Implementasi Ekonomi Sirkular Melalui Pengolahan Residu Jamu Sebagai Alternatif Pakan Ternak Bagi Peternak Skala Rumah Tangga Di Kabupaten Boyolali
Keywords
Circular Economy, Jamu Residue, Animal Feed, Household-Scale Livestock Farmers, Profit Margin, Community EmpowermentAbstract
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep ekonomi sirkular dengan menggunakan ampas jamu (obat herbal tradisional) sebagai pakan ternak alternatif bagi peternak skala rumah tangga di Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Ampas jamu, yang belum dimanfaatkan secara optimal, dapat menyebabkan masalah lingkungan, namun masih mengandung bahan organik yang dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Kegiatan terdiri dari sosialisasi konsep ekonomi sirkular, pendidikan tentang pengelolaan ampas jamu, pelatihan pengolahan ampas menjadi pakan ternak, dan pendampingan dalam penerapan teknologi sederhana yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Program ini melibatkan Paguyuban Kanjeng Suwito sebagai mitra masyarakat. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan ampas jamu dan memperkenalkan pakan alternatif yang berpotensi mengurangi biaya operasional dan meningkatkan margin keuntungan usaha peternakan skala rumah tangga. Program ini juga mendukung pengurangan limbah, penggunaan sumber daya yang efisien, dan kolaborasi yang lebih kuat antara universitas dan masyarakat. Dengan demikian, pengolahan sisa jamu menjadi pakan ternak dapat dikembangkan sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular yang berkelanjutan dan mendukung pencapaian SDG 2, SDG 4, SDG 12, dan SDG 17.
References
1. S. Rusdiana and T. Sartika, “PENINGKATAN NILAI EKONOMI PADA RTM (Rumah Tangga Miskin) MELALUI PROGRAM BEKERJA KEMENTERIAN PERTANIAN,” SOCA Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, vol. 14, no. 1, p. 146, Jan. 2020, doi: 10.24843/soca. 2020.v14.i01.p12.
2. C. R. Sulistyaningsih, “Pengolahan Limbah Jerami Padi dengan Limbah Jamu Menjadi Pupuk Organik Plus,” Jurnal Surya Masyarakat, vol. 2, no. 1, p. 58, Nov. 2019, doi: 10. 26714/jsm.2.1.2019.58-68.
3. S. Soetriono, T. D. Hapsari, and A. Muhlis, “Pemodelan usaha ternak Kambing Senduro menuju penguatan kelembagaan korporasi di Kabupaten Lumajang,” Livestock and Animal Research, vol. 18, no. 3, p. 229, Nov. 2020, doi: 10.20961/lar.v18i3.45993.
4. P. Chisoro, I. F. Jaja, and N. Assan, “Incorporation of local novel feed resources in livestock feed for sustainable food security and circular economy in Africa,” Frontiers in Sustainability, vol. 4, Sep. 2023, doi: 10.3389/frsus.2023.1251179.
5. A. N. Kisworo, A. Agus, K. Kustantinah, and B. Suwignyo, “Physicochemical Characteristics Identification and Secondary Metabolite Analysis of Solid Herbal Waste as Source of Feed Rich Fiber and Supplement for Ruminants,” ANIMAL PRODUCTION, vol. 18, no. 2, p. 75, Nov. 2016, doi: 10.20884/1.anprod.2016.18.2.535.
6. R. Juwita et al., “Corn cob innovation into janggel mushroom media and solid organic fertilizer in Gembongan Village,” Community Empowerment, vol. 10, no. 9, p. 1848, Oct. 2025, doi: 10.31603/ce.14684.
7. S. Akhadiarto et al., “Enhancing the Utilization of Local Feed Ingredients to Support the Development of Native Chicken Farming in Gorontalo, Indonesia,” Advances in Animal and Veterinary Sciences, vol. 13, no. 4, Jan. 2025, doi: 10.17582/journal.aavs/2025/ 13.4.809.816.
8. A. W. Anggita, “Manajemen Kesehatan Ternak Domba Lokal Melalui Pemberian Jamu Herbal Fermentasi dan Pengobatan dengan Bahan Alami,” Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, vol. 3, no. 1, p. 321, Jan. 2023, doi: 10.54082/jamsi.646.
9. A. G. Rakhmadevi and D. I. Wardhana, “Analisis Usaha Ayam Ras Petelur di Desa Klurahan Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk,” Jurnal Agrinika Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis, vol. 4, no. 1, p. 79, Mar. 2020, doi: 10.30737/ agrinika. v4i1.1127.
10. Y. Yunaidi, A. P. Rahmanta, and A. Wibowo, “APLIKASI PAKAN PELET BUATAN UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR,” Jurnal Pemberdayaan Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 3, no. 1, p. 45, May 2019, doi: 10.12928/jp.v3i1.621.






