PELATIHAN INOVASI MENAMBAH NILAI PRODUK MENJADI MINUMAN BERNILAI JUAL TINGGI DI DESA BUNIARA SUBANG JAWA BARAT

  • Deni Mulyana Akademi Pariwisata NHI Bandung
  • Sonny Sanjaya Akademi Pariwisata NHI Bandung
  • Idham Sakti W Akademi Pariwisata NHI Bandung
  • Ita Karnita Akademi Pariwisata NHI Bandung
  • Ghini Kuntala Devi Akademi Pariwisata NHI Bandung

Keywords

Pengabdian Kepada Masyarakat, Inovasi Produk, Kopi, Manual Brewing, Nilai Tambah, Pemberdayaan Masyarakat, Desa Buniara.

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah potensi sumber daya lokal menjadi produk minuman yang memiliki nilai tambah ekonomi. Desa Buniara memiliki potensi komoditas kopi yang melimpah, namun sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku sehingga nilai ekonominya relatif rendah. Permasalahan lain yang dihadapi mitra meliputi keterbatasan pengetahuan mengenai teknik pengolahan, penyajian, pengemasan, dan pemasaran produk. Kegiatan PKM dilaksanakan melalui metode observasi, koordinasi dengan pemerintah desa, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi pembuatan minuman kopi menggunakan metode manual brewing, praktik langsung, serta evaluasi. Peserta kegiatan merupakan masyarakat Desa Buniara yang memiliki minat mengembangkan usaha berbasis produk kopi lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah kopi menjadi produk minuman yang lebih berkualitas, memiliki cita rasa yang konsisten, dan berpotensi dipasarkan dengan harga yang lebih tinggi. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya standar kebersihan, teknik penyajian, pengemasan yang menarik, serta strategi pemasaran digital sebagai upaya memperluas jangkauan pasar. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi masyarakat dan membuka peluang pengembangan usaha mikro berbasis potensi lokal yang mendukung penguatan ekonomi desa dan pengembangan desa wisata. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan lanjutan dalam aspek legalitas usaha, inovasi produk, branding, dan pemasaran agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas

References

[1] Ariani, R.P. 2017. Mengenal Kuliner Bali. Depok: Rajawali Pers.

[2] Candra, I.P, Singapurwa, NMAS., Suriani L. (2022). Pengolahan Pangan Jajanan Tradisional pada Kelompok Kusuma Dewi di Kabupaten Jembrana, Bali. PengabdianMu Umpalangkaraya. Vol 7 (2), hal 324-33.

[3] Lestiana, Nurian. 2016. Aktifitas Promosi Kuliner Melalui Media Sosial Instagram (Studi Kasus Mengenai Aktivitas Promosi Kuliner pada Akun Instagram @kulinerdisolo di Kota Solo). Program Studi Ilmu Komunikasi, Fisip Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[4] Liliweri, Alo. (2011). Komunikasi: Serba Ada Serba Makna. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

[5] Lukihardianti, Arie. 2023. Akhir Pekan Ini, Warga Bandung Bisa Menikmati Ratusan Kuliner di Festival Kuliner. www.rejabar.republika.co.id. Dikases Tanggal 11 Agustus 2023.

[6] Mulyati dkk. (2020). Strategi Pemasaran Produk Usaha Jajanan Tradisional Karoto Sahe Di Desa Soro Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu. Jurnal Administrasi Niaga Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (STISIP) Mbojo Bima. Vol 17 (1), hal 9-16.

[7] Pessak, Romana Octavia Debora dan Joroh, Adelaida. 2022. Cara Mengembangkan Promosi Usaha Kuliner Tradisional Melalui Media Sosial Di Kelurahan Titiwungen Selatan. Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado. Vol.1 (1), hal 1-8.

[8] Wamad, Sudirman. 2022. Siap-siap! Ada Bandung Seuhah Akhir Pekan Ini. www.detik.com. Diakses Tanggal 30 Juli 2023.

[9] Wardhani, Anita K, 2023. Bisnis Kuliner Menggeliat Usai Pandemi, Pengelola Rumah Makan Jepang Optimis Gaet Banyak Konsumen. www.tribunnews.com. Diakses tanggal 14 Agustus 2023.

2026-08-31