PEMBUATAN UMKM CENDOL KUE TIMPAN DAN MARTABAK TELOR DI PONDOK PESANTREN
Keywords
Cendol, Kue Timpan, Martabak Telor, Santri, PenghafalAbstract
Kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen Universitas AL Azhar dalam pembuatan kue timpan, martabak goreng dan cendol ini dilakukan di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Deli Serdang. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan agar anak santri mempunyai jiwa pengembangan diri dalam hal ke wirausahaan atau dapat juga untuk pengembangan dan pendekatan pada masyarakat pada saat pengabdian, setelah selesai hapalan 30 juz. Dalam pembuatan kue timpan, martabak goreng dan cendol bahan yang digunakan sangat sederhana yaitu tepung roti, gula aren, santan kelapa, wartel, kentang, udang kecepe, telur, santan, daun pandan, daun pisang, nangka dan minyak goreng. Tepung yang digunakan terlebih dahulu diayak agar hasilnya bebas dari butiran yang kasar, sehingga dihasilkan tepung halus. Gula yang digunakan adalah gula aren yag dipotog kecil kecil agar mudah larut dan untuk melarutkan gula digunakan air dan disaring. Digunakan kelapa yang sedang tuanya lalu diambil santannya. Sepuluh lembar daun pandan ditumbuk halus dan ditambah air lalu disaring airnya. Tepung, ditambah air daun pandan dimasak sampai kental lalu ditiriskan dalam saringan yang dikumpul dalam panci yang ada es batunya. Hasil ini adalah untuk mendapatkan cendol. Nangka, kelapa parut digunkakan untuk kue timpan. Sedangkan untuk martabak goreng digunakan isinya tumisan kentang, wartel dan udang kecepe. Anak santri lebih menyukai martabak telor goreng dibanding kue timpan. Sedangkan es cendol anak santri menyukai sebanyak 100 %. Martabak telor 100% dan kue timpan 70%.
References
[1] Mau, D. P., Lestariningsih, T., Dachi, A. A., & Kusumawati, N. (2024). Pelestarian kuliner tradisional melalui experiential learning pada pembuatan es cendol. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat, 6(1). https://doi.org/ 10.33474/jp2m. v6i1.23421
[2] Riantia, A. (2018). Food Culture Acculturation of Martabak Cuisine Originally from India to Indonesia. Studi Budaya Nusantara, 2(1), 58–66. https://doi.org/10.21776/ub.sbn.2018.002.01.06.
[3] Nabila, F., Al Kadri, A., & Telaumbanua, W. S. (2026). Product Innovation and Its Impact on Firm Competitiveness: Evidence from PT Martabak Mak Yung. Young Journal of Social Sciences and Humanities, 1(1).https://doi.org/10.66867/yjssh.v1i1.237.
[4] Universitas Negeri Medan. (2023). Inventarisasi kue tradisional berbahan kelapa di Kota Medan (memuat pembahasan mengenai Timphan/Timpan sebagai salah satu kue tradisional).
[5] Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Kuliner Tradisional Indonesia: Es Cendol. Digunakan sebagai referensi mengenai sejarah dan karakteristik es cendol
[6] Dewita, Sidauruk, S. W., Desmelati, & Hidayat, T. (2023). Karakteristik hedonik dan kimia cendol instan ikan gabus dengan formulasi sumber karbohidrat lokal berbeda. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 26(3). https://doi.org /10.17844 /jphpi.v26i3.49609.
[7] Santoso. (2000). Teknologi Pengolahan Pangan Tradisional. (Dikutip dalam latar belakang penelitian mengenai es cendol).
[8] Chaidir. (2007). Pangan Tradisional Indonesia. (Dikutip dalam penelitian mengenai karakteristik es cendol).
[9] Elwina, Fachraniah, Amalia, Z., & Kurniati. (2023). Teknologi Pengawetan dengan Pengemasan Vacuum Frozen pada Kue Timphan sebagai Kue Tradisional Aceh. Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe.
[10] Fitri, C., Husna, N., & Yunita, D. (2018). Karakteristik Organoleptik Timphan Kering Beku. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 3(1), 326–331.
[11] Pemerintah Aceh. (2018). Resep Kue Timphan.
[12] Zulfadli, dkk. (2023). Analisis Kandungan, Penamaan, dan Makna dari Makanan Tradisional Aceh. Jurnal Metamorfosa.
[13] Lase, A., & Santoso, B. (2024). Analisis SWOT dan Strategi Pemasaran terhadap Bisnis Kuliner Martabak Jaya Rasa di Kota Bandung Jawa Barat. Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi, 3(2). https://doi.org/ 10.61930/jebmak.v3i2.652.
[14] Radio Republik Indonesia. (2024). Sejarah Martabak Telur: Perjalanan Kuliner India ke Indonesia
[15] Rahmawati, A. A. D. (2021). Martabak Telur Diadaptasi dari Kuliner India, Ini Catatan Sejarahnya. detikFood
[16] Winarno, F. G. (2004). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
[17] Soekarto, S. T. (1985). Penilaian Organoleptik untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.








