PEMBERDAYAAN PEWARISAN DAN PELATIHAN PENGELOLAAN KULINER LOKAL SAGU PISANG KUKUS (EM NIME OUW) ORANG AYAPO DI KAMPUNG AYAPO DISTRIK SENTANI TIMUR KABUPATEN JAYAPURA
Keywords
Em Nime Ouw, Kuliner Lokal, Pewarisan Budaya, Pemberdayaan, Sentani, PapuaAbstract
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan dan mewariskan pengetahuan lokal masyarakat Ayapo terkait pengelolaan kuliner tradisional Sagu Pisang Kukus (Em Nime Ouw), yang merupakan bagian integral dari identitas budaya Suku Sentani. Kegiatan dilatarbelakangi oleh semakin menurunnya minat generasi muda terhadap kearifan kuliner lokal akibat arus globalisasi dan modernisasi. Pelaksanaan kegiatan ini mengadopsi metode pemaparan langsung oleh para tetua adat, dengan melibatkan generasi muda dalam praktik pengolahan kuliner tradisional. Program ini dilaksanakan selama lima minggu di Kampung Ayapo, dengan fokus pada pelestarian teknik dan nilai budaya yang terkandung dalam pembuatan Em Nime Ouw. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya kuliner lokal sebagai warisan budaya dan potensi pengembangan pariwisata. Diperkirakan, melalui proses pewarisan ini, Em Nime Ouw tidak hanya bertahan sebagai makanan tradisional, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata kuliner khas Sentani di Kabupaten Jayapura.
References
Bagaihing, M., & Mantolas, C. M. (2021, December). Kuliner lokal sebagai produk budaya (Studi kasus pada On The Rock Hotel, Kupang). Journey: Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management, 4(2), 211–224.
Bintoro, M. H., Wulandari, S., & Fachry, M. E. (2010). Budi daya dan pengolahan sagu. Jakarta: Penebar Swadaya. (Disitasi dalam teks sebagai: Bintoro et al., 2010)
Chao, S. (2021). Children of the Palms: Growing plants and growing people in a Papuan Plantationocene. Duke University Press.
Collins, N. (2021). Health benefits of sago (papeda) and its nutritional value. Unews. (Disitasi dalam teks sebagai: Collins Nwokolo, 2021)
Flach, M. (1995). Sago palm: Metroxylon sagu Rottb. Promoting the conservation and use of underutilized and neglected crops. 13. Institute of Plant Genetics and Crop Plant Research, Gatersleben/International Plant Genetic Resources Institute, Rome, Italy.
Flassy, M., Saa, S., & Frank, S. A. K. (2022). Qanan: Food processing in the culture of the Tehit people in West Papua. ETNOSIA: Jurnal Etnografi Indonesia, 7(2), 117–129.
Frank, S. A. K., Flassy, M., Idris, U., Ilham, I., Indiarti, N. R., & Kogoya, A. A. (2023). Pelestarian kuliner lokal sagu (Fi) sebagai identitas budaya etnis Sentani (Puyakha) di Kampung Ayapo. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 8612-8618.
Ilham, I., Frank, S. K. A., Flassy, M., Muttaqin, M. Z., Idris, U., & Yunita, D. I. (2021). Hjiir Mentuk: Potensi kuliner lokal olahan masyarakat kampung Tobati sebagai daya tarik wisata di Kota Jayapura. Jurnal Pariwisata Pesona, 6(2), 95–104.
Mangindaan, H., & Tampake, M. (2005). Sagu: Bahan pangan potensial di kawasan timur Indonesia. Manado: Balitka. (Disitasi dalam teks sebagai: Mangindaan dan Tampake, 2005)
Paiki, J., et al. (1991). Identifikasi dan penyebaran sagu di Papua. Laporan Penelitian. (Disitasi dalam teks sebagai: Paiki et al., 1991)
Primasari, A., & Siswojo, T. (2012). Promosi kuliner lokal sebagai daya jual pariwisata Indonesia untuk backpacker asing. Visual Communication Design, 1(1), 179985.
Setiawan, H., Hamid, A., Ummasyroh, U., & Bustan, J. (2020). Model daya tarik kuliner lokal sebagai pendorong daya tarik wisata kuliner. INOVASI, 16(1), 120–126.
Steven, Y. (2019). Totem dan ekologi budaya dalam masyarakat Malind Anim Merauke. (Disitasi dalam teks sebagai: Steven, 2019)
Syahdima, A., Sampe, D. B., & Putri, R. Y. (2013). Sagu dalam budaya masyarakat Luwu Utara. Jurnal Sosiologi Dialektika, 8(1), 45–59. (Disitasi dalam teks sebagai: Syahdima dkk, 2013)
Ruhulesin, Y. Mitologi Sagu dalam Kehidupan Orang Sentani. (Disitasi sebagai: Ruhulesin, hlm. 115)
Siregar, B. (1987). Sistem sosial masyarakat Sentani. (Disitasi sebagai: Siregar, 1987: 93–94)
Ibo, J. (1988). Sistem pemerintahan adat Papua. (Disitasi sebagai: Ibo, 1988)








