OPTIMALISASI PERAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN STUNTING BERBASIS POTENSI LOKAL
Keywords
stunting, potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, posyandu, giziAbstract
Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Upaya pencegahan stunting tidak hanya memerlukan intervensi medis, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat serta pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber daya yang berkelanjutan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran masyarakat dalam upaya pencegahan stunting melalui peningkatan pengetahuan, pemberdayaan kader, edukasi gizi berbasis pangan lokal, serta penguatan kapasitas posyandu. Metode kegiatan meliputi edukasi, demonstrasi pengolahan makanan berbasis pangan lokal, pelatihan kader, serta monitoring pertumbuhan balita. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang stunting, peningkatan kemampuan kader dalam pemantauan pertumbuhan, serta meningkatnya minat keluarga dalam memanfaatkan pangan lokal seperti ikan, sayur-sayuran, dan umbi-umbian sebagai sumber gizi. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan berbasis potensi lokal mampu mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan stunting.
References
BKKBN. (2022). Pedoman Pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting.
FAO. (2019). Local Food Systems and Nutrition.
Glanz, K., Rimer, B., & Viswanath, K. (2015). Health Behavior: Theory, Research, and Practice.
Kemenkes RI. (2021). Profil Kesehatan Indonesia.
Kemenkes RI. (2022). Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting.
Kemendes PDTT. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan.
Rosenstock, I. (1974). The Health Belief Model.
UNICEF. (2020). Global Report on Child Nutrition.
Wallerstein, N. (2006). Empowerment to Reduce Health Disparities.
WHO. (2020). Nutrition Landscape Information System.








