Pelatihan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Tentang Inisiasi Menyusu Dini Dan Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar

  • Subriah Subriah Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Makassar
  • Agustina Ningsi Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Makassar
  • Ade Devriany Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Makassar
  • Andi Wilda Arianggara Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Makassar

Keywords

Exclusive Breastfeeding, Early Initiation of Breastfeeding, Posyandu Cadre, Training, Knowledge

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih berfluktuasi, sebagian karena peran kader Posyandu (pos kesehatan terpadu) yang kurang optimal dalam mendukung Inisiasi Dini Pemberian ASI (EIBF) dan pemberian ASI eksklusif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu mengenai EIBF, pemberian ASI eksklusif, dan teknik posisi serta menyusui yang benar di wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi, Kota Makassar. Kegiatan ini menggunakan desain pra-eksperimental pretest-posttest satu kelompok yang melibatkan 20 kader Posyandu yang dipilih melalui pengambilan sampel total. Tahapannya meliputi koordinasi dan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) dengan puskesmas, pengumpulan data ibu hamil trimester ketiga, pengembangan edukasi flip-chart berjudul “Sukses Menyusui”, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi pengetahuan melalui pretest dan posttest. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 84,89 (pretest) menjadi 93,66 (posttest), peningkatan rata-rata sebesar 8,77 poin. Ke-20 kader tersebut menyelesaikan pelatihan. Pelatihan kader Posyandu efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang EIBF (Early Infant Breast Feeding/Pemberian ASI Eksklusif) dan pemberian ASI eksklusif, serta berpotensi mendukung pendampingan ibu hamil dan ibu menyusui di tingkat masyarakat.

References

World Health Organization. Guideline: Protecting, Promoting and Supporting Breastfeeding in Facilities Providing Maternity and Newborn Services. Geneva: World Health Organization; 2017.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.

Dinas Kesehatan Kota Makassar. Profil Dinas Kesehatan Kota Makassar. Makassar; 2022.

Ngodu C, Adam H, Tucunan AAT. Gambaran Peran Kader Posyandu dalam Penyuluhan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Desa Pangian Tengah Kabupaten Bolaang Mongondow. Jurnal Kesehatan Tambusai. 2025;6(2).

Malonda NSH, Sanggelorang Y. Upaya Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu dalam Kegiatan Pelatihan Pendampingan Pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Tataaran II Tondano Selatan Kabupaten Minahasa. Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia. 2020;2(1):12–17.

Rahmah UA, Putri NR, Kusmawati II, Megasari AL, Larasati D, Ningrum DC. Edukasi ASI Eksklusif pada Kader Posyandu melalui Program Gerbang Emas sebagai Upaya Pencegahan Stunting. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). 2026;9(3):211–220.

Subriah S, Amdadi ZA, Arianggara AW, Fajriah SN, Iskandar I, Jumrah J. Feasibility Analysis of Endorphin Massage Module as an Effort to Increase Breast Milk Production in Puerperal Mothers. International Journal of Health and Medical Sciences. 2022;5(4):342–350.

Subriah, Amdadi ZA, Arianggara AW, Ningsih A. Android-based Kasih Ibu Digital Media for Postpartum Mothers Using the RnD Method. Healthcare in Low-resource Settings. 2024.

2026-10-01