Pendampingan Pemanfaatan Data Statistik Kunjungan Wisatawan untuk Penerapan Sustainable Visitor Management pada Pokdarwis Desa Wisata Tenun Sukarara, Lombok Tengah
Keywords
Community-Based Tourism, Pokdarwis, Tourism Statistics, Visitor Management, Weaving VillageAbstract
Desa wisata berbasis komunitas perlu mengelola peningkatan jumlah pengunjung agar kepadatan pengunjung tidak mengganggu kualitas layanan, ketenangan warga, atau budaya lokal. Desa Wisata Tenun Sukarara di Lombok Tengah, desa penyangga Zona Ekonomi Khusus Mandalika, menerima pengunjung individu dan kelompok di galeri tenunnya, namun kelompok penyadar pariwisata (Pokdarwis) tidak memiliki catatan pengunjung standar, sehingga keputusan tentang arus dan waktu kunjungan dibuat secara intuitif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Pokdarwis Subahanale dalam menggunakan statistik pengunjung untuk pengelolaan pengunjung yang berkelanjutan. Pendekatan pemberdayaan berbasis data partisipatif diterapkan dalam lima tahap: sosialisasi dan penilaian dasar, pelatihan pencatatan pengunjung dan statistik deskriptif, penerapan teknologi yang tepat, pendampingan dan evaluasi, serta pembangunan keberlanjutan. Program ini menghasilkan formulir pencatatan pengunjung dengan sepuluh variabel, dasbor statistik berbasis spreadsheet dengan sepuluh indikator (kunjungan harian, jam puncak, pangsa pengunjung kelompok dan internasional, tingkat pembelian, kelengkapan data, dan jam yang melebihi batas kenyamanan yang disepakati), templat rekap penjualan untuk usaha mikro tenun, dan draf prosedur operasi standar pengelolaan pengunjung. Keberhasilan diukur berdasarkan dua target: data pengunjung tercatat pada setidaknya 80% hari program dan setidaknya pengurangan 20% dalam kepadatan jam puncak antara data awal dan data akhir. [Hasil: akan dilengkapi dengan data lapangan.] Program ini menawarkan model manajemen pengunjung berbasis data yang hemat biaya dan dapat direplikasi untuk desa-desa wisata berbasis komunitas.
References
Aini, D. N., Winarno, A., Sani, F. E. A., & Kharis, M. (2025). Capacity building for the tourism awareness group (Pokdarwis) in edu-tourism village through the “Integrated Thematic Green Rural Development Model” in the Gunung Kawi religious tourism area, East Java. Journal of Innovation and Community Engagement, 6(2), 87–105. https://doi.org/10.28932/ice.v6i2.10029
Albayrak, T., Güzel, Ö., Caber, M., Kılıçarslan, Ö., Dursun Cengizci, A., & Güven, A. (2021). How does perceived crowding moderate tourist shopping experience and satisfaction relationship?. International Journal of Tourism Cities, 7(1), 46–62. https://doi.org/10.1108/IJTC-02-2020-0028
Astuti, K. S., Susanty, S., & Martayadi, U. (2024). Daya tarik festival budaya Begawe Jelo Nyesek di Desa Sukarara Kabupaten Lombok Tengah. Journal of Responsible Tourism, 4(1), 117–126. https://doi.org/10.47492/jrt.v4i1.3469
Baiquni, M., & Aini, I. N. (2024). Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan Desa Wisata Samiran, Kecamatan Kabupaten Boyolali. Jurnal Pariwisata Terapan, 8(1), 47. https://doi.org/10.22146/jpt.95670
Bingöl, S., & Yang, Y. (2025). Integrating smart technologies and artificial intelligence to build smart tourism destination ecosystems: A model for smart destination management. Tourism Management Perspectives, 58, 101380. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2025.101380
Bulchand-Gidumal, J. (2022). Post-COVID-19 recovery of island tourism using a smart tourism destination framework. Journal of Destination Marketing & Management, 23, 100689. https://doi.org/10.1016/j.jdmm.2022.100689
Dente, S. M. R., Pamungkas, A. S., Le, T. V., & Hashimoto, S. (2025). Tourist carrying capacity for sustainable development of Gunung Gede Pangrango National Park ecotourism. Tourism and Hospitality, 6(5), 249. https://doi.org/10.3390/tourhosp6050249
Döringer, S., Porst, F., Stumpf, L., & Heurich, M. (2025). The relationship between measured visitor density and perceived crowding revisited: Predicting perceived crowding in outdoor recreation. Leisure Sciences, 47(8), 2071–2094. https://doi.org/10.1080/01490400.2023.2265366
Huda, M. Z., Fathurrahim, F., & Bratayasa, I. W. (2024). Strategi pengembangan desa wisata berbasis masyarakat di Desa Sukarara Kabupaten Lombok Tengah. Journal of Responsible Tourism, 4(2), 481–490. https://doi.org/10.47492/jrt.v4i2.3662
Koens, K., Postma, A., & Papp, B. (2018). Is overtourism overused? Understanding the impact of tourism in a city context. Sustainability, 10(12), 4384. https://doi.org/10.3390/su10124384
Lee, T. H., & Jan, F. (2019). Can community-based tourism contribute to sustainable development? Evidence from residents’ perceptions of the sustainability. Tourism Management, 70, 368–380. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2018.09.003
Masyhudi, L., Putri, A. P., Putra, B. S., Widianiswara, B. P., Andira, D. C., Yudistira, I. G. P. W., Astuti, K. S., Saputra, M. Y. H., Asih, N. K. A. T., Pratama, R., Safitri, S. M., Ali, S. A., & Sukomardojo, T. (2023). PKM promosi dan penjualan kain tenun dan produk UMKM di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat. J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(9), 6507–6520. https://doi.org/10.53625/jabdi.v2i9.4948
Masyhudi, L., & Indraswati, D. (2023). Pelatihan e-commerce sebagai media promosi kain songket khas Desa Wisata Sukarara. PENTAHELIX: Jurnal Ilmiah Pengabdian Pariwisata, 1(1), 30–36. https://doi.org/10.47492/pentahelix.v1i1.8
Putri, A. P., Wahyuningsih, S., & Bagiastra, I. K. (2024). Strategi pemasaran kain tenun songket sebagai produk wisata andalan Desa Sukarara Kabupaten Lombok Tengah. Journal of Responsible Tourism, 4(2), 671–676. https://doi.org/10.47492/jrt.v4i2.3746
Rostiyani, M., Pattaray, A., & Ratmaja (2024). Pengembangan paket wisata dalam mendukung pemasaran Desa Wisata Sukarara Kecamatan Jonggat Lombok Tengah. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 4(1), 145–156. https://doi.org/10.57250/ajsh.v4i1.353
Ruiz, C., Delgado, N., García-Bello, M. Á., & Hernández-Fernaud, E. (2021). Exploring crowding in tourist settings: The importance of physical characteristics in visitor satisfaction. Journal of Destination Marketing & Management, 20, 100619. https://doi.org/10.1016/j.jdmm.2021.100619
Scheyvens, R., & Biddulph, R. (2018). Inclusive tourism development. Tourism Geographies, 20(4), 589–609. https://doi.org/10.1080/14616688.2017.1381985
Soeharjoto, S., Salma, N. I., Tribudhi, D. A., & Masyhudi, L. (2022). Economic growth and carbon emissions in ASEAN-6 to achieve sustainable development goals through Kuznet curve environmental analysis approach. Jurnal Manajemen Industri dan Logistik, 6(1), 10–20. https://doi.org/10.30988/jmil.v6i1.972
Tello Chan, J. M., Magio, K. O., & Gayosso Soto, E. (2025). The tourist carrying capacity as a basis for sustainable management of ecotourism activities: Case study of the Southern Mexican Caribbean. Sustainability, 17(16), 7492. https://doi.org/10.3390/su17167492
Wahyudi, M., Satarudin, S., & Arini, G. A. (2024). Analysis of determinants of labor absorption in small and medium enterprises of weaving craft industry in Sukarara Village, Lombok Tengah. Socio-Economic and Humanistic Aspects for Township and Industry, 2(2), 234–243. https://doi.org/10.59535/sehati.v2i2.251






