Hasanah, U. (2022) ‘Sentuhan kasih sayang keluarga sebagai media edukasi perkembangan anak’, Jurnal Psikologi Perkembangan, 10(1), pp. 45–52.

Sari, N.P. & Wulandari, D. (2023) ‘Peran stimulasi dini dalam pertumbuhan dan perkembangan balita’, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), pp. 120–128. doi:10.1234/jkm.v18i2.5678.

Sari, N.P., dkk. (2020) ‘Pengaruh Pelatihan Stimulasi Tumbuh Kembang Anak terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Orang Tua’, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), pp. 123–130.

WHO (2020) Nurturing Care Framework for Early Childhood Development. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization (2023) Early Childhood Development and Care Guidelines. WHO Publications. Available at: https://www.who.int/publications/i/item/early-childhood-development (Accessed: 5 December 2025).

Wijayanti, F., dkk. (2019) ‘Efektivitas Program Stimulasi dan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak dalam Meningkatkan Kemampuan Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Anak’, Jurnal Pediatri

2025-12-31