MENGEMBANGKAN POTENSI KAMPUNG BIKA KAYULAUT MENGGUNAKAN SOSIAL MEDIA MELALUI KEGIATAN PANYABUNGAN SELATAN CULINARY FASHION FESTIVAL

Authors

  • Dina Syarifah Nasution STAIN Mandaling Natal
  • Nurintan Siregar STAIN Mandaling Natal

Keywords:

Panyabungan Selatan Culinary Fashion Festival, produk, Kue Bika Kayulaut

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dalam upaya penguatan Kayulaut sebagai Ikon Desa Kuliner; Kampung Kue Bika di Kabupaten Mandailing Natal oleh    Dosen  Prodi  Tadris Bahasa   Inggris   STAIN   Madina   dan Dosen Ekonomi Syariah Stain Madina. Pelaksanaan  Pengabdian Masyarakat ini didukung oleh berbagai pihak yang dalam hal ini  Camat Panyabungan Selatan dan Kepala  Desa Kayulaut serta Naposo Nauli Bulung Desa Kayulaut. Salah satu alasan dipilihnya desa ini yakni kecamatan Panyabungan Selatan merupakan sebuah kecamatan yang di rekomendasi oleh Dinas Pariwisata kabupaten Mandailing Natal merupakan sebuah kecamatan yang memiliki beberapa objek tujuan wisata salah satunya Merupakan sepuluh tujuan    wisata    terbaik    di    Kabupaten Mandailing Natal serta telah masuk nominasi 200 ADWI ( Anugrah Desa Wisata Indonesia). Selanjutnya, tujuan – tujuan wisata di Kecamatan lain harus melalui Kecamatan Panyabungan Selatan khususnya Desa Kayulaut,seperti perjalanan menuju wisata Sopotinjak, wisata Pantai Barat,wisata Batahan, wisata Singkuang dan lain sebagainya. Dalam hal ini banyak hal yang perlu di galakkan di Desa Kayulaut sebagai Desa Transit dari Luar kota menuju tujuan – tujuan wisata di kecamatan lain melewati Kecamatan Panyabungan Selatan. Sebagai Desa Transit, di harapkan agar penduduk Desa Kayulaut untuk Mampu memanfaatkan situasi itu sebagai salah satu usaha untuk memperoleh pendapatannya melalui pengembangan usaha-usaha kuliner yang telah dilakukan penduduk Desa Kayulaut sejak zaman Kolonial; dalam hal ini Desa Kayulaut sejak dulu sudah di kenal oleh masyarakat luas khususnya di Mandailing Natal sebagai penghasil kue Bika bakar terbaik, khususnya untuk kue Bika Bakar Mandailing, tidak lagi menjadi hal baru bahwa Desa Kayulaut dikenal dengan julukan Kampung Bika, namun minimnya pengetahuan akan metode promosi Kue Bika di Desa Kayulaut merupakan salah satu indicator dasar hadirnya kegiatan Panyabungan selatan Culinary Fashion Festival untuk membantu mendorong pemahaman masyarakat akan beragamnya metode pemasaran dalam memperkenalkan produk kue Bika Desa Kayulaut. Dengan adanya kegiatan ini yaitu Panyabungan selatan Culinary Fashion Festival menjadi salah satu bukti yang memberikan nilai edukasi bahwa memperkenalkan produk Kue Bika membutuhkan kemauan yang kuat, kreatifitas yang tinggi menggunakan media teknologi dan media social sesuai dengan era hari ini,serta semangat juang yang lebih sehingga Kue Bika dapat bersaing dengan kuliner- kuliner dari daerah baik yang berskala nasional dan internasional. Tahapan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan dibagi menjadi tiga tahapan yaitu;Sosisalisasi Program Kegiatan, Pelaksanaan dan  Evaluasi. Pengabdian kepada Masyarakat Panyabungan selatan Culinary Fashion Festival Berlangsung dari jam 14.00 wib sampai selesai selama tiga hari mulai persiapan kegiatan, diikuti    oleh    28     orang    peserta.    Pokok    bahasan    yang disampaikan Melalui kegiatan ini penggunaan bahasa inggris sebagai bahasa iklan pembuatan kue Bika di media social Youtube. Dengan adanya kegiatan Panyabungan selatan Culinary Fashion Festival kelak  dapat  menciptakan lapangan kerja mandiri berupa menjadi wirausahawan  khususnya UMKM Kue Bika Kayulaut serta dapat memberikan  pelayanan  terbaik  bagi  wisatawan  mancanegara maupun wisatawan lokal ketika berkunjung ke Desa Kayulaut untuk berwisata Kuliner.

References

Beer, S. (2008). Authenticity and Food Experience - Commercial and Academic Perspective. Journal of Foodservice, 19(3), 153-163. doi:10.1111/j.1745- 4506.2008.00096.x

Bessiere, J. (1998). Local Development and Heritage Traditional Food and Cuisine as Tourist Attraction in Rural Areas. Socialogy Ruralis, Vol 38(1). ISSN 0038-0199

Global Report on Food Tourism 2012:6

Hall, M. C., Sharples, L., Mitchell, R., Macionis, N., & Cambourne, B. (2005). Food tourism around the world: Development, management and markets (1st ed.). Great Britain: Elsevier Inc.

Kivela, J. & Crotts, J. C. (2006). Tourism and Gastronomy: Gastronomy’s Influence on How TouristsExperience a Destination. Journal of Hospitality & Tourism Research, 30 (3), 354-377.

Kivela, J. J. & Crotts, J. C. (2009). Understanding travelers’ experiences of gastronomy through etymology and narration. Journal of Hospitality and Tourism Research, 33(2),161-192.

Kivela, J.J. & Crotts, J. C. (2006). Tourism and gastronomy: gastronomy's influence on how tourists experience a destination. Journal of Hospitality & Tourism Research, 30(3), 354-377. doi:10.1177/1096348006286797

Pitanatri, Putu Diah Sastri. 2016. Inovasi Dalam Kompetisi: Usaha Kuliner Lokal Menciptakan Keunggulan Kompetitif di Ubud. Jumpa. Vol.2, Juli 2016

Sims, R. (2009). Food, place and authenticity: local food and the sustainable tourism experience. Journal of Sustainable Tourism, 17(3), 321-336. doi:10.1080/09669580802359293

Downloads

Published

2022-09-25

How to Cite

Dina Syarifah Nasution, & Nurintan Siregar. (2022). MENGEMBANGKAN POTENSI KAMPUNG BIKA KAYULAUT MENGGUNAKAN SOSIAL MEDIA MELALUI KEGIATAN PANYABUNGAN SELATAN CULINARY FASHION FESTIVAL. JURNAL PENGABDIAN MANDIRI, 1(9), 1707–1718. Retrieved from https://bajangjournal.com/index.php/JPM/article/view/3539

Issue

Section

Articles