OPTIMALISASI PENGEMBANGAN AGROWISATA ANGGUR DAN KURMA DI DESA SAMBIK BANGKOL, KABUPATEN LOMBOK UTARA, NTB

  • Sri Susanty Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
  • Ander Sriwi Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
  • Murianto Murianto Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Keywords

Agrowisata, Tata Kelola Organisasi, Digital Marketing

Abstract

Desa Sambik Bangkol yang terletak di Kabupaten Lombok Utara NTB merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian dan pariwisata, khususnya agrowisata. Agrowisata merupakan sebuah aktivitas, usaha atau bisnis yang dikombinasikan dengan elemen pokok pertanian dan pariwisata serta menyediakan sebuah pengalaman kepada para pengunjungnya yang nantinya akan mendorong aktivitas ekonomi dan berdampak pada usaha tani dan pendapatan masyarakat desa setempat. Perpaduan antara pertanian dan pariwisata dapat memberikan nilai tambah pada produk pertanian karena adanya peningkatan aktivitas masyarakat dalam rangka peningkatan pendapatan yang berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Manfaat ekonomi dari keberadaan agrowisata ini baru dirasakan oleh pemilik lahan, belum melibatkan banyak masyarakat. Masyarakat dan Pemerintah Desa belum melihat ini sebagai potensi wisata yang harus dikembangkan secara optimal. Hal ini diakibatkan oleh keterbatasan dalam sistem tata kelola yang optimal, kapasitas sumber daya manusia yang kurang memadai, serta pemanfaatan teknologi modern dalam pengelolaan dan pemasaran produk.  Pada aspek managemen organisasiTata kelola terlihat bahwak elembagaan masih lemah, tidak adanya kerangka formal manajemen pengelola agrowisata. SDM lokal minim kapasitas, ditemukan  keterbatasan pelatihan manajemen agrowisata, pemahaman pengelolaan organisasi yang terbatas,  dan kompetensi pelayanan wisata. Kurangnya teknologi modern, dimana pemasaran digital belum optimal. Digital marketing sangat memudahkan konsumen dan produsen berinteraksi dengan jangkauan khalayak yang lebih luas dengan biaya promosi yang minimal. Promosi konvensional yang menjadikan eksposure dan daya saing produk agrowisata belum maksimal. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengembangan agrowisata anggur dan kurma melalui tiga pendekatan utama: perbaikan sistem tata kelola kelembagaan dan manajemen, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan usaha dan promosi digital. Dengan pendekatan ini, diharapkan Desa Sambik Bangkol dapat mengembangkan potensi agrowisatanya secara berkelanjutan dan menjadi contoh model desa wisata pertanian berbasis komoditas unggulan di wilayah Lombok Utara. Adapun luaran dari pelaksanaan program pengabdian ini adalah (1) terbentuknya panduan dalam tata kelola organisasi mitra. (2) meningkatnya pemahaman mitra terkait managemen hospitality, agrowisata, dan pelayanan wisata. (3) terciptanya web dan fitur sosial media lainnya untuk pemasaran digital. (4) peningkatan pendapatan masyarakat. (5) terpublikasinya hasil kegiatan dalam bentuk artikel jurnal nasional ber ISSN dan video kegiatan

References

[1] Nugroho, A., & Setiawan, B. (2020). Pengembangan Agrowisata Berbasis Masyarakat Lokal. Yogyakarta: Penerbit Andi.

[2] Prasetyo, R. (2019). Infrastruktur Penunjang Pariwisata Pedesaan. Jurnal Pariwisata Nusantara, 14(2), 45–60.

[3] Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. (2022). Laporan Pariwisata dan Pertanian. Tanjung: Diskominfo.

[4] Rismareka, B. (2023). Data Kebun Kurma Desa Sambik Bangkol. Lombok Utara: Dokumentasi Pribadi.

[5] Putra, D. P. B. S. (2021). Ekonomi Sirkular dalam Pertanian Tropis. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 19(1), 11–25.

2026-02-28