FILTRASI TEPAT GUNA UNTUK AIR BERSIH PASCABANJIR DI DESA BESILAM

  • Martina Restuati Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Medan
  • Syawal Gultom Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Medan
  • Aida Fitriani Sitompul Program Studi Biologi, Universitas Negeri Medan
  • Nanda Pratiwi Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Medan
  • Sanimah Sanimah Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan

Keywords

Sanitasi Lingkungan, Air Bersih, Banjir, Filtrasi, Pemberdayaan

Abstract

Banjir berulang di Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, menurunkan kualitas sumber air rumah tangga dan meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan sanitasi, keterampilan penggunaan teknologi filtrasi, dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan air bersih pascabanjir. Program dilaksanakan secara partisipatif melalui koordinasi dan survei kebutuhan, sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat, demonstrasi filtrasi bertingkat berbasis pasir, kerikil, arang aktif, dan ijuk, praktik penggunaan dan perawatan alat, serta evaluasi deskriptif. Kegiatan pada 2 Mei 2026 melibatkan 20 warga dengan tingkat kehadiran 100%. Seluruh peserta mampu mempraktikkan pengoperasian alat. Skor kepuasan rata-rata mencapai 4,18 dari skala 5, dengan nilai tertinggi pada penyampaian materi (4,5), demonstrasi dan praktik (4,2), relevansi kegiatan (4,0), serta kesiapan alat dan fasilitas (4,0). Program juga menghasilkan penyerahan unit filtrasi dan komitmen pendampingan bersama pemerintah desa. Integrasi teknologi sederhana, edukasi, dan partisipasi mitra memperkuat peluang keberlanjutan pengelolaan air bersih. Pengujian laboratorium tetap diperlukan sebelum air dinyatakan aman untuk diminum.

References

[1] Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Indeks Risiko Bencana Indonesia Tahun 2024. Jakarta: BNPB, 2025.

[2] Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Jakarta, 2007.

[3] UNICEF Pacific. Pacific WASH in Emergencies Coordination Handbook: A Practical Guide for Water, Sanitation and Hygiene Emergency Responses. Suva: UNICEF Pacific, 2018.

[4] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan. Jakarta, 2023.

[5] World Health Organization. Guidelines for Drinking-water Quality: Fourth Edition Incorporating the First, Second and Third Addenda. Geneva: World Health Organization, 2026.

[6] Taufiq Aji, Win Indra Gunawan, and Sutriyono. “Rancangan Teknologi Tepat Guna Penyaringan Air Sederhana Skala Rumah Tangga.” Jurnal Bakti Saintek 7, no. 2 (2023): 45–51. https://doi.org/10.14421/jbs.4415.

[7] Khayan, Bagus Muhammad Ihsan, Cecep Dani Sucipto, and Widyana Lakshmi Puspita. “Aplikasi Teknologi Tepat Guna Pengolahan Air sebagai Sumber Air Bersih Masyarakat.” Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat 4, no. 2 (2023): 459–466. https://doi.org/10.33474/jp2m.v4i2.20460.

[8] Ronny, Zulfikar Ali Hasan, and Albina Bare Telan. “Innovative Gravity-Fed Filtration System to Improve Coastal Community Water Quality.” Jurnal Kesehatan Manarang 10, no. 3 (2024): 299–308. https://doi.org/10.33490/jkm.v10i3.1781.

[9] Farhan Kusuma Putra, Iva Rustanti Eri, Narwati, Ferry Kriswandana, and Fitri Rokhmalia. “Pemanfaatan Air Tanah untuk Kebutuhan Air Bersih Masyarakat Desa Nologaten dengan Metode Multi Media Filter Sederhana.” Jurnal Sanitasi Lingkungan 4, no. 2 (2024): 59–65. https://doi.org/10.36086/jsl.v4i2.2206.

[10] Siprianus Singga, Rachel Carolina Indriani Ea, and Edwin M. Mauguru. “Pemanfaatan Teknologi Saringan Pasir Cepat untuk Penyediaan Air Bersih di Daerah Banjir.” Oehònis 7, no. 2 (2024): 22–26.

[11] Henny Irawati et al. “Peningkatan Filter Air sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat Pesisir Terkait Sanitasi Air Bersih.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei 5, no. 2 (2025): 244–249. https://doi.org/10.36985/a20fnw54.

[12] Anisa Puspitasari et al. “Pembuatan Filter Air Sungai dan Penyediaan Penampungan Air Bersih di Desa Penadaran.” Lontara Abdimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2, no. 2 (2021): 72–79. https://doi.org/10.53861/lomas.v2i2.245.

[13] Emi Roslinda and Gusti Hardiansyah. “Teknologi Multi Media Filter untuk Memproduksi Air Bersih di Lahan Gambut.” JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) 3, no. 1 (2019): 141–148. https://doi.org/10.30595/jppm.v3i1.3123.

2026-08-05