PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSYANDU DALAM PENGGUNAAN GLUKOMETER MELALUI PELATIHAN DI POSYANDU TERATAI III TAMARUNANG, KABUPATEN GOWA

  • Lismayana Hansur Department of Microbiology, faculty of Medicine And Health Science, Universitas Muhammadiyah makassar, Indonesia
  • Hernawati Basir Department of Pharmacy, faculty of Medicine And Health Science, Universitas Muhammadiyah makassar, Indonesia
  • Ami Febriza Departemen Of Phisiology, Faculty Of Medicine And Healty Scince, Universitas Muhammadiyah Makasar, Indonesia
  • Nurmila Nurmila Department of Phisiology, faculty of Medicine And Health Science, Universitas Muhammadiyah makassar, Indonesia
  • Dahniar Dahniar Biomedical science, faculty of Medicine And Health Science, Universitas Muhammadiyah makassar, Indonesia

Keywords

QRIS, UMKM, Efektivitas Transaksi, Pembayaran Digital

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memerlukan deteksi dini dan pemantauan kadar glukosa darah di tingkat masyarakat. Kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan skrining kesehatan, namun keterbatasan keterampilan dalam penggunaan glukometer serta penerapan prinsip pencegahan infeksi dapat menjadi hambatan dalam pelaksanaan pemeriksaan yang aman dan tepat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis kader Posyandu dalam melakukan pemeriksaan glukosa darah menggunakan glukometer serta meningkatkan penerapan prinsip keselamatan dan pencegahan infeksi selama pemeriksaan darah kapiler. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada November 2025 di Posyandu Teratai III, wilayah kerja Puskesmas Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan diikuti oleh 8 kader Posyandu aktif dari tiga Posyandu binaan. Pelaksanaan meliputi koordinasi dan identifikasi kebutuhan, pre-test, pemberian edukasi mengenai diabetes melitus, penggunaan glukometer dan pencegahan infeksi, demonstrasi, praktik langsung penggunaan glukometer, pendampingan, serta post-test dan evaluasi keterampilan menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara kuantitatif deskriptif dengan membandingkan skor keterampilan sebelum dan sesudah pelatihan serta persentase ketercapaian indikator program. Hasil: Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan skor keterampilan pada seluruh aspek yang dinilai, meliputi persiapan alat dan bahan, disinfeksi dan pengambilan sampel, pengoperasian glukometer, serta pembuangan limbah medis. Pada evaluasi akhir, 8 dari 9 kader (88,9%) telah mampu melakukan pemeriksaan glukosa darah secara mandiri, sedangkan 1 kader (12,5%) masih memerlukan pendampingan ringan. Seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai. Indikator keberhasilan program menunjukkan bahwa target kehadiran peserta, peningkatan keterampilan, kemampuan melakukan pemeriksaan secara mandiri, dan kepatuhan terhadap prosedur pemeriksaan dapat tercapai. Kesimpulan: Pelatihan berbasis praktik langsung dapat meningkatkan keterampilan kader Posyandu dalam penggunaan glukometer dan penerapan prinsip keselamatan serta pencegahan infeksi. Pendampingan secara berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan keterampilan kader dan mendukung pelaksanaan skrining diabetes berbasis masyarakat di Posyandu.

References

[1] Andini, D. N., Nadia, F., Ningrum, W., & Prasetya, N. H. (2025). Implementasi QRIS sebagai inovasi pembayaran digital pada UMKM di Desa Serbananti. SAFARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 6(1), 84–94. https://doi.org/10.56910/safari.v6i1.3443

[2] Arini, A., Budiman, A. Z., Maulana, R. A., Siagian, E., Putri, A. M., Ramadani, U. F., Situmorang, O., Rizky, M., Franciscus, P., Kaisah, N., Febryanti, P. F., Juniyanti, I., Lina, N., Simamora, F. B., Manalu, E., & Sinaga, T. A. (2024). Sosialisasi QRIS sebagai alat pembayaran pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Sialang Munggu. IJTIMA’: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 75–80. https://doi.org/10.25299/ijtima.2024.18984

[3] Bachtiar, A., Sukirman, M. W. D., Ambarita, N. C., Nicolas, D. D. R., Cendrawati, V., Salsabila, W. F., & … (2024). Penggunaan QRIS sebagai sistem cashless dalam meningkatkan efisiensi transaksi UMKM di UPN “Veteran” Jawa Timur. JUMEK: Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif, 2(1), 140–146. https://doi.org/10.59024/jumek.v2i1.285

[4] Ganendra, A. S., & Andarini, S. (2025). Analisis potensi implementasi QRIS dalam meningkatkan efisiensi operasional di UMKM Lustre Barbershop Sidoarjo. Jurnal Bisnis Indonesia, 16(1), 15–22. https://doi.org/10.33005/jbi.v16i1.5441

[5] Hardiyanti, M., & Santosa, S. (2024). Dampak penggunaan QRIS pembangunan ekonomi digital pada pelaku UMKM. EKOMA: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 4(1), 171–179.

[6] Jamil, I., Fitriyani, F., & Arraisy, F. M. (2024). Analisis efektivitas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada UMKM di Kecamatan Cipanas. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah, 4(1), 39–54. https://doi.org/10.35194/arps.v4i1.4675

[7] Saroinsong, A. P. V., Wuryaningrat, N. F., & Purba, P. M. (2025). Analisis penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terhadap efisiensi dan pendapatan UMKM. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 7(2), 397–407.

2026-09-02