MITIGASI BANJIR BERBASIS MASYARAKAT MELALUI PENERAPAN MODEL HS2 DI PONDOK PESANTREN AL FATH, KABUPATEN LANGKAT

  • Aida Fitriani Sitompul Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Medan
  • Nanda Pratiwi Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Medan
  • Rahmad H. Gultom Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Medan
  • Finga Fitri Amanda Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Medan
  • Nur Hasanah Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Medan

Keywords

Mitigasi Banjir, HS2, Biopori, Sanitasi, Pemberdayaan Masyarakat

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat dan memberikan dampak terhadap aspek lingkungan, kesehatan, sosial, serta kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren Al Fath. Rendahnya kapasitas masyarakat dalam mitigasi banjir, buruknya kondisi drainase, serta belum optimalnya sanitasi pengelolaan menjadi permasalahan utama yang memerlukan solusi komprehensif. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi dalam mitigasi masyarakat banjir melalui pendekatan Hidrologi–Sanitasi–Masyarakat (HS2). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan, praktik pembuatan lubang resapan biopori, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai mitigasi banjir, kemampuan masyarakat dalam membuat dan memelihara lubang resapan biopori, meningkatnya kesadaran terhadap pengelolaan lingkungan, serta terbentuknya komitmen masyarakat untuk melaksanakan kegiatan mitigasi secara berkelanjutan. Pendekatan HS2 terbukti mampu mengintegrasikan aspek hidrologi, sanitasi, dan pemberdayaan masyarakat sehingga menjadi model mitigasi banjir berbasis komunitas yang aplikatif dan berkelanjutan.

References

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Indeks Risiko Bencana Indonesia. Jakarta: BNPB; 2022.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Jakarta: BNPB; 2019.

World Health Organization. Flooding and Communicable Diseases Fact Sheet. Geneva: WHO; 2018.

United Nations Office for Disaster Risk Reduction. Community-Based Disaster Risk Reduction. Geneva: UNDRR; 2017.

Nugroho SP. Mitigasi Bencana Banjir Berbasis Masyarakat di Indonesia. Jurnal Pengurangan Risiko Bencana. 2016;3(1):1–10.

Suripin. Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Yogyakarta: Andi Offset; 2004.

Marfai MA, King L. Coastal flood management in Indonesia: Past and present. Environ Sci Policy. 2008;11(2):110–120.

Asian Development Bank. Community-Based Flood Risk Management in Asia. Manila: ADB; 2016.

Universitas Negeri Medan. Panduan Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat. Medan: LPPM UNIMED; 2023.

Suryanti E, Widodo A. Penerapan Teknologi Biopori untuk Pengendalian Banjir dan Peningkatan Resapan Air Tanah. Jurnal Teknik Lingkungan. 2017;23(2):85–92.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pedoman Teknis Sumur Resapan Air Hujan. Jakarta: Kementerian PUPR; 2020.

Widayanti R, Hadi MP. Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan Pascabencana Banjir. Jurnal Wilayah dan Lingkungan. 2019;7(1):45–56.

2026-09-02