Introduksi Dan Pelatihan Pengolahan Jamur Tiram Menjadi Bakso Dan Nugget Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Payakabung

  • Tri Wardani Widowati Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Friska Syaiful Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Merynda Indriyani Syafutri Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Harumi Sujatmiko Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Citra Pratiwi Prayitno Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Dwi Indah Permata Sari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Nura Malahayati Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Sumatera Selatan, Indonesia

Keywords

Bakso, Jamur Tiram, Nugget, Sensoris

Abstract

Payakabung merupakan sentra penanaman jamur tiram di Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Jamur tiram yang dihasilkan umumnya dijual dalam bentuk segar, namun terkendala sarana transportasi yang kurang memadai sehingga kualitas sering menurun sebelum dipasarkan. Untuk meningkatkan nilai tambah dan memperpanjang umur simpan, jamur tiram perlu diolah menjadi produk seperti bakso dan nugget. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Payakabung dalam mengolah bakso dan nugget jamur tiram dengan ciri-ciri sensoris (tekstur, rasa, dan penampakan) yang dapat diterima, sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan (praktik), dan uji sensoris, dengan khalayak sasaran ibu-ibu PKK Desa Payakabung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman khalayak sasaran sebesar 22,07%. Produk bakso dan nugget jamur tiram yang dihasilkan memiliki karakteristik sensoris yang diterima dan disukai oleh panelis.

References

Bhatia, A., Neeraj, Jarial, R.S., Jarial, K., & Bathia, J.N. (2023). Oyster Mushrooms: Versatile Mushrooms with Potential Health Benefits. The Science World, 3(8), 2128-2133.

BSN. 2014. Standar Nasional Indonesia Bakso Daging (SNI 3818:2014). Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Diskominfo Ogan Ilir. (2023). Profil Desa Payakabung. [Diakses 17 November 2025].

Egra, S., Kusuma, I.W., & Arung, E.T. (2018). Kandungan Antioksidan pada Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). ULIN: Jurnal Hutan Tropis, 2(2),105-108.

Ferdousi, J., Riyadh, Z.A., Hossain, M.I., Saha, S. R., & Zakaria, M. (2020). Mushroom Production, Benefits, Status, Challenges and Opportunities in Bangladesh: a Review. Annual Research & Review in Biology, 34(6), 1-13.

Handayani, S., Dasir, & Yani, A.V. (2016). Mempelajari Sifat Fisika Kimia Bakso Jamur dengan Presentase Jamur Tiram Putih dan Tepung Tapioka. Edible, 1, 1-7.

Hayati, R., Mayani, N., Husna, R., & Sulaiman, I. (2023). Pengolahan Nugget Ayam dan Penerimaannya Melalui Uji Organoleptik di Desa Krueng Lam Kareung Kecamatan Indrapuri Aceh Besar. Jurnal Pengabdian Mahakarya Masyarakat Indonesia, 1(1), 19-24.

Lamadjido, S.R., Umrah, U., & Jamaluddin. (2019). Formulasi dan Analisis Nilai Gizi Bakso Kotak dari Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Jurnal Farmasi Galenika, 5(2), 166-74.

Mareko, G. (2023). Pemanfaatan Jamur Tiram sebagai Salah Satu Sumber Gizi Alternatif bagi Masyarakat. Jurnal Sapta Agrica, 2(2), 1–13.

Pratama, F. (2013). Evaluasi Sensoris. Palembang: Unsri Press.

Pratiwi, I., Paisal, Amilizamiarti, Kurniasari, D., Aziz, I., Meilianti, Setiorini, I.A., & Apriyanti. T. (2024). Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan dan Pemasaran Kelompok Tani Jamur Tiram Payakabung dan Kelompok Srikandi Payakabung PT. PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit Keramasan Unit Pembangkit Indralaya. Jurnal Pengabdian Kolaborasi Inovasi IPTEKS, 2(6), 1725-1730.

Saragih, R. (2015). Nugget Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) sebagai Alternatif Pangan Sehat Vegetarian. E-Journal WIDYA Kesehatan dan Lingkungan, 1(2), 90-95.

Saskiawan, I., & Hasanah, N. (2015). Aktivitas Antimikroba dan Antioksidan Senyawa Polisakarida Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon, 1(5), 1105-1109.

Syafutri, M.I., Syaiful, F., Parwiyanti, Rosidah, U., & Sugito. (2022). Pengembangan Teknologi Pengolahan dan Pengemasan, serta Pemasaran Produk Stik Nanas dan Stik Ubi Jalar pada Kelompok Usaha Al Zeeshan Desa Putak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. J-Abdi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 3835-3846.

Syafutri, M.I., Syaiful, F., Lidiasari, E., Widowati, T.W., Sugito, Pratama, F., Parwiyanti, & Yanuriati, A. (2024). Diseminasi Proses Sertifikasi Halal pada Perajin Kemplang Desa Meranjat Ilir Kecamatan Indralaya Selatan. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 9(6), 1104-1111.

Widyastuti, N. (2013). Pengolahan Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) sebagai Alternatif Pemenuhan Nutrisi. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 15(3), 1-7.

Yasa, I.K.P.S., & Ismail, D. (2023). Perbedaan Bakso Berbahan Dasar Jamur Tiram dengan Daging Ayam. PARIS (Jurnal Pariwisata dan Bisnis), 2(6), 1362-1374.

2026-10-01