DIGITAL BRANDING DAN PEMBUATAN VIDEO IKLAN PADA PELAKU UMKM SAMBAL NONA VANKA

  • Farida Akbarina MEMBERSHIP
  • Shohib Muslim MEMBERSHIP
  • Sanita Dhakirah MEMBERSHIP
  • Hairus MEMBERSHIP
  • Rizky Kurniawan MEMBERSHIP

Keywords

Pemasaran, Diversifikasi Produk, UMKM

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai produk dan pendapatan ekonomi pelaku umkm merek sambal nona vanka. Usaha ini baru berdiri pada tahun 2023, berawal dari tahapan uji coba ibu rumah tangga untuk memberikan sambal gratis pada para tetangga sekitra rumah, ternyata lambat laun mulai cukup banyak permintaan atas produk tersebut. Untuk peningkatan nilai produk mitra berkeinginan untuk melakukan pengajuan label halal pada produknya, Konten kreatif di smartphone mencakup berbagai jenis konten seperti vlog, video tutorial, review produk, unboxing, dan banyak lagi. Tren seperti penggunaan smartphone untuk fotografi, videografi, dan aplikasi kreatif juga meningkatkan minat masyarakat untuk menjadi pembuat konten. Selain itu, konten edukasi juga banyak diberikan melalui media sosial. Pada pelatihan ini tim abdimas memberikan edukasi penggunaan CapCut untuk mengembangkan video promosi. Untuk mengimplementasikan aplikasi ini, kami akan memanfaatkan kemajuan teknologi pada kategori media sosial sebagai sarana komunikasi tanpa batas dengan peserta pelatihan, guna mendidik dengan penyajian yang semenarik mungkin, namun mudah dipahami. Contoh penerapannya antara lain membuat video promosi untuk memperkenalkan produk UMKM dan dapat disebarluaskan melalui media sosial yang sesuai seperti YouTube, WhatsApp, Instagram, atau TikTok. Mitra abdimas adalah pelaku usaha UMKM Sambal Nona Vanka. Permasalahan yang dihadapi para mitra adalah para pelaku UMKM tersebut belum banyak menggunakan video untuk mempromosikan produk-produk usaha UMKM tersebut. Melalui kegiatan abdimas diperkenalkan konsep dasar dan cara sederhana membuat video, mengedit dan menyebarluaskan melalui media sosial yang dimiliki dengan menggunakan fitur-fitur yang tersedia. Kemampuan yang diperoleh dapat mendorong pengembangan bisnis UMKM yang lebih inovatif. Pelatihan ini dilakukan secara tatap muka atau offline di lokasi mitra.

References

[1] Agustian, N., & Salsabila, U. H. (2021). Peran Teknologi Pendidikan dalam Pembelajaran. Islamika, 3(1), 123–133. https://doi.org/10.36088/islamika.v3i1.1047

[2] Ahmadi, F., & Ibda, H. (2019). Konsep dan aplikasi literasi baru di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. CV. Pilar Nusantara.

[3] Amarta, C. D., Wardaya, A., Nugroho, A. V., & Setiawan, P. A. (2022). Strategi Pemasaran Digital dan Kualitas Produk untuk Mendapatkan Pelanggan Setia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2021), 15190– 15202.

[4] Wardhani, A. K., & Romas, A. N. (2021). Analysis of Digital Marketing Strategies in the Covid-19 Pandemic. EXERO : Journal of Research in Business and Economics, 4(1), 29–53. https://doi.org/10.24071/exero.v4i1.5025

[5] Wijaya, V., Sitompul, N., Mulyanto, U. H., & Wahyuni, S. (2023). Pelatihan Editing Video Menggunakan Aplikasi Smartphone CapCut Bagi Ibu-Ibu Gabungan Organisasi Wanita Sambas. Junal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, Vol. 4 No.(Juni), 1343–1351. https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/view/980/785

2026-06-16