SKRINING KESEHATAN MATA DAN DETEKSI DINI KELAINAN REFRAKSI PADA PESERTA DIDIK SDN HARAPAN MULIA 01 JAKARTA MELALUI PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT "MATA SEHAT ANAK CERDAS"
Keywords
Refractive Error, Eye Health Screening, Elementary School Children, Community Service, EyeglassesAbstract
Kelainan refraksi merupakan salah satu masalah kesehatan mata yang paling umum ditemukan pada anak usia sekolah dasar dan merupakan masalah serius karena secara langsung memengaruhi proses pembelajaran di kelas. Program Pengabdian Masyarakat "Mata Sehat Anak Cerdas" bertujuan untuk melakukan pemeriksaan ketajaman penglihatan, deteksi dini kelainan refraksi, pendidikan kesehatan mata, dan penyediaan kacamata bagi siswa dan guru di SDN Harapan Mulia 01 Jakarta. Kegiatan ini menggunakan metode pemeriksaan bertahap yang terdiri dari anamnesis, pengukuran jarak pupil, lensometri, pemeriksaan ketajaman penglihatan dengan bagan Snellen, pemeriksaan refraksi objektif dan subjektif, serta pemilihan dan distribusi bingkai kacamata. Targetnya terdiri dari 442 responden, yang terdiri dari siswa kelas 3 hingga kelas 6 serta guru dan staf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 185 responden (41,9%) teridentifikasi mengalami kelainan refraksi dan menerima kacamata, sedangkan 257 responden (58,1%) memiliki penglihatan normal dan tidak memerlukan koreksi. Prevalensi tertinggi ditemukan pada siswa kelas 3 (53,3%). Kegiatan ini terbukti efektif sebagai upaya pencegahan dan promosi dalam deteksi dini gangguan refraksi pada anak usia sekolah dan sebaiknya dilakukan secara berkala.
References
Agustianawati, E., Herliana, R., Sugianto, A., & Ridwan, A. N. (2023). Prevalensi kelainan refraksi pada usia sekolah di Kecamatan Langkap Lancar Pangandaran tahun 2023. Jurnal Optometris, 2(2), 42–50. https://jurnaloptometris.org/index.php/JILOP
Arnani, N. P. R., & Husna, F. H. (2021). Perbedaan kecenderungan adiksi gadget siswa sekolah dasar ditinjau dari jenis kelamin. Psycho Idea, 19(1), 57–64.
Awaludin. (2023). Pengembangan institusi pendidikan vokasi refraksi optisi berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi. Akademi Refraksi Optisi Kartika Indera Persada.
Bourne, R. R. A., Steinmetz, J. D., Saylan, M., Mersha, A. M., Weldemariam, A. H., Zerihun, M., & G.B.D. (2021). Blindness and Vision Impairment Collaborators. The Lancet Global Health, 9(2), 130–143. https://doi.org/10.1016/S2214-109X(20)30425-3
Halim, A. R. A. (2022). Pendekatan kesehatan masyarakat pada kelainan refraksi.
Holden, B. A., Fricke, T. R., Wilson, D. A., Jong, M., Naidoo, K. S., Sankaridurg, P., Wong, T. Y., Naduvilath, T. J., & Resnikoff, S. (2021). Global prevalence of myopia and high myopia and temporal trends from 2000 through 2050. Ophthalmology, 123(5), 1036–1042. https://doi.org/10.1016/j.ophtha.2016.01.006
Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia. (2023). Buku model skrining gangguan refraksi mata pada anak berbasis sekolah. PERDAMI. https://perdami.or.id/web/buku-model-skrining-gangguan-refraksi-mata-pada-anak-berbasis-sekolah/52
P2PTM Kemenkes RI. (2021). Ketika menggunakan komputer, istirahatlah setiap 20 menit untuk melihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik. Kementerian Kesehatan RI. https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/gangguan-indera fungsional/page/4/ketika-menggunakan-komputer-istirahatlah-setiap-20-menit-untuk-melihat-objek-sejauh-20-kaki-selama-20-detik.
Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya. (2024). Pemeriksaan mata sebagai upaya skrining kelainan refraksi pada anak usia sekolah. Prosiding Webinar Nasional-Periode 2 LPPM Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya.
Wulandari, dkk. (2023). Faktor risiko miopi dan skrining kelainan refraksi pada siswa sekolah. Jurnal Parikesit: Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna, 2(1). https://journal.ugm.ac.id/v3/parikesit/article/download/9558/4231/
World Health Organization. (2023). World report on vision (sebagaimana dikutip dalam Prosiding Webinar Nasional LPPM Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, 2024).






